Chapter 1

1.3K 134 3
                                        

Ayano tertegun ketika melihat pria yang berdiri di hadapannya. Wajah itu tidak asing—lelaki berambut kusut dengan tatapan malas namun tajam. Aizawa Shota. Eraser Head. Ia mengingatnya jelas; pria itu pernah menolongnya dari copet ketika ia tersesat di Shibuya beberapa tahun lalu.

“Kau yang waktu itu—”

“Ah! Terima kasih karena dulu sudah menolongku dari copet di Shibuya. Dan… maaf memotong pembicaraanmu,” potong Ayano cepat, pipinya sedikit memerah.

Aizawa hanya mengangguk kecil. “Tidak masalah. Kau juga sudah berterima kasih saat itu. Kalau begitu, ayo. Akan kuantar ke asrama. Barang-barangmu sudah kau bawa?”

“Sudah, Sensei. Mereka akan memindahkannya sebentar lagi. Aku baru mengabari lokasi asramanya.”

“Bagus. Kita berangkat sekarang. Sebentar lagi sore,” ujar Aizawa dengan nada datar. Penampilannya yang garang sama sekali tidak menutupi sifatnya yang sebenarnya baik.

Mereka melangkah keluar dari ruang kepala sekolah, menyusuri lorong yang mulai redup diterpa senja. Ketika melewati taman, Ayano menangkap sosok yang dikenalnya—Momo. Namun gadis itu tampak berdiri bersama seorang laki-laki… dan wajahnya basah oleh air mata.

“Oi. Todoroki, Yaoyorozu. Apa yang kalian lakukan di sini? Cepat kembali ke asrama. Aku ingin memperkenalkan kalian dengan murid baru,” tegur Aizawa.

Todoroki dan Momo sontak tersentak. Air mata di pipi Momo jelas menunjukkan bahwa sesuatu baru saja terjadi.

“AYANO-CHAN! YOKATTA!” seru Momo sambil berlari memeluk sepupunya erat. Ayano membalas pelukan itu tanpa ragu.

“Kau mengenalnya, Yaoyorozu?” tanya Aizawa dengan nada datar seperti biasa.

Momo melepaskan pelukannya, mengusap matanya. “Iya, Sensei. Dia sepupuku. Jadi… Ayano di kelas 1-A?”

Aizawa mengangguk dan kembali berjalan. “Ayo cepat. Setelah ini aku harus berpatroli bersama All Might.”

“All Might?” ulang Ayano heran. “Aku kira setelah pensiun, beliau hanya menghabiskan waktunya di rumah…”

Ia menatap Todoroki dan Momo. “Sebenarnya… kenapa beliau pensiun tiba-tiba?”

Pertanyaan itu membuat keduanya saling menatap cepat, seolah menyembunyikan sesuatu.

“Ah… itu… mungkin karena sudah tua?” jawab Momo gugup. “Iya kan, Todoroki-kun?”

Todoroki hanya mengangguk pendek, jelas asal-asalan.

---

Sesampainya di kelas, Ayano memperkenalkan diri dengan sopan. “Namaku Kazima Ayano. Aku pindahan dari Senior High School of League di Amerika Serikat. Senang bertemu dengan kalian semua. Mohon kerja samanya.”

Belum sempat ia menurunkan tas, Momo sudah merebutnya. “Aku antar kau ke kamar. Biar aku bawakan ini.”

“Baiklah, Momo-chan.”

Satu per satu gadis-gadis kelas 1-A datang menyapanya.

“Aku Uraraka Ochako! Panggil saja Ochako!”
“Aku Asui Tsuyu. Panggil aku Tsuyu, jangan Asui.”
“Aku Ashido Mina!”
“Kyouka Jirou.”
“Hagakure Toru!”

Ayano tersenyum hangat. “Terima kasih semuanya. Mohon kerja samanya, ya.”

Senyum itu membuat seorang laki-laki terpaku—Midoriya Izuku.

“Wah… kau cantik sekali! Iya kan, Deku-kun?” seru Ochako.

Midoriya mengangguk cepat, pipinya memerah. “I-itu… bukan bohong. Kau memang cantik, Kazima-san.”

“SUDAH! PERSIAPKAN MAKAN MALAM! BIARKAN KAZIMA ISTIRAHAT DAHULU!” seru Iida Tenya, ketua kelas yang hiperaktif seperti biasa.

Ayano pun mengikuti Momo ke kamarnya. Setelah semua barang tersusun, mereka berbaring di lantai ber-AC yang dingin.

“Oi, teme,” panggil Momo dengan nada jahil—sifat asli yang hanya diketahui Ayano.

“Teme janai yo,” balas Ayano sambil tertawa. “Hei, kau berubah ya?”

Momo ikut tertawa kecil. “Tidak. Aku hanya berusaha menjadi lebih baik.”

“Bodoh. Kau itu sudah baik dari dulu.”

Momo tersenyum menatap langit-langit kamar yang penuh wallpaper bintang. “Ada seseorang bilang dia… tidak membenciku. Tapi juga tidak menyukaiku.”

Ayano mengerutkan dahi. “Apa maksudmu?”

“Todoroki-kun bilang begitu. Sejak hari aku satu kelompok dengannya… aku menyimpan perasaan. Kau ingat kan? Sudah pernah kuceritakan.”

“Iya. Yang rambutnya merah-abu itu, kan?”
Momo mengangguk sambil memejamkan mata.

“Apa kau sudah mandi?” tanya Momo mengalihkan pembicaraan.

“Sudah. Tinggal ganti baju.”

“Kalau begitu istirahatlah. Kami menyiapkan makan malam terlebih dahulu.”

“Apa tidak merepotkan?”

“Tidak. Kau tenang saja. Nanti aku bangunkan.”

Ayano tersenyum. “Terima kasih, Momo-chan.”

---

Bagaimana chapter hari ini? Maaf kalau masih sederhana ya! Love you! ❤️

(END) In Another Life || BNHA • BAKUGO KATSUKI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang