Murid tersebut perlahan lahan berbalik, murid tersebut terkejut sampai terjatuh dilantai, Nasya pun memiringkan kepalanya sambil tersenyum dan menampilkan tatapan menyeramkan.
"sungguh menyenangkan" ujar Nasya dengan suara khas hantu yang ia buat buat.
Semua murid yang ada disana ketakutan, sedangkan murid yang duduk dilantai didepan Nasya tersebut menyeret tubuhnya kebelakang.
Nasya pun perlahan lahan melangkah maju dengan kedua lengannya yang perlahan lahan terangkat.
Nasya yang melihat itu pun tak tahan menahan tawa dan langsung tertawa terbahak bahak, semua murid yang ada disana seketika membelalak kan mata mereka terkejut.
"Nasya, apa itu kau?" tanya salah satu murid tersebut.
Nasya pun berhenti tertawa dan menatap tajam melihat kearah mereka, "ya, ini aku"
"kalian sudah ketakutan, lupakan saja, aku tidak ingin terlalu menakuti kalian" ujar Nasya.
Clarissa, Salsa, dan Flora pun masuk kekelas menghampiri Nasya.
"seharusnya tadi kau melanjutkannya" ujar Flora.
"apa kau lihat ekspresi wajah mereka tadi?, mereka benar benar ketakutan" ujar Clarissa sambil tertawa.
"mereka bahkan lupa bahwa ini hari halloween" ujar Salsa sambil tersenyum menahan tawa.
"hei, kalian pikir kami takut!" ujar salah satu murid tersebut.
"ya, kami tidak takut, kami hanya, terkejut" ujar salah satu murid tersebut.
"baiklah kalau begitu, kami pergi saja, kami masih punya waktu untuk menakuti yang lainnya" ujar Nasya, mereka berempat pun pergi dari sana.
Disisi lain salah satu dari segerombolan orang yang memakai jubah datang dengan memakai jubah hitam tersebut menutupi wajahnya, saat orang tersebut berjalan, ada beberapa murid pria yang menghampirinya.
"kostum mu bagus juga, tapi kostum mu tidak menyeramkan, sepertinya aku juga tidak pernah melihat mu" ujar salah satu murid tersebut.
Saat murid tersebut hampir membuka kerudung jubah yang menutupi wajah orang tersebut, dia langsung menyingkirkan tangan pria tersebut dengan kasar.
"kau menantang ku ya" ujar pria tersebut.
Pria tersebut pun langsung melayangkan pukulan kearah kepala orang berjubah tersebut, orang tersebut menghindar dan menggenggem tangannya kemudian memutarnya, sampai pria tersebut berteriak kesakitan.
Nasya, Clarissa, Salsa, dan Flora yang tidak sengaja lewat pun menghampirinya, Nasya yang melihatnya pun langsung melepaskan tangan orang berjubah tadi dari tangan pria tersebut dan mendorongnya jatuh.
Orang tersebut bangkit dan berdiri tegak menghadap Nasya, Nasya pun berkata, "ini hari helloween, bukan hari kekerasan!"
"aku ingin bicara dengan mu, ikut aku" ujar orang tersebut sambil melangkah pergi dari sana.
"aku tidak mau" jawab Nasya kemudian melangkah berlawanan arah darinya.
Orang tersebut pun menghampirinya dan memegang tangan Nasya, Nasya berbalik dan berkata dengan wajah datar, "aku tidak mau"
Nasya pun melepaskan tangan orang tersebut dari tangannya dengan kasar, kemudian pergi dari sana.
Sepulang sekolah Nasya mengganti bajunya dengan seragam sekolah kemudian Nasya pergi ketempat parkir, disana orang berjubah tersebut berdiri menunggu Nasya.
Nasya pun menghampirinya dan berdiri didepannya kemudian bertanya, "kenapa kau masih disini?"
"aku ingin bicara dengan mu" jawab orang berjubah tersebut.
Orang tersebut pun membuka kerudung yang menutupi wajahnya, mata yang tadinya terpejam pun perlahan lahan terbuka, Nasya terkejut melihat kedua mata pria tersebut yang berwarna abu abu.
Semua orang yang berada disana terlihat membicarakan dan mengerubungi mereka, Nasya yang melihat itu pun berkata, "tutupi wajah mu, dan kita bicara ditempat lain saja"
Nasya pun melangkah dan menaiki motornya kemudian berkata kepada pria tersebut, "ayo naik"
"bagaimana caranya?" tanya pria berjubah tersebut.
Nasya menghela napas kesal kemudian menjawab, "lihat orang lain yang membonceng dan lakukan lah"
Pria tersebut pun melihat kearah seseorang yang sedang berboncengan, pria tersebut pun duduk seperti yang dilakukan orang yang ia lihatnya tersebut, Nasya pun menarik tangan pria tersebut untuk berpegangan padanya dan pergi dari sana.
Mereka berdiri dipinggir jembatan sambil memandang pemandangan dari atas sungai, Nasya pun bertanya, "apa yang kau ingin kan?"
"aku tidak menginginkan apa pun, aku hanya ingin memberi tau mu, jangan salah paham tentang kami" jawab pria tersebut.
"maksud mu?" tanya Nasya.
"mata abu abu yang kau miliki dan ku miliki, dikarena kan kita berteman dengan hantu yang menjadi teman kita, sedang kan segerombolan orang yang berkaca mata hitam itu, mereka mengorbankannya, untuk bisa hidup selama yang mereka mau" jawab pria tersebut.
"apa?, jadi guru juga..." ujar Nasya terkejut, sebelum Nasya selesai bicara pria berjubah tersebut langsung menjawab, "ya, kalung yang kau pakai, adalah benda yang digunakan untuk ritual itu, kami mencegah mu untuk itu, tapi mereka mendorong mu untuk melakukannya"
"aku datang bukan untuk memaksa mu, tapi aku datang hanya untuk memberi tau mu tentang hal itu saja, aku pergi" ujar pria tersebut.
"tunggu" teriak Nasya membuat langkah pria tersebut terhenti, pria tersebut pun berbalik.
"lalu, apa tujuan kalian mengincar kalung ini?" tanya Nasya.
"kami ingin menghancur kannya, kami tidak ingin ada seseorang yang melakukan hal itu lagi" jawab pria tersebut kemudian pergi dari sana.
Nasya pun merenug kemudian Nasya memutuskan untuk pergi dari sana.
*****
Keesokan harinya Nasya, Clarissa, Salsa, Flora dan Arga sedang berlatih mempersiap kan perlombaan nanti malam, beberapa kru mulai mempersiapkan panggung dan segala keperluan lainnya.
"baiklah, hari ini kalian akan tampil, jadi aku ingin, kalian berlatih keras, dan kalian bisa tampil diatas panggung dengan baik" ujar guru profesional tersebut.
Lalu ada seorang anggota kru menghampiri guru profesional tersebut dan berkata, "sepertinya hari ini mereka tidak datang"
"hubungi mereka" ujar guru profesional.
"baiklah, kami akan mencobanya lagi" ujar anggota kru tersebut, kemudian pergi dari sana.
"siapa yang kau tunggu?" tanya Nasya.
"dua murid yang akan ikut tampil, mereka akan mengisi bagian tari balet dan lagu pop" jawab guru tersebut.
Malam pun tiba guru profesional mulai cemas karena dua murid yang ia tunggu belum kunjung datang, para penonton mulai berdatangan, dan seharusnya pertunjukan sudah dimulai.
Guru profesional pun terpaksa memulai pertunjukan tanpa mereka, akhirnya pembawa acara yang juga murid dari sekolah tersebut pun naik keatas panggung dan mengumumkan bahwa pertunjukan akan segera dimulai!.
Pertunjukan pertama adalah bagian Clarissa, Salsa, Flora dan Nasya, mereka bersorak bersama untuk menyemangati mereka, mereka pun naik panggung dan membuktikan hasil latihan mereka, setelah mereka selesai menari, semua penonton bersorak kegirangan.
Dibelakang panggung Nasya duduk melamun didepan meja rias, Clarissa, Salsa dan Flora pun menghampiri Nasya dan memanggilnya.
Nasya tetap diam melamun, Salsa pun langsung menggoyang kan kursi yang diduduki Nasya, Nasya pun terkejut dan menatap melihat kearah mereka berdua.
"kau kenapa?, kenapa kau melamun?" tanya Clarissa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My friend ghost
ParanormalSeorang wanita yang bernama Nasya memiliki kelebihan bisa melihat yang tak kasab mata, Nasya selalu berpindah pindah sekolah karena urusan pekerjaan ayahnya, oleh karena itu Nasya memilih untuk tidak pernah berteman, karena Nasya sudah pernah berpis...
