Chapter 52

237 14 1
                                        

SEBELUM BACA, TOLONG VOTE DULU YA TEMAN-TEMAN! UDAH BELOM?

UDAH?

THANK YOU YAA, HAPPY READING!❤️

TOLONG DI VOTE DULU! HARGAI PENULIS! JANGAN BIKIN MALES LANJUT YA!✨💗

***

Todoroki, Bakugo, Midoriya, Kirishima, Yaomomo, Uraraka, Kaminari, Iida, Monoma, Amajiki, dll tengah berkumpul di meja bundar tepatnya di ruang rapat pribadi milik petinggi pahlawan Jepang. Mereka tengah mendiskusikan menghilangnya jejak para anggota Liga Penjahat beberapa tahun ini dan membahas tentang hal yang datang untuk mengantisipasi kekacauan yang akan disebabkan oleh Liga Penjahat.

"Oi, Deku." Panggil Iida.

Midoriya menoleh. "Ya, Ingenium. Ada apa?"

"Ku pikir kau yang lebih tahu soal mereka bukan? Jujur saja, saat itu, saat kau meninggalkan UA dan menghabisi para penjahat satu persatu diluaran sana sendirian membuat diriku sendiri takjub padamu." Ujar Iida. "Tapi, di zaman ini berbeda. Kebanyakan orang terlalu cuek pada hal yang telah lama ditinggalkan dan tak pernah muncul lagi."

Mereka semua terdiam. "Ya, kau benar." Balas Momo.

"Shoto, bagaimana perkembangan tentang pencarian Dabi yang kau lakukan selama ini?" Tanya Bakugo, Dynamite.

"Ara, Dynamite sepertinya hari ini sedang didalam suasana hati yang baik ya?" Goda Monoma.

"HAH!? KAU INGIN KU LEDAKAN!?"

"Tidak, dia sama saja." Batin semua orang.

"Tidak tidak, aku bercanda." Balas Monoma santai. Bakugo mendecih.

"Jadi?" Lanjut Bakugo pada Todoroki.

Pria itu meminta tolong pada bawahannya untuk menayangkan sesuatu di LCD yang berada di dekat mereka. Diperlihatkan seorang pria dengan wajah penuh jahitan dengan bola mata biru itu tengah berjalan dibawah hujan bersama seorang wanita berambut pirang.

"Itu kan..." ucap Uraraka.

"Ya, itu Toga Himiko. Bawahanku yang menyamar menjadi pengemis itu menemukan ini tempo hari di jalanan Shibuya, tepatnya di pasar gelap yang lumayan jauh dari pusat kota Shibuya." Ujar Todoroki.

"Apa mereka masih memproduksi obat quirk itu?" Tanya Red Riot, Kirishima.

"Aku kurang tahu tapi itu juga bisa jadi." Balas Todoroki sambil menyatukan tangannya.

"Apakah ada rekaman yang lain?" Tanya Uravity, Uraraka.

Todoroki meminta bawahannya melakukannya sekali lagi.

Semua mata menyorot tajam pada rekaman tersebut. Mereka menganga tak percaya. "Ini-" gumam Amajiki.

"All For One berada di Kamino tepat dua puluh tahun lalu saat aku, Red Riot, Deku, Ingenium, Creati menyelamatkan Dynamite." Ujar Todoroki.

Bakugo mendecih. "Cih, itu lagi."

Momo terkikik geli. "Ara, jangan marah begitu. Itu kan sudah lama."

(END) In Another Life || BNHA • BAKUGO KATSUKI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang