(naughty-3)

3.8K 307 10
                                        

Pagi harinya,jisso turun dari lantai atas menuju meja makan,disana tidak jauh dari tempat nya----dia melihat jennie dan ayahnya sedang tertawa bersama.

Sementara ibunya, menyiapkan omelette dan susu di setiap piring dan gelas di meja makan.Wanita paruh baya itu akan ikut tersenyum mendengar celotehan puteri nya yang terlihat Antusias ketika bercerita waktu dia tinggal di luar negeri pada jung-woo.

Ketiganya terlihat seperti keluarga bahagia,minus tanpa dirinya yang kini terasingkan kembali karena gadis itu kembali.

'hah!setelah ini aku akan di anak tirikan kembali oleh ayah'...'batin jisso sendu.

Ayahnya memang menikahi ji-woo sudah lumayan lama,semenjak jennie dan jisso kelas 5 SD sampai sekarang kelas 3 SMA. jung-woo terlihat sangat menyayangi jennie melebihi dirinya sendiri yang merupakan anak kandung pria tersebut.

Terkadang jisso memikirkan. ingin sekali menyingkirkan jennie--tapi apa daya,iblis itu licik sekali.bahkan saudaranya sehun pun ikut membenci dirinya karena berfikir jisso menjahati jennie.

Jahat My ass!Yang ada jisso yang tersiksa oleh permainan licik gadis itu--bukan sebaliknya.

"Pagi eomma,papa.."sapa jisso di meja makan keluarga.

Jung-woo sempat melirik ke arahnya,"pagi nak"lalu melanjutkan kembali atensi-nya pada jennie.Tangan besar papanya bahkan mengusap surai coklat gadis itu dengan lembut, pertanda jennie berhasil menarik hatinya lagi.

"Papa benar-benar bangga padamu nak,kau benar-benar membuat bangga keluarga ini!".

Itulah yang jisso dengar,dan selalu selalu,selalu jika Jennie sudah berada di rumah ini...Maka semua aksetensi nya berada padanya.

Jennie itu seperti magnet yang bisa menarik siapa saja termasuk saudaranya yang dingin sehun.

Harusnya dia di luar negeri saja dengan beasiswanya yang membanggakan itu.lalu kenapa dia kembali lagi?.

Apa yang sedang gadis itu rencakan??

"Nak,kenapa melamun?Ayo makan dulu sarapan mu."tepuk halus ji-woo pada jisso.wanita paruh baya itu tersenyum lembut ke padanya.

Ah.jisso merasa mendapat kan kasih sayang seorang ibu pada diri Ji-woo.Andai saja jennie bisa sebaik ibunya.... mungkin dia bisa menerima mereka di kehidupannya.sayang sekali gadis itu memang seperti mempunyai dendam tersendiri yang jisso tidak tau.

"Iya eomma.."jawab jisso sembari duduk di hadapan Jennie.

Jennie yang melihat sikap ibunya pada jisso hanya bisa mendecih dalam hati.Dia tidak suka ibunya bersikap lembut pada jisso.Gadis itu tidak pantas menerima kebahagiaan secuil pun!! batinnya menggeram marah.

"Hari ini,katanya sehun akan menjemput jennie,dia sudah meminta ijin pada papa untuk mengantar nya ke sekolah.kau..masih belum berbaikan dengan saudara mu itu?kenapa dia tidak sekalian menjemput mu juga?"

Jung-woo menatap anaknya dengan kerutan dahi.heran saja kedua saudara yang dulu saling menyayangi kini seolah saling menjauhi,bahkan sehun terlihat membenci jisso entah karena alasan apa.

"Hmm,aku akan lebih berusaha untuk meminta maaf pada sehun oppa agar dia mau berbaikan dengan ku."

Jisso tidak ingin lebih banyak mengadu pada ayahnya.Walaupun jika saja dia berbicara tentang semua kelakuan jennie pada dirinya---yang membuat sehun marah,bahkan sampai membenci nya--pria paruh baya itu tetap tidak akan mempercayainya.

Jennie benar-benar berhasil membuat nya terlihat menjadi pemeran antagonis di cerita ini.

"Bagus.contohlah saudari tirimu yang di sayangi semua orang,bahkan sehun juga ikut menyayangi nya karna jennie anak yang manis dan baik."

Jisso meremas sendok di tangannya,menunduk menyembunyikan perasaan kesal nya saat ini.

"Iya papa..."

Setelah itu keempat orang di meja makan,mulai sarapan dengan tenang,kerena dalam aturan keluarga 'Cho---tatakrama itu yang paling penting, tidak boleh ada yang berbicara, karena itu di anggap tidak sopan.

Jennie di seberang meja menatapnya dengan seringai tipis
menyebalkan,jisso hanya bisa menghela nafas kasar ..bersiap kembali menerima hari-hari yang buruk semenjak kedatangan iblis kecil itu  lagi di kehidupannya.

"Terimakasih sehun-shii."Jennie tersenyum manis setelah keduanya sampai di parkiran sekolah.bisa dia lihat saudara jauhnya ini kini tengah mengelus kepalanya lembut sembari tersenyum tipis.

"Sama-sama.bilang pada ku jika jisso mengganggu mu lagi ya?aku akan membalas nya nanti."

Jennie bersorak senang dalam hati.
Baginya, Sehun itu salah satu 'bonekanya' yang berguna.waktu SMP ia sempat membully jisso di belakang gadis itu tanpa dirinya ketahui.Sehun berfikir jisso telah menjahatinya,maka dari itu --dia membalaskan dendam nya dengan membuat gadis itu menderita.

Tentu saja tanpa jung-woo dan ibunya tahu.Rahasia ini hanya Sehun dan dirinya yang tau omong-omong.

"Iya sehun-shii, terimakasih.kau baik sekali,andai saja saudaramu itu juga baik padaku... aku pasti bahagia."jennie tersenyum sendu di akhir kalimat.

Sehun membawa gadis itu ke dalam pelukan nya,dia menciumi pucuk kepala jennie berkali-kali dengan sayang.

"Jangan pikirkan wanita jahat itu, yang terpenting aku menyayangimu.jangan bersedih lagi Ruby..."tuturnya lembut.

Jennie tersenyum lebar di balik punggung sehun."iya, terimakasih sehun-shii... aku juga sayang padamu."jawabnya sambil membuat ekspresi muntah yang laki-laki itu tidak ketahui.

Sehun melepaskan pelukannya, tersenyum lembut dan mengacak surai jennie gemas.

"Ayo kita masuk ke dalam, aku akan mengantarmu sampai ke depan pintu ruangan kepala sekolah."

Jennie mengangguk lucu.dengan cepat sehun keluar dari mobil,lalu membukakan pintu mobil dari luar untuk Jennie.

Gadis itu benar-benar di perlakukan bak puteri oleh semua orang.

"Terimakasih.."jennie memberikan senyum menawan nya pada sehun.

"Sama-sama Ruby."

Dan tak jauh dari sana, jisso menatap tajam ke arahnya, gadis itu mengepalkan tangannya kuat di sisi rok yang sedang dia kenakan.Gadis itu berangkat dengan supir pribadi keluarga mereka, berbeda dengan jennie yang di jemput sehun,yang tak lain dan tak bukan ialah saudara nya sendiri.

Kenapa bukan Taehyung yang menjemput? Jawabannya adalah karena pria itu bukan seseorang yang mau repot-repot untuk hal yang menurutnya tidak penting.

Dan jisso,salah satu yang termasuk di dalamnya.


"Hari ini kita kedatangan siswi baru,dia pindahan dari luar negeri.Bapak harap kalian akan menerimanya dengan baik.silahkan masuk nak.."guru itu mempersilahkan jennie yang sedari tadi sudah menunggu di depan pintu.

Bak adegan-adegan di telenovela jennie masuk dengan anggun, semua pasang mata terarah padanya dengan pandangan kagum--termasuk taehyung yang kini menatapnya tanpa berkedip sedetikpun.

Pria itu menjatuhkan pena di tangannya,saat menyadari bahwa gadis itulah yang kemarin mencuri ciuman pertamanya.

"d-dia"

"Hai semuanya, perkenalkan namaku Cho jennie.salam kenal,semoga kita semua bisa berteman baik mulai sekarang."ucapnya dengan gummy smile andalannya yang ia tampilkan di depan mereka.

Semua orang yang berada disana seketika ribut, terutama kaum para lelaki.

Termasuk taehyung...

Yang kini jantungnya tengah berdebar ribut, karena baru merasakan efeksi asing yang tiba-tiba menyerang jantung nya saat bertemu lagi dengan jennie.

'kenapa...?apa yang terjadi pada jantung ku?tanyanya pada dirinya sendiri.



Mhian kalo semestinya cerita ini gak sesuai ekspektasi kalian...
Pokonya makasih yang udah baca cerita aku☺️



Savage Pretty GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang