Hari ini adalah hari Minggu, hari yang pas untuk beristirahat dari segala aktivitas yang melelahkan selama seminggu penuh.
Terutama keluarga Seo yang tengah menghabiskan weekend mereka kesebuah danau. Refreshing sekalian family time, terkhusus untuk Johnny, sang ayah yang harus kerja lembur setiap hari sehingga waktu untuk keluarga sangat minim.
Maka, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk melepas rindu.
"Adek sini dulu." Ten memanggil Haechan yang sedang bermain pasir dipinggir danau.
"Kenapa mae?"
"Ayok foto dulu sini, mae mau masukin story." Haechan berpikir sebentar kemudian menggeleng kuat.
"Ih adek gak mau, mae aja sendiri ya hehe." Tolak Haechan, mundur beberapa langkah menjauhi Ten sambil membentuk tanda silang ditangannya.
Bagaimana tidak, Haechan tau bahwa Ten itu seperti ibu-ibu facebook yang pindak lapak ke instagram karena ingin mengikuti zaman. Sudah pasti jiwa-jiwa facebook Ten masih melekat.
Akun facebook milik Ten saja isinya 20% foto hangout dengan teman-temannya, 10% foto keluarga, 20% foto Haechan dan Hendery ketika masih kecil, dan 50% foto aib Haechan dan Hendery yang tidak sengaja tertangkap kamera, skill memotret Ten perlu diragukan.
"Adek malu foto sama mae..." Ten berucap pelan dengan nada yang dibuat sedih dan wajah memelas.
"Ih bukan gituuu, aaa mae~" Haechan mendekat kearah Ten dan memeluknya dari samping. Menghela napas pasrah, Haechan pun mengangguk menyetujui untuk foto bersama. Tak bisa menolak jika Ten sudah berucap seperti itu.
"Ya udah ayok foto bareng." Putus Haechan. Yang tadinya murung, Ten pun mengembangkan senyumnya dan memeluk singkat tubuh anaknya itu.
"Yeay! Senyum ya dek." Ten mulai mengangkat ponselnya serta Haechan senyum dengan penuh tekanan.
"Eh tunggu dulu." Ketika ingin menekan tombol putih yang ditengah, Ten kembali menurunkan ponselnya karena ia melupakan sesuatu.
Haechan menggaruk-garuk pipinya melampiaskan rasa kesal, apalagi yang akan dilakukan mae-nya kali ini.
"Dek, cara biar ada filter sayap-sayap itu gimana?" Pertanyaan Ten sukses membuat Haechan menarik napas dalam-dalam.
Haechan tadi agak sedikit lega ketika Ten tidak menggunakan filter alay seperti di facebook. Tapi Haechan lupa, mae-nya ini mantan anak facebook.
Haechan pun membantu Ten mencari filter yang dimaksud, "ini?" Ten mengangguk semangat dan kembali mengangkat ponselnya.
"Bergaya dek."
Cekrek!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
☆☆☆
"Daddy~~" Haechan berlari menghambur memeluk tubuh Johnny yang langsung disambut dengan hangat oleh pria itu. Johnny mencium sayang puncak kepala putranya.