Disisi lain guru profesional yang akan datang kesekolah pekan depan sedang mengurus data murid disekolah, tak lama kemudian seorang pria muda datang menghampirinya.
"bu, saya punya informasi" ujar pria muda tersebut.
"informasi apa?, jika tidak penting kau tidak perlu membuang buang waktu ku, pergilah, aku sedang sibuk" ujar guru tersebut sambil mengerjakan pekerjaannya.
Pria muda tersebut pun menunjukkan video saat Nasya, Arga, Clarissa, Salsa dan Flora melawan murid murid baru hari itu.
Guru profesional tersebut pun terdiam dan merenung setelah melihat rekaman tersebut.
Disisi lain lagi guru beladiri yang ditunggu baru saja datang, bu guru pun meminta murid muridnya untuk masuk kelas dan duduk dikursi masing masing.
Tak lama kemudian guru tersebut pun masuk kekelas Nasya, ternyata guru barunya adalah seseorang yang dilihat oleh Nasya.
"perkenalkan anak anak, dia adalah guru baru beladiri kita" ujar bu guru.
Semua murid berkata, "salam guru" kecuali Nasya yang duduk diam menatap guru barunya tersebut.
"langsung saja guru, anda bisa memulai pelajaran khusus hari ini untuk para murid murid, saya permisi" ujar bu guru kemudian pergi dari sana.
"baiklah, aku yakin kalian sudah mendengar beberapa hal tentangku" ujar guru tersebut.
Salah satu murid mengangkat tangannya dan bertanya, "bu guru bilang guru ingin menemui murid yang anda anggap sebagai murid istimewa, siapakah dia?"
"dia adalah seorang wanita" jawab guru tersebut.
Semua murid mulai bising dan melihat kearah satu sama lain kecuali Nasya yang hanya diam, menunjukkan wajah datar tak peduli menatap guru tersebut.
"ayolah guru, apa ini pelajaran teka teki, katakan saja guru siapa orang itu?" tanya murid tersebut.
"baiklah, aku ingin bertarung dengannya satu lawan satu" ujar guru tersebut
Semua murid bertanya tanya dan berkata, "dia pasti sangat kuat"
"ayolah guru, katakan saja, jangan membuat kami penasaran"ujar murid tersebut.
Guru tersebut pun menunjuk kearah Nasya dan berkata, "dialah orangnya"
Semua orang melihat kearah Nasya dan terlihat terkejut, sedangkan Nasya hanya menunjukkan wajah datar dan menyandarkan badannya dikursi tersebut.
"apa guru serius?" tanya salah satu murid.
"ya, dia orangnya, aku melihatnya saat dia bertarung mengalahkan murid murid hari itu" jawab guru tersebut.
"bagaimana?, apa kau mau bertarung melawan ku?" tanya guru karate tersebut.
Nasya menghembuskan napas kesal kemudian menjawab, "baiklah"
Nasya dan guru karate tersebut berdiri berhadapan diarena pertarungan, sedangkan para murid menonton pertarungan tersebut, Clarissa, Salsa, dan Flora berteriak untuk menyemangati Nasya, "Nasya, berjuanglah, kau pasti bisa"
Sedangkan Arga khawatir kepada Nasya dan berkata dalam hati, "semoga saja dia bisa menang, tanpa terluka"
Dara, dan Vina tersenyum sinis, Dara berkata dalam hati, "dia pasti akan kalah"
Dara berkata dalam hati, "dia tidak mungkin menang"
Vina berkata dalam hati, "dia pasti akan terluka, aku yakin itu"
Nasya mengambil ancang ancang untuk melawan guru tersebut, pertarungan pun dimulai!.
Nasya langsung berlari keaeah guru tersebut, guru tersebut langsung menangkis serangan Nasya dan berbalik memukul Nasya, Nasya terjatuh, tetapi Nasya kembali bangkit.
Nasya pun kembali menyerang, guru tersebut langsung memegang tangan Nasya, dan melipat tangan Nasya kepunggung dan berbisik ditelinga Nasya, "gunakan mata kiri mu, dan dengarkan perkataan teman mu itu"
Seketika Nasya membelalakkan matanya terkejut, guru tersebut pun melepaskan Nasya.
"bagaimana, dia bisa tau?, tapi aku tidak bisa membiarkannya menang!" ujar Nasya dalam hati.
Nasya menutup matanya, saat Nasya membuka matanya mata kirinya berubah menjadi berwarna abu abu.
Nasya kemudian berkata, "aku siap, ayo kita lakukan!"
Nasya berlari kearah guru tersebut dan melayangkan pukulan kearahnya, guru tersebut pun menangkisnya, Nasya langsung menggunakan tangannya yang lain untuk memegang tangan gurunya tersebut dan mengangkat tubuh gurunya kemudian membantingnya.
Nasya pun berdiri dan masih dalam posisi ancang ancang untuk menyerang kembali, guru tersebut pun kembali bangkit.
"kau cukup kuat dan tangguh juga ya!" ujar guru tersebut.
Guru tersebut pun menyerang Nasya, saat Nasya lengah Nasya terpukul membuat ujung bibirnya mengeluarkan darah, Nasya tetap fokus dan Nasya terus menangkisnya sambil menatap gurunya tersebut dengan mata kirinya yang masih berwarna abu abu.
Nasya mendengar suara bisikan ditelinganya, "menunduk dan pukul"
Nasya pun melakukan hal tersebut, Nasya berjongkok dan memukul perut gurunya tersebut sampai terpental dan terkapar.
Nasya kembali berdiri dan melakuka gerakan salto kearah guru tersebut, guru tersebut yang melihatnya pun langsung bangkit, dan menghindari Nasya, Nasya kembali berdiri tegak dan mengambil ancang ancang untuk kembali bertarung.
Guru tersebut berlari kearah Nasya, Nasya kembali mendengar suara bisikan ditelinganya, "buat dia jatuh dengan kaki mu"
Nasya pun melakukan hal tersebut, saat guru tersebut mulai dekat Nasya langsung menjatuhkan kaki guru tersebut menggunakan kakinya.
Nasya memegang baju bagian dada gurunya tersebut untuk mencegahnya bangkit, tangan Nasya yang lainnya mengambil ancang ancang untuk memukulnya, namun Nasya menghentikannya tepat didepan kepala guru karate tersebut.
Nasya pun kembali berdiri, Nasya mengulurkan tangannya untuk membantu guru tersebut bangun sambil memalingkan wajahnya.
Setelah guru tersebut bangkit, Nasya pergi dari sana dengan matanya yang kembali seperti semula.
Saat para murid berjalan kembali kekelas, mereka semua membicarakan Nasya dan bertanya tanya tentang Nasya, "apa kau lihat tadi, matanya berubah warna menjadi abu abu"
"itu benar benar aneh" ujar salah satu murid.
"menurut mu itu apa?, bagaimana bisa begitu?"ujar murid yang lainnya.
Saat dikelas Arga yang melihat Nasya belum mengobati lukanya pun menghampirinya, Arga menyingkirkan meja yang ada didepan Nasya, kemudian mendorong kursi yang ditempati oleh Nasya agar bersandar pada dinding.
Kemudian mengobati luka yang ada diujung bibir Nasya, Nasya yang melihat itu membelalakkan matanya melihat kearah Arga.
Dara yang melihat itu mengepalkan tangannya marah dan berkata dalam hati, "aku akan membalas mu!"
Sepulang sekolah Clarissa, Salsa dan Flora menghampiri Nasya yang sedang berjalan menuju pintu sekolah.
"Nasya, tadi kau itu benar benar keren, tapi kenapa mata kiri mu berubah menjadi warna abu abu?" tanya Clarissa.
"untuk apa aku menjawabnya" ujar Nasya.
"ayolah Nasya, kami ini teman mu kan?" tanya Salsa.
"sejak kapan?" jawab Nasya dengan wajah datar dan berjalan pergi dari sana.
"dia benar benar sulit untuk diajak bergaul" ujar Clarissa.
Sesampainya disana Nasya langsung mengganti bajunya dan duduk diam di meja belajarnya, Nasya mengingat kejadian disekolah tadi tentang Arga.
Nasya membaringkan tubuhnya diranjang dan menarik selimutnya mencoba untuk tidur dan melupakannya, tetapi selimut Nasya malah seperti ditarik, Nasya pun berkata, "ayolah, aku tidak ingin bermain sekarang, diam lah"
KAMU SEDANG MEMBACA
My friend ghost
ParanormalSeorang wanita yang bernama Nasya memiliki kelebihan bisa melihat yang tak kasab mata, Nasya selalu berpindah pindah sekolah karena urusan pekerjaan ayahnya, oleh karena itu Nasya memilih untuk tidak pernah berteman, karena Nasya sudah pernah berpis...
