Privet Drive

3K 165 12
                                        

Sebuah lingkungan di jalan yang disebut Privet Drive. Seekor burung hantu, duduk di tanda jalan terbang untuk mengungkapkan seorang lelaki tua misterius yang muncul berjalan melalui hutan yang berada di dekat jalan. Dia berhenti di awal jalan dan mengeluarkan perangkat mekanis dan mematikan semua cahaya dari tiang lampu. Dia menyingkirkan perangkat dan kucing mengeong. Pria itu, Albus Dumbledorep melihat ke bawah ke arah kucing yang sedang duduk di batu bata.

"Minnie!" Teriak sirius. "Mr Black! Jangan memanggilku seperti itu!" Kata Prof.Mcgonagall marah tetapi jika dilihat dari dekat, kalian bisa melihat sudut bibirnya tertarik. "Ok baik minnie" "apa yang kau lakukan disana professor?" Albus melihatnya sambil tersenyum "aku tidak tau mr Lupin. Itu dimasa depan"

"Aku seharusnya tahu bahwa kau akan berada di sini Profesor McGonagall." Dumbledore berkata sambil menatap kucing itu.

(Kucing diam-diam menatapnya, dan kamera berbelok ke dinding. Bayangan kucing berubah menjadi seorang wanita dengan topi tinggi. Ada langkah kaki dan Minerva McGonagall terlihat)

"I've told you it's minnie!!" Remus memutarkan matanya "tidak ada yang tidak setuju denganmu bodoh"

"Selamat malam Profesor Dumbledore. Apakah rumor itu benar, Albus?" McGonagall bertanya dengan lembut, wajahnya cemberut. Kedua profesor itu berdiri dijalan yang gelap.

"Sayangnya begitu, Profesor. Yang baik, dan yang buruk"

Casey menundukkan kepalanya dan menatap tangannya dengan penuh minat. Atlas yang melihat itu, langsung memegang tangan Casey dan tersenyum hangat padanya. Generasi masa depan melihat Casey dengan tatapan sedih. Hal itu di perhatikan oleh seluruh great hall. Lily melihat putrinya dengan cemas "Apa yang terjadi sweetheart?" "Teruslah menonton mum"

"Dan gadis itu?" Penyihir itu bertanya sambil melihat ke atas pria itu. "Hagrid akan membawanya." "Apakah menurutmu bijaksana untuk memercayai Hagrid dengan sesuatu yang sepenting ini albus?"

"Aku akan mempercayai Hagrid dengan hidupku" golden trio berkata dengan bersamaan. Hagrid tersenyum cerah kepada mereka. "Tapi tidak dengan rahasianya" bisik Ron pelan yang membuat mereka tertawa pelan

"Ah, Profesor, aku akan memercayai Hagrid dengan hidupku." Dumbledore menanggapi dengan senyum lembut.

(Ada suara motor, dan kedua profesor itu melihat ke atas untuk melihat sepeda motor terbang turun dari udara. Sepeda motor itu tergelincir dijalan dan berhenti. Seorang pria besar dengan rambut dan janggut hitam sebahu bernama Rubeus Hagrid melepas kacamatanya.)

Sirius yang melihat itu dengan tatapan berbinar "AKU MAU!" Remus menggelengkan kepalanya "Tidak Padfoot". "Itu sebenarnya punyamu uncle" "YA!" Sirius tersenyum lebar mendengar itu, dia juga senang karena keponakannya memanggilnya uncle dan berharap hubungan antara dia dan saudaranya membaik dimasa depan.

"Profesor Dumbledore, sir. Profesor McGonagall." Hagrid berkata ketika dia turun dari sepeda motor, berhati-hati dengan selimut di tangannya. "Tidak ada masalah, Hagrid?" "Tidak, sir. Anak kecil ini tertidur saat kami terbang di atas
Bristol. Cobalah untuk tidak membangunkannya. Ini dia." (Hagrid menyerahkan seorang bayi ke Dumbledore)

Atlas, sebagian besar wanita dan anak perempuan berdecak saat melihat bungkusan itu di layar, "kau dulu sangat imut cas, kenapa sekarang tidak lagi?" Goda Ginny. Casey yang mendengar itu pun melihatnya dengan pandangan tidak terima "HEY!"

Ketiganya mulai berjalan menyusuri jalan bersarma. "Albus, apa menurutmu aman, meninggalkan mereka bersama orang-orang ini? Aku sudah mengawasi mereka sepanjang hari. Mereka jenis Muggle terburuk yang bisa dibayangkan" Dumbledore memotong McGonagall. "Mereka satu-satunya keluarga yang dia miliki."

Semua orang mengerutkan kening. James angkat bicara, "di mana mum mu dan aku?" Sirius juga bertanya menunjuk dirinya sendiri, Mooney, dan Wormtail "Dan di mana kita?"

"Gadis ini akan menjadi terkenal. Tidak akan ada anak di dunia kita yang tidak tahu namanya." "Tepat. Dia jauh lebih baik tumbuh jauh dari semua itu. Sampai dia siap."

"Kau terkenal karena apa prongslet?" Casey menatap Remus "Kau akan tahu" "wait, prongslet?" Remus menatap james dengan jengah "jelas dia putrimu prongs"

(Dumbledore meletakkan bayi itu di ambang pintu. Hagrid terisak saat dia melakukannya) "Di sana. di sana, Hagrid. Lagipula, ini bukan selamat tinggal" (Dumbledore meletakkan sepucuk surat, ditujukan kepada Mr dan Mrs Dursley)

Para ibu yang melihat itu memandang Dumbledore dengan tidak terima "KAU MENINGGALKANNYA DIDEPAN PINTU DENGAN SEBUAH SURAT?!" Lily yang melihat itu pun cemas "kau meninggalkannya dengan saudariku professor? Dia tidak menyukaiku! Dia tidak menyukai sihir!"

"Semoga berhasil Casey Potter"

"Oh aku sangat membutuhkan itu" teman-temannya menatap dia dengan cemas 'apa yang terjadi?' 'Itu cuma pintu yang terkunci dan teralis jendela kan?' 'Apa yang tidak dia ceritakan kepadaku'

(Layar menunjukkan Casey dengan bekas luka petir di dahinya, memperbesarnya saat bekas luka mulai bersinar. memotong judul film, "Casey Potter and the Philosopher's Stone")

Regulus melihat layar dengan kaget, "Bekas luka terkutuk!" Beberapa orang menatapnya dengan bingung. "Apa?" Dia menghela nafas, "Bekas luka terkutuk. Itu adalah bekas luka yang disebabkan oleh ilmu hitam. Bekas luka seperti itu tidak bisa disembuhkan. Mereka juga dapat terus mempengaruhi orang yang terkena mereka sepanjang hidup mereka, tergantung pada mantra yang digunakan" Casey diam-diam mengejek, 'Oh, itu mempengaruhiku untuk sementara waktu'

MASA DEPAN || Fanfic HPCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang