DELAPAN

643 82 11
                                        

"Menurut gue latihannya setiap ekskul sama hari Sabtu aja, besoknya kan Minggu jadi kalo mau latihan sampe sore pun bisa santai dikit." Semua orang tanpa kecuali mengangguk menyetujui usulan Haechan.

"Oke jadi udah fix ya, lagunya Imagination Shawn Mendes, if you leave me now Charlie Puth, sama almot never enough Ariana Grande."

"Iya!" Semua menjawab serempak.

"Good, Jae bakal buatin grup. Ntar gue share lagunya biar lo pada bisa pelajari pelan-pelan. Kalo ada pertanyaan bisa tanya disitu, atau pc gue aja. Paham?" Himbau Mark selaku ketua ekskul.

"Paham!"

"Oke kalo udah paham, pertemuan kita sampe disini dulu, thanks atas kerjasamanya. Enjoy your day guys!" Satu persatu anggota ekskul mulai pergi meninggalkan ruang musik, tersisa Haechan dan Mark.

Haechan masih sibuk memasukkan peralatannya ke dalam tas sedangkan Mark menunggunya karena pria itu yang bertanggung jawab memegang kunci ruang musik. Jadi ia harus memastikan ruangan itu kosong terlebih dahulu lalu menguncinya.

"Udah?" Haechan menyandang tas janSport bermotif galaxy miliknya lalu mengangguk.

Dirasa kelas sudah kosong, Mark pun mengunci pintu ruangan itu. Dan berbalik untuk pulang, namun terhenti dan sedikit terkejut karena Haechan masih berdiri disitu.

"Kok masih disini? Gak pulang?" Haechan gelagapan. Iya juga, kenapa ia masih disitu menunggui Mark? Haechan merutuki dirinya yang selalu bertindak bodoh jika salah tingkah.

"Eung... ini mau pulang kok hehe."

Mark menggeleng pelan, tak ambil pusing dan berjalan mendahului Haechan yang berjalan dibelakangnya. Kondisi sekolah sudah mulai sepi, karena jam sudah menunjuk pukul 5 sore, hanya tersisa beberapa murid yang baru pulang ekskul sama seperti mereka.

Ditengah koridor, langkah Mark tiba-tiba terhenti membuat Haechan yang sedari tadi mengekorinya otomatis ikut terhenti. Ia juga meliat kedua tangan Mark mengepal kuat hingga bergetar.

Haechan memiringkan kepalanya berniat melihat apa penyebab lelaki didepannya ini berhenti karena pandangannya terhalang oleh punggung lebar milik Mark.

"Oh ngeliatin itu ya..." gumam Haechan terkesan lirih, dadanya terasa sesak setelah tau penyebabnya.

Mark melihat Woonyoung; mantan terakhirnya sedang bergandengan tangan dengan pria lain. Dapat dipastikan Mark belum bisa melupakan wanita masa lalunya itu, mengingat hubungan mereka juga berakhir dengan baik-baik.

Huft! Gue suka sama orang yang lagi gamon ૮₍•᷄ ࡇ •᷅₎ა - Haechan

Menarik napas mengumpulkan keberanian, perlahan Haechan menghampiri Mark hingga ia berada di samping pria itu. Tampak jelas raut cemburu tersirat di wajah Mark. Dengan lembut Haechan membuka tangan Mark yang sedari tadi terkepal kuat; terlihat kukunya sedikit memutih, mengelusnya sebentar lalu menggenggamnya. Mark cukup terkejut dengan perlakuan Haechan itu namun ia tak bereaksi apa-apa.

"Kak, ikut gue ayo." Kening Mark berkerut dalam.

"Mau kemana?"

Haechan berdecak, "udah ikut aja ayoo." Terpaksa Haechan menarik tangan Mark dengan kuat. Sementara Mark hanya pasrah mengikuti alur, ntah kemana pria bantet itu akan membawanya. Ia melirik Woonyoung sebentar yang ternyata sudah tidak ada di tempat tadi kala ia melihatnya.

"Cuwiii~ pinjem sepeda yaa?" Tanya Haechan dengan tatapan memohon. Tzuyu yang tengah membaca sebuah novel karangan J.K Rowling itu pun menoleh lalu menatap Haechan dan Mark secara bergantian, kemudian tersenyum penuh arti.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 18, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SECOND ACCOUNT || MARKHYUCKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang