Part 21

35 4 0
                                        

"kau bisa tidur dikamar mu, ada baju mu disana, kau bisa memakainya terlebih dahulu, dari pada kau harus berjalan lagi pergi kerumah lama mu" ujar wanita tersebut.

Nasya hanya diam, berjalan masuk kesebuah ruangan, sebelum Nasya masuk keruangan tersebut, salah satu wanita tersebut memegang tangan Nasya.

"apa, kau tidak mau mengobati lukamu dulu?" tanya wanita tersebut.

Nasya melepaskan tangan wanita tersebut dari tangannya dengan kasar dan menjawab, "aku akan mengobatinya sendiri nanti"

"dan, siapkan kamar untuk mereka, jaga mereka" ujar Nasya, kemudian masuk kedalam ruangan tersebut dan menutup pintu tersebut.

Setelah sudah cukup lama Nasya duduk diranjang kamarnya, ada ketukan suara seseorang mengetuk pintu.

"masuk" ujar Nasya.

Wanita tersebut pun masuk membawa makanan dan minuman, wanita tersebut meletak kan makanan dan minuman tersebut diranjang dan berkata, "sebaiknya kau makan" lalu wanita tersebut pergi keluar dari kamar Nasya, dan kembali menutup pintu.

Setelah wanita tersebut keluar wanita lainnya bertanya, "bagaimana?"

"dia duduk diam diranjang kamarnya" jawab wanita tersebut.

"kita harus mengawasinya" ujar salah satu wanita tersebut.

Tiba tiba terdengar suara Clarissa, "mengawasi apa?, kenapa kalian harus mengawasi Nasya?"

"ini bukan urusan kalian" jawab wanita tersebut.

"kami adalah temannya, jadi apa yang menjadi urusannya akan menjadi urusan kami juga" ujar Flora.

"mungkin kalian menganggap Nasya sebagai teman, tapi bukan berarti Nasya mengagap kalian sebagai temannya" ujar wanita tersebut.

"kenapa begitu?" tanya Arga.

"Nasya tidak akan semudah itu berteman dengan orang seperti kalian" jawab wanita tersebut.

Lalu terdengar suara Nasya, "hei, bisakah kalian tidak bertengkar"

Nasya berjalan perlahan lahan mendekati mereka, lalu Nasya melihat kearah wanita tersebut dan berkata, "kalian pergilah"

Mereka pun pergi dari sana, saat Nasya mau melangkah pergi dari sana, Arga memegang tangan Nasya membuat langkahnya terhenti.

"kami adalah teman mu kan?" tanya Arga.

Nasya menjawab dengan wajah dingin, "apakah perkataan mereka tadi kurang jelas!" Arga melepaskan tangan Nasya, Nasya pun pergi dari sana.

Arga dan yang lainnya pun berjalan mengikuti Nasya, Nasya berjalan ditempat yang agak ramai, langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang membawa barang belanjaan keluar dari sebuah toko, Arga dan yang lainnya pun ikut menghentikan langkah mereka dari belakang, Arga dan yang lainnya berjalan mendekati Nasya.

Tiba tiba Nasya berlari memutar badannya dan mengakat kakinya kearah wanita tersebut, wanita tersebut menjatuhkan barang belanjaannya dan berbalik, menangkis serangannya, kemudian Nasya melepaskan tangan wanita tersebut dari kakinya dan kembali menyerang.

Mereka pun bertarung, wanita tersebut terlihat terus menangkis dan menghindari serangan Nasya, saat wanita tersebut lengah, Nasya langsung menjatuhkannya dijalan sambil memegang baju bagian dada wanita tersebut, lalu berkata dengan napas terengah engah, "menyerahlah!"

Wanita tersebut tersenyum dan tertawa dan menjawab, "baiklah, aku menyerah" Nasya melepaskan wanita tersebut, lalu berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantunya bangun.

Setelah wanita tersebut berdiri, wanita tersebut berkata sambil tersenyum, "akhirnya kau kembali, aku sangat merindukanmu"

Arga dan yang lainnya menghampiri mereka berdua.
"tadi itu apa, kenapa Nasya menyerangmu, dan kenapa kalian tiba tiba jadi akrab" tanya Clarissa bingung.

Nasya hanya mengacuhkan perkataan Clarissa, Nasya memilih membereskan barang belanjaan wanita tersebut.

"kalian siapa?" tanya wanita tersebut, mereka hanya diam, lalu wanita tersebut bertanya kepada Nasya, "Nasya, siapa mereka?"

"mereka bukan siapa siapa, ayo kita pergi" jawab Nasya sambil berjalan pergi dari sana membawa barang belanjaan wanita tersebut.

"ayo kita menyusulnya" ujar wanita tersebut.

Mereka pun menyusul Nasya, wanita tersebut menghampiri Nasya dan memegang bahu Nasya, sedangkan Arga dan yang lainnya mengikuti mereka dari belakang.

Mereka sampai kesebuah rumah yang agak besar, wanita tersebut pun masuk kedalam ruangan tersebut, Nasya memilih pergi kebelakang rumah wanita tersebut, disana terdapat pohon besar yang subur, tak lama kemudian wanita tersebut datang menghampiri Nasya, pada saat yang sama Arga dan yang lainnya tak sengaja melihat mereka berdua.

"aku tau kau kembali untuk apa, tapi apakah kau tidak mau berlatih dan bertarung dengan petarung disini?" tanya wanita tersebut.

"kau selalu saja memanggil semua muridmu sebagai petarung" ujar Nasya sambil tersenyum.

"memang begitu kenyataannya, ayo bertarunglah dengan petarung lainnya" ujar wanita tersebut sambil menarik tangan Nasya.

wanita tersebut membawa Nasya kesebuah ruangan yang terdapat banyak loker, wanita tersebut membuka salah satu loker tersebut dan mengeluarkan seragam lalu memberikannya kepada Nasya.

"aku sedang tidak ingin" ujar Nasya sambil mendesus.

"ayolah, kau sudah kembali, jadi kau harus berlatih" ujar wanita tersebut, wanita tersebut mendorong Nasya pergi kesebuah ruang ganti.

Wanita tersebut, Arga, Clarissa, Salsa, dan Flora masuk kedalam ruangan latihan.

"guru kau sudah pulang, siapa mereka?" tanya salah satu pria yang memakai seragam karate.

"lupakan itu, sebentar lagi orang yang kita tunggu akan datang kembali" jawab wanita tersebut.

Nasya datang dengan memakai seragam karate yang diberikan wanita tersebut padanya, semua orang terkejut sekaligus senang, kecuali seorang pria yang bertanya pada gurunya tadi dan seorang wanita yang berdiri disamping pria tersebut.

Pria tersebut memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Nasya, sedangkan wanita tersebut menatap tajam Nasya, Nasya kembali menatap wanita tersebut dengan wajah dingin, Arga yang melihat tingkah mereka pun kebingungan.

Semua orang berkata penuh antusias terkecuali mereka berdua, "Nasya, kau kembali"

"aku senang kau kembali" ujar salah satu wanita disana.

"ayo kita berlatih" ujar salah satu pria tersebut.

"tidak, dia harus berlatih denganku dulu" ujar salah satu wanita tersebut.

Mereka semua pun beradu mulut untuk berlatih dengan Nasya, Nasya berteriak membuat mereka semua diam, "Bisakah kalian semua diam!" mereka semua diam dan kembali duduk ditempat mereka.

Wanita tersebut memilih satu per satu muridnya untuk berlatih dengan Nasya, Nasya mengalahkan mereka semua.

Saat wanita tersebut memilih pria yang memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Nasya tadi, awalnya pria tersebut menolak, tetapi wanita tersebut memaksanya.

Mereka pun bertarung, pria tersebut tidak mau menyerah, pria tersebut terus berdiri setelah Nasya menjatuhkannya, sampai akhirnya Nasya menjatuhkan pria tersebut dan memegang baju bagian dada pria tersebut dan menatapnya dengan napas terengah engah.

Wanita yang menatap Nasya tadi pun mendorong Nasya dan membantu pria tersebut berdiri, Arga terlihat kebingungan dengan sikap mereka, Arga beranjak dari duduknya dan membantu Nasya untuk berdiri, tetapi Nasya memilih bangkit sendiri dan langsung pergi dari sana.

Nasya duduk diatas pohon besar yang ada dibelakang rumah wanita tersebut, wanita yang menatap Nasya tadi datang dan memanggil manggil Nasya, Nasya pun turun dari atas pohon.

My friend ghostCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang