Nasya hanya berjalan dengan wajah datar tanpa mempedulikan pertanyaan Flora, Nasya pun mempercepat langkahnya meninggal kan Flora, Flora yang melihat itu pun kembali mengejar Nasya dan menarik tangan Nasya, memegang kedua bahu Nasya.
"ada apa dengan mu?, apa kau marah pada kami?" tanya Flora menatap wajah Nasya.
Nasya pun melepas kan tangan Flora dari bahunya sambil menjawab, "tidak"
Nasya pun kembali melangkah pergi dari sana, tak sengaja Arga melihat kejadian tersebut, tak lama kemudian Clarissa, dan Salsa datang.
Flora pun berkata sesuatu yang membuat langkah Nasya terhenti, "lalu kenapa kau menjauhi kami?"
Nasya pun kembali melanjutkan langkahnya tanpa berbalik melihat kearah Flora, Flora yang melihat itu pun meneteskan air mata.
"maaf kan aku semuanya" ujar Nasya dalam hati.
Clarissa, dan Salsa pun menghampiri Flora dan berkata, "ayo kita pergi saja"
Mereka pun pergi kekantin dan duduk semeja, sedangkan Nasya duduk sendirian dikursi kantin, Arga pun duduk sebangku dengan Nasya, Nasya hanya mengacuhkannya.
"apa kau baik baik saja?" tanya Arga.
Nasya menjawab tanpa melihat kearah Arga, "aku tidak apa apa" kemudian memasuk kan sesendok makanan kemulutnya dan mengunyahnya.
"lalu kenapa kau menjauhi mereka?" tanya Arga.
Nasya yang mendengar pertanyaan Arga pun berhenti mengunyah makanan yang ada dimulutnya, Nasya hanya diam dan melanjutkan memakan makanannya.
Arga yang melihat itu pun ikut diam dan memakan makanannya, setelah Nasya selesai makan pun Nasya beranjak dari duduknya dan berjalan pergi dari sana.
Sebelum itu, Arga langsung memegang tangan Nasya sambil berkata, "tunggu"
Nasya pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Arga, kemudian melepaskan tangan Arga dari tangannya dengan kasar dan berkata, "jauhi aku"
Kemudian Nasya pun berjalan pergi dari sana, Arga yang melihat itu terlihat sedih dan bertanya tanya dalam hati, "ada apa dengannya?"
Sepulang sekolah Nasya langsung membereskan barangnya, pergi ketempat parkir menaiki motornya pergi dari sana setelah memakai helmnya, Arga pun mengikutinya menaiki mobilnya.
Nasya menghentikan motornya didekat hutan kemudian turun dari motor dan melepas helmnya, Arga pun mengikuti Nasya, Nasya berjalan masuk kedalam hutan sampai ditempatnya berlatih karate bersama gurunya sebelumnya.
Arga yang melihat pemandangan alam tersebut pun terpukau, Nasya langsung masuk kedalam gua, Arga pun mengikutinya, setelah masuk kegua tersebut Arga terkejut melihat bahwa didalam gua yang ia masuki ada hutan.
Arga kehilangan jejak Nasya, Arga pun berjalan mencari Nasya, saat sedang mencari Nasya, Arga melihat segerombolan orang berkaca mata hitam.
Sebelum salah satu dari segerombolan orang tersebut melihat Arga, ada tangan yang menarik Arga, orang tersebut memojok kan Arga disebuah batu besar disana sambil menutup mulit Arga, ternyata orang tersebut adalah Nasya, Nasya mengacungkan jari telunjuknya kedepan mulutnya menyuruh Arga untuk diam.
Nasya memakai jubah hitam, Nasya pun berdiri disamping batu tersebut sambil mengintib segerombolan orang tersebut, Nasya melihat kearah kerikil.
Mata kiri Nasya berubah berwarna abu abu kemudian Nasya mengarah kan tangannya kekrikil tersebut dan melemparnya kearah mereka, krikil tersebut melayang berhenti didepan segerombolan orang tersebut dan membentuk sebuah tulisan.
Nasya pun menarik tangan Arga dan berlari pergi dari sana, tak sengaja salah satu dari segerombolan orang tersebut melihatnya.
Pria tersebut pun mengejar mereka berdua, Nasya terus memegang tangan Arga dan berlari bersama, langkah mereka berdua terhenti saat orang tersebut berdiri didepannya.
Nasya pun terpaksa melawan pria tersebut, pria tersebut mengeluar kan pisau dari pakaiannya, Nasya yang melihatnya pun berteriak kepada Arga, "hei, pergilah"
"tidak, aku tidak bisa meninggalkan mu" jawab Arga.
Nasya yang mendengar jawaban Arga pun mendesus kesal, tiba tiba ada seseorang yang memakai jubah hitam datang dan melawan pria tersebut.
"pergilah" teriakan orang berjubah tersebut.
Nasya pun langsung berlari menghampiri Arga dan membawanya berlari pergi menjauh dari sana, mereka berdua keluar dari gua.
Setelah dirasa cukup jauh, Nasya pun berhenti berlari dan melepaskan tangan Arga, Nasya berjalan menghampiri sebuah batu besar dengan pohon besar disampingnya.
Nasya pun duduk diatas batu besar tersebut, Nasya membuka jubah yang menutupi wajahnya.
Arga pun menghampiri Nasya dan berdiri didepannya, Nasya bertanya tanpa menatap wajah Arga, "untuk apa kau mengikuti ku?"
Arga hanya diam mematung tak menjawab pertanyaan Nasya, Nasya pun berdiri dari duduknya dan menatap Arga.
"kembalikan kalung itu" perintah Nasya sambil menyodorkan tangannya kearah Arga.
"tidak, kau yang sudah memberikan kalung ini pada ku, kanapa aku harus mengembalikannya" ujar Arga.
Nasya menatap tajam Arga dan berusaha mengambil kelung yang melingkar dileher Arga, Arga pun langsung memegang tangan Nasya dan mencegahnya mengambil kalung tersebut.
Nasya terus berusaha untuk mengambil kalung tursebut, sambil berkata, "kembalikan kalung itu"
Arga melangkah mundur sambil memegangi tangan Nasya, mencegah Nasya untuk mengambil kalungnya tersebut.
Arga terus melangkah mundur dan Nasya terus melangkah maju sampai Arga dan Nasya terpeleset dan jatuh bertindihan disungai dangkal yang mengalir tenang, Membuat pakaian mereka basah.
Mereka saling bertatapan sampai akhirnya Nasya melepaskan kalung tersebut dan beranjak, setelah Nasya mengambil kalung tersebut Nasya langsung berjalan kembali masuk kegua tersebut.
Nasya langsung menghentikan langkahnya begitu dia menyadari Arga sedang mengikutinya, Nasya pun berbalik melihat kearah Arga.
"kenapa kau masih mengikuti ku?"
tanya Nasya.
"ada yang ingin ku tanyakan pada mu" jawab Arga.
Nasya yang mendengar itu pun menghela napas lelah dan berkata, "pergilah, aku akan bicara pada mu nanti"
Nasya kembali berjalan pergi dari sana, Arga tetap mengikuti Nasya dari belakang, Nasya yang menyadari itu pun kembali menghentikan langkahnya dan berbalik.
"baiklah, tanyakan, sambil jalan" ujar Nasya.
Mereka berjalan bersama, Arga pun mulai bertanya, "kenapa kau menjauhi Clarissa, Salsa, dan Flora?"
"aku tidak ingin membuat nyawa mereka dalam bahaya" jawab Nasya.
"maksud mu?" tanya Arga meminta penjelasan.
"ada beberapa segerombolan orang yang mengincar ku, segerombolan orang yang satu mengincar kalung ini dan ingin menghancurkannya, sedangkan yang lain, ingin kalung ini jatuh ketangan orang yang akan menjadi korban kalung ini" jawab Nasya.
"kenapa mereka mengincar kalung itu?, apa keistimewaan kalung itu?" tanya Arga.
"kalung ini memiliki kekuatan untuk membuat seseorang bisa hidup selama yang mereka mau, tapi untuk itu, mereka harus mengorbankan teman tak kasap mata mereka" jawab Nasya.
"aku mengerti" tanya Arga.
"tapi, aku masih belum paham" ujar Arga, Nasya yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My friend ghost
ParanormalSeorang wanita yang bernama Nasya memiliki kelebihan bisa melihat yang tak kasab mata, Nasya selalu berpindah pindah sekolah karena urusan pekerjaan ayahnya, oleh karena itu Nasya memilih untuk tidak pernah berteman, karena Nasya sudah pernah berpis...
