(END)
Follow dulu sebelum baca ya! Ada beberapa part yang di private! Happy Reading ❤️
•
•
•
•
Kazima Ayano, gadis blasteran Jepang-Amerika itu tak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis ketika ia harus meninggalkan sekolah lamanya di Amerik...
JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT YA! DI SELURUH CHAPTER! THANK YOU
***
Bakugo menggandeng tangan Ayano lembut. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke dalam kelas. Sepanjang mereka berjalan, semua tatapan menuju pada mereka. Ada pujian, sorakan bahkan kata-kata pedas sekalipun.
"Bukankah mereka tidak cocok?"
"Apa Bakugo tidak terlalu kasar untuk gadis itu?"
"Ayano-chan itu baik sekali loh! Kenapa harus bersama Bakugo?"
Ayano menggenggam erat tangan Bakugo. "Jangan kau pikirkan, mereka tidak tahu apapun soal kita." ucap Ayano menenangkan dengan senyumannya.
Bakugo tersenyum tipis, bahkan hampir tak terlihat. "Katsuki-kun! Maukah kau menemaniku belanja nanti?" tanya Ayano.
Dahi Bakugo mengernyit. "Belanja untuk apa?"
"Yah, kebutuhan kamar ku. Barang-barang ku kurang. Kalau kau tak bisa tak apa,"
Bakugo tampak ragu. "Baiklah, aku akan mengantarmu."
Mata Ayano berbinar. "ARIGĀTO!"
Dua jam berlalu, sekolah sudah selesai dan Ayano tengah meminta surat ijin untuk keluar dari sekolah selama tiga jam kedepan. Ia bersama Momo, katanya gadis itu juga akan membeli beberapa peralatan.
"Sudah?" tanya Todoroki. Yaoyorozu mengangguk.
"Ayo!"
Mereka berempat memasuki stasiun yang menghubungkan ke pusat perbelanjaan di Kyushu. Entahlah, mereka hanya ingin berbelanja disana.
"KATSUKI-KUN LIHATLAH! ADA BUNGA HYDRANGEA!" Teriak Ayano dengan wajah bahagia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bakugo memberikan wajah tololnya, tak mengerti bunga apa itu. "Hirogama?" tanya Bakugo.
"Hydrangea tahu!" balas Ayano.
Momo menghela napasnya. "Jangan kau turuti dia, Bakugo-san. Mamanya bahkan sampai menanam bunga itu di perkebunan agar Ayano tak membelinya." Ucap Ayano.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.