"maaf, aku pergi ketoilet dulu" ujar Nasya, lalu beranjak dari kursinya, Rika yang khawatir pun menyusulnya.
Saat Nasya berjalan dipinggir kolam, Rina datang dan sengaja mendorong Nasya jatuh kekolam renang.
"kakak" panggil Rika cemas sambil melihat kedalam kolam.
Rika melihat orang yang menjatuhkan Nasya kekolam renang, lalu menghampirinya dan mendorongnya jatuh kekolam renang, saat Nasya tenggelam dikolam renang, Nasya melihat seorang wanita yang ditenggelamkan dikolam tersebut oleh seseorang.
Ditangan orang tersebut terdapat bekas jahitan, Arga melepas jasnya dan menyelamatkan Nasya, sedangkan orang yang membuat Nasya tercebur berusaha untuk berenang sendiri ketepian kolam renang.
Arga membawa Nasya ketepian kolam, Nasya tidak sadarkan diri terbaring ditepian kolam renang, Arga mencoba membangunkannya tetapi tidak berhasil, Rika terus menggoyangkan tubuh Nasya, Nasya kembali melihat seorang wanita yang sama ditenggelamkan oleh seseorang sampai meninggal.
Arga memberikan Nasya napas buatan, air kolam pun mulai keluar dari mulut Nasya, Nasya mulai membuka matanya dan berusaha untuk duduk sambil memegangi kepalanya.
"ada apa?" tanya Arga.
"kapalaku sakit" jawab Nasya.
"apa masih ada kamar yang kosong disini?" tanya Rika kepada pelayan disana.
"iya"jawab pelayan tersebut.
"baiklah, kita bawa kak Nasya kesana" ujar Rika.
Arga pun mengangkat tubuh Nasya dan membawanya kekamar bernomor tujuh, lalu membaringkannya diranjang kamar tersebut.
Nasya dikamar nomor tujuh tersebut, disana ada seorang wanita berwajah pucat dan memakai pakaian serba putih yang menatap Nasya.
"tolong aku, dia meleceh kan ku, dia membunuh ku, dia sangat kejam" ujar wanita berwajah pucat tersebut.
Nasya langsung terbangun dari tidurnya dan duduk diranjang hotel, Nasya menghela napas dan mencoba menenangkan diri, Nasya melihat kearah jendela, ternyata matahari telah terbit, Nasya pun beranjak dari ranjangnya.
Nasya pergi keluar kamar, pada saat yang sama ada pelayang yang lewat, lalu Nasya bertanya, "maaf, apa aku bisa bertemu dengan menejer disini?"
"menejer saya sedang berada diruangannya"jawab pelayan tersebut.
"apa aku bisa bertemu dengannya?" tanya Nasya.
pelayan tersebut pun menunjuk kan jalan keruangan menejernya tersebut, Nasya pun pergi keruangan menejer tersebut, saat Nasya mengetuk pintu ruangan tersebut, tidak ada yang menjawab atau membukakan pintu, Nasya pun memilih pergi pulang kerumahnya sebentar.
Disisi lain Arga pergi kehotel tersebut mencari Nasya, Arga bertanya pada seorang pelayan disana, "apa kau tau dimana penghuni kamar nomor tujuh?"
Pelayan tersebut pun memberi tau Arga bahwa tadi Nasya pergi keruangan menejernya, lalu tak lama kemudian Nasya datang.
"Arga, kau disini, ada apa?"tanya Nasya.
"kau dari mana?"tanya Arga.
"aku dari rumah"jawab Nasya.
"lalu kenapa kau masih disini?"tanya Arga.
"aku akan tinggal disini, aku punya urusan penting" jawab Nasya.
Arga terlihat kebingungan, Nasya pun pergi meninggalkan Arga, Nasya pergi keruangan menejer hotel tersebut, akhirnya ada yang membuka kan pintu saat Nasya mengetuk pintu ruangan tersebut.
"maaf, ada urusan apa ya?"tanya wanita yang membukakan pintu.
"saya mau bicara dengan anda, ini masalah penting" jawab Nasya, lalu wanita tersebut mempersilakan Nasya untuk masuk ruangannya dan duduk disofa.
"jadi, urusan penting apa yang anda bicarakan?"tanya wanita tersebut.
"saya ingin bertanya, tetang yang terjadi dikamar nomor tujuh" jawab Nasya.
"lima belas tahun yang lalu, seorang wanita meninggal dunia dengan keadaan mengenaskan dikamar itu, saya tidak tau siapa yang membunuhnya" ujar wanita tersebut.
Nasya terdiam, lalu kembali bertanya, "wanita itu meninggal dikamar nomor tujuh, apakah wanita itu ditemukan dikamar mandi dengan keadaan tidak bernyawa?" tanya Nasya.
"iya, itu benar, tapi dari mana anda mengetahui hal ini?"jawab wanita tersebut kembali bertanya.
"anda tidak boleh memberi tau siapa pun, jika saya bertanya tentang hal ini"ujar Nasya.
"lalu, apakah ada yang anda ketahui lagi?" tanya Nasya.
"tidak, yang saya tau, keluarganya sangat terpukul atas kematian wanita tersebut, kakaknya sangat marah, dia berkata kasar saat ada polisi dan mengancam akan membuat pemilik hotel ini menderita, sisanya hanya polisi yang tau"jawab wanita tersebut.
"baiklah, kalau begitu saya permisi" ujar Nasya sambil beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan tersebut.
Saat Nasya berjalan, tak sengaja ada seorang pria paruh baya menaberaknya dan membuat handphonenya jatuh, pria tersebut langsung mengambil handphone Nasya dan mengembalikannya pada Nasya, Nasya melihat tanda bekas jahitan yang sama yang dilihatnya saat tenggelam dikolam hotel tersebut.
setelah pemilik hotel tersebut pergi, seorang pelayan menghampirinya dan memberi taunya bahwa tempat pesta ulang tahun kemarin sudah kosong, lalu Nasya pun pergi kesana, barjalan perlahan lahan dipinggir kolam renang, sambil melihat lihat, lalu Nasya berjongkok dipinggir kolam renang dan menyentuh air tersebut sambil memejamkan matanya.
Nasya melihat seorang wanita sedang merendam kakinya dikolam renang tersebut, lalu ada seseorang yang memiliki tanda bekas jahitan yang sama datang dan memegang bahunya, pada saat yang sama ada yang memegang bahu Nasya, Nasya terkejut dan langsung berdiri.
Namun Nasya malah terpeleset dan hampir jatuh, orang tadi pun memegang tangan Nasya dan pinggul Nasya Agar tak terjatuh, ternyata orang tersebut adalah Arga.
Nasya pun mendorong Arga dan berkata, "ternyata kau"
"kenapa kau kesini?"tanya Nasya.
"aku ingin mengajak mu berjalan jalan" jawab Arga.
"aku sibuk" ujar Nasya sambil berjalan pergi dari sana, sebelum Nasya melewati pintu dan pergi dari sana, langkahnya terhenti ketika mendengar suara bisikan aneh, Nasya pun berjalan mencari asal suara tersebut.
Nasya masuk kesebuah ruangan yang gelap, Nasya menyalakan lampu di handphonenya, Arga mengikuti Nasya, Nasya acuh dengan keberadaan Arga didekatnya, Nasya terus berjalan dan masuk kesebuah ruangan yang terbengkalai, disana terdapat kursi, meja dan tempat tidur yang cukup besar, langkahnya terhenti ketika Nasya melihat kearah dinding yang telah retak, Nasya menyentuh dinding tersebut dan memejamkan matanya, sedangkan Arga hanya diam.
Nasya melihat seorang wanita yang sedang berusaha lepas dari cengkeraman seorang pria dan berkelahi dengan seorang pria yang memiliki bekas jahitan ditangannya tersebut, Nasya terkejut dan membuka matanya dengan napasnya yang terengah engah.
"ada apa?"tanya Arga khawatir.
"tidak ada apa apa"jawab Nasya sambil berjalan melihat lihat tempat tersebut, Nasya berhenti kesebuah kursi dan meja, Nasya menyentuh kursi tersebut, lalu memejamkan matanya.
Nasya melihat seorang wanita yang sedang duduk disana sambil memegang buku harian dan menangis, Nasya membuka matanya kemudian membuka laci yang ada dimeja tersebut, lalu mengambil buku harian yang dipegang oleh wanita yang dilihatnya.
"ini buku harian"ujar Arga.
"bisakah kau diam saja"ujar Nasya dengan wajah dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My friend ghost
ParanormalSeorang wanita yang bernama Nasya memiliki kelebihan bisa melihat yang tak kasab mata, Nasya selalu berpindah pindah sekolah karena urusan pekerjaan ayahnya, oleh karena itu Nasya memilih untuk tidak pernah berteman, karena Nasya sudah pernah berpis...
