Nasya menjawab dengan matanya yang sembab, "aku mau menghabisinya, aku mau membalaskan dendam untuk adikku"
Saat Nasya mau pergi Arga langsung menarik tangan Nasya dan memeluk Nasya kemudian berkata, "tenanglah, aku tau kau marah, tapi kau tidak boleh gegabah, kau hanya perlu mendapatkan bukti yang kuat dan menjebloskannya kepenjara"
Nasya langsung mendorong Arga, kemudian Nasya mengusap air matanya, Arga perlahan lahan melangkah mendekati Nasya, Nasya yang melihatnya terkejut dan melangkah mundur sedikit sambab.
Setelah Arga sampai tepat didepan Nasya, Arga perlahan lahan melepas ikat rambut Nasya, Nasya hanya diam mematung, kemudian Arga berkata, "kau terlihat lebih cantik, jika rambutmu terurai"
Nasya langsung pergi masuk kemarkasnya kemudiam masuk keruangan, setelah Nasya menutup pintu ruangannya, Nasya berdiri didepan cermin dan mengambil dua ikat rambut berwarna pink dimeja tersebut.
Nasya mengingat disaat dia dan adiknya sedang berada dikamar bersama, adiknya sedang mengikat rambut Nasya menjadi dua kemudian berkata, "kakak terlihat sangat imut, aku suka melihat kakak dengan penampilan seperti ini"
Nasya meneteskan air mata dengan wajahnya yang tersenyum dan berkata, "sekarang aku harus kemana untuk menemuimu?, bagaimana caraku bertemu denganmu?, kuharap kita bisa bertemu lagi"
Nasya baru keluar dari ruangannya dimalam hari, Nasya keluar dengan mengikat rambutnya menjadi dua, mereka semua terkejut melihat hal tersebut, Nasya tak menghiraukan mereka, Nasya langsung pergi dari sana, Arga pun mengikutinya.
"kau mau kemana?" tanya Arga.
"ke makam" jawab Nasya dengan wajah datar.
"aku ikut" ujar Arga.
Nasya menghela napas dan menjawab dengan terpaksa, "baiklah, ayo"
Nasya masuk kemobil Arga, mereka pun pergi kemakan berdua, saat diperjalanan Arga bertanya, "apa kau baik baik saja?"
"bisakah kau diam, aku sedang tidak mau membicarakannya pada siapa pun" jawab Nasya.
"baiklah" ujar Arga sambil menghela napas.
Sesampainnya disana, Arga mengikuti Nasya yang baru saja keluar dari mobilnnya, Nasya yang mengetahuinya pun menghentikan langkahnya dan berkata, "tolong biarkan aku sendiri"
Arga pun berdiri mematung disana, Nasya berjalan kesebuah pemakaman, Nasya duduk didekat makam tersebut, makam tersebut adalah makam adiknya, Nasya menaburkan bunga mawar disana dan menyiramnya dengan air putih.
Nasya berkata, "aku merindukanmu, ku harap aku bisa bertemu dengan mu lagi" Nasya memeluk makam tersebut.
Tiba tiba hembusan angin membuat daun daun disana berterbangan, dari bawah daun yang berterbangan terlihat kalung aneh yang pernah Nasya lihat.
Nasya menutup matanya perlahan lahan, setelah mata Nasya sudah terpejam...
Nasya sedang berada disebuah tempat yang gelap, Nasya melihat adiknya datang dari cahaya, Nasya meneteskan air mata, adiknya pun menghampiri Nasya.
"kakak disini?, bagaimana kakak bisa ke sini?" tanya adiknya, Nasya hanya diam menatap adiknya tersebut, kemudian memeluk erat adiknya tersebut.
Setelah Nasya melepaskan pelukannya adiknya kembali bertanya, "bagaimana kakak bisa menyentuhku?"
Nasya mengusap air matanya dan menjawab, "memangnya kenapa?, apa kakak tidak boleh memelukmu?"
"tidak, bukan begitu, sekarang kakak sudah ada di dimensi lain, tidak ada orang yang bisa kesini, hanya orang yang sudah mati yang bisa" jawab adik Nasya.
"apa?" ujar Nasya terkejut.
"kakak masih hidup kan, jadi kakak harus segera kembali kedunia kakak, jika kakak tidak pergi, kakak bisa terjebak disini selamanya" ujar adiknya.
"tidak, aku tidak mau berpisah denganmu lagi" ujar Nasya.
Tiba tiba Nasya seperti ditarik oleh seseorang, Nasya langsung memegang tangan adiknya arat, Nasya pun tidak jadi tertarik.
"aku tidak mau pergi, aku tidak mau berpisah denganmu lagi" ujar Nasya.
Adiknya berkata sambil melangkah maju, membuat Nasya juga melangkah mundur perlahan lahan, "kakak harus pergi, kakak masih punya kehidupan disana, kakak harus pergi"
"tidak, jika kakak pergi, maka kakak tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi" ujar Nasya dengan matanya yang sembab.
"kita akan bertemu lagi di kehidupan berikutnya" jawab adik Nasya.
Kemudian mendorong Nasya jatuh, Nasya seperdi ditelan oleh sebuah bayangan berbentuk oval tipis.
Nasya meneteskan air mata dengan matanya yang masih terpejam, Nasya berada dipangkuan Arga, Arga mencoba membangunkan Nasya, kemudian perlahan lahan Nasya membuka matanya.
"kau baik baik saja?" tanya Arga.
Nasya pun beranjak dari pangkuannya, Arga pun ikut beranjak, Nasya mengusap air matanya kemudian berkata, "pergilah, aku ingin berjalan jalan sendiri"
Nasya pun berjalan pergi dari sana, tanpa diketahui Nasya, pria yang ia lihat melihat kalung yang dipakai oleh Nasya, Arga pun mengikutinya dari belakang.
"Nasya" panggil Arga, Nasya pun menghentikan langkahnya dan berbalik.
"ada apa?" tanya Nasya.
Kemudian Arga menghampiri Nasya dan bertanya, "kalung apa itu?"
Seketika Nasya langsung memegang kalung tersebut, saat Nasya mencoba melepasnya, tangan Nasya malah terluka, Arga pun menyedot darah tersebut menggunakan mulutnya.
Setelah itu Nasya langsung melepaskan tangan Arga dari tangannya kemudian pergi dari sana, Arga pun menyusulnya dan berjalan disampingnya.
Arga lengsung menarik tangan Nasya berlari, Nasya bertanya sambil berlari, "hei, kenapa kau menarikku?"
"ikut saja" jawab Arga.
Arga membawa Nasya kesebuah pasar malam, kemudian Nasya berkata, "kau menarik tanganku, hanya untuk pergi kepasar malam"
"ya, aku tidak pernah pergi kepasar malam sebelumnya, jadi aku ingin pergi bersama mu" jawab Arga.
Nasya mengingat perkataan adiknya kemudian menjawab dengan tersenyum, "baiklah, ayo" Nasya berjalan masuk kepasar malam tersebut.
Arga pun tersenyum senang kemudian menyusul Nasya, Arga berjalan disamping Nasya sambil melihat sekeliling, Nasya yang melihatnya pun bertanya, "kau hanya melihatnya, kau tidak ingin bermain?"
"apa?" ujar Arga, Nasya menarik tangan Arga menuju kesalah satu permainan.
Mereka bersenang senang memainkan permainan yang ada disana satu per satu, Nasya mencoba untuk bersikap agak dingin.
Setelah sudah cukup lama, Nasya dan Arga berjalan untuk pergi pulang, Arga melihat tempat photobooth, Arga pun langsung menarik tangan Nasya kesana dan mengajaknya berfoto.
Nasya berada didepan Arga, Nasya menunjukkan wajah datar.
"Nasya, bisakah kau sedikit tersenyum?" tanya Arga.
Nasya pun menghena napas dan tersenyum sambil bergaya seperti orang imut.
Arga menarik kedua ikat rambut Nasya keatas, kemudian Arga meletakkan tangannya dibahu Nasya, setelah potretan terakhir Arga memegang pinggul Nasya mendekat, Nasya terkejut dan menatap kearah Arga, begitu juga Arga.
Setelah potretan terakhir selesai, Nasya langsung mendorong Arga dan langsung keluar.
Nasya berjalan terlebih dahulu, Nasya menghentikan langkahnya begitu melihat penjuah ice cream, Nasya mengingat kenangannya bersama adiknya.
Arga yang melihatnya pun langsung membeli dua buah ice cream, kemudian memberikan satu ice cream kepada Nasya, Nasya pun menerimanya sambil berkata, "terimakasih"
Mereka berjalan dijalan yang sepi dan sempit sambil memakan ice cream mereka masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
My friend ghost
ParanormalSeorang wanita yang bernama Nasya memiliki kelebihan bisa melihat yang tak kasab mata, Nasya selalu berpindah pindah sekolah karena urusan pekerjaan ayahnya, oleh karena itu Nasya memilih untuk tidak pernah berteman, karena Nasya sudah pernah berpis...
