Part 5

65 4 0
                                        

"aku tidak mengerti, apa yang kau inginkan dari kami, pertama kau mendekati Hendra, dan membuatnya lupa akan anak anaknya!"ujar Karina.

Nasya hanya diam dan menundukkan kepala, kemudiam Karina pergi dengan wajah marah, setelah Karina pergi, Nasya tersenyum sinis.

*****
Nasya sedang dikamarnya, Nasya membuka laptopnya dan berkata, "ini akan membuat om Hendra curiga dengan tante Karina, tapi sebelum itu aku harus menyimpannya"

Mata kiri Nasya berubah berwarna abu abu.

"tapi ngomong ngomong, ayah mu adalah orang yang baik"ujar Nasya sambil tersenyum.

Keesokan harinya Nasya sudah siap pergi sekolah, Hendra ingin mengantar Nasya, awalnya Nasya menolak, tetapi Nasya terpaksa mau diantar oleh Hendra.

Hendra mengantar Nasya sampai kesekolah duluan sebelum kedua anak anaknya, sesampainya disekolah Nasya berpamitan kepada Hendra dan pergi masuk kelas.

Setelah Hendra mengantar anak anaknya kesekolah, ternyata handphone Nasya tertinggal dimobil Hendra, Hendra pun mengambilanya.

Hendra membuka handphone Nasya, tak sengaja Hendra melihat rekaman suara yang ada dihandphone Nasya, Hendra yang penasaran pun mendengarkan rekaman tersebut, saat Hendra mendengarkan rekaman tersebut, Hendra sangat terkejut.

*****
Sepulang sekolah Hendra menjemput Nasya terlebih dahulu, saat diperjalanan pulang Hendra berkata sambil menodongkan handphone Nasya, "ini handphone mu'kan"

"iya, ini handphoneku"ujar Nasya sambil mengambil handphonenya.

"apakah om boleh tanya sesuatu?" tanya Hendra.

"tanyakan saja"jawab Nasya.

"rekaman yang ada dihandphone mu itu, dapat dari mana?, kapan?, dimana?"tanya Hendra.

"rekaman ini aku dapat disaat om mengantar saya sampai rumah dan melupakan anak om" jawab Nasya, seketika Hendra langsung menghentikan mobilnya, Nasya terkejut.

"apa om baik baik saja?"tanya Nasya.

"aku baik baik saja"jawab Hendra.

"aku juga ingin mengatakan satu hal lagi, ini tentang kecurigaan ku kepada tante Karina, maaf jika aku lancang" ujar Nasya.

"katakan saja, kau jangan takut"ujar Hendra.

"sebenarnya saat aku menemukan buku milik anak om, aku sudah membacanya sedikit, aku langsung memberikannya pada tante Karina dengan cara tidak langsung, untuk membuktikan, apa yang ditulis dibuku itu benar atau salah" ujar Nasya.

Hendra langsung mengambil buku Diary yang diberikan Nasya, saat Hendra mau membaca buku tersebut Nasya langsung menghentikannya.

"Saya belum selesai bicara"ujar Nasya.

Nasya pun melanjutkan perbincangannya, "saat tante Karina mengambil buku itu, tante terlihat terkejut, tante langsung membuangnya, saat ada buku jatuh dari atas kamar om, itu adalah buku yang mirip dengan buku ini, saya menggantinya dengan yang palsu, karena saya tau bahwa tente karina pasti akan menghalangi om, tante membakarnya saat om sedang tidak ada"ujar Nasya.

"sekarang om boleh membacanya" ujar Nasya sambil melepaskan tangannya dari tangan Hendra.

Hendra langsung membaca buku tersebut disitu bertuliskan, "aku ingin menceritakan kisah sedih ku, Karina ibu tiri ku sering menyiksa ku, aku hanya diam, tapi saat aku mencoba melawannya, ibu tiri ku, Karina, mengancam akan membunuh ku, begitu juga jika aku tidak menuruti perintahnya ataupun memberitaukan hal ini pada ayah"

Hendra membuka lembaran lain dari buku tersebut.

Dibuku tersebut bertuliskan, "setelah ibu kandung ku sakit sakitan, ayah menikah lagi karena tidak bisa menjaga ibu, dan ingin istri keduanya yang akan mengurusnya, tetapi yang terjadi malah sebaliknya, ibu tiri ku Karina malah menyakiti ibu ku sampai meninggal, aku yang melihatnya mulai ketakutan, aku berhasil merekam kejadian tersebut dihandphone ku, tetapi handphone itu hilang saat aku melarikan diri dari ibu tiri ku, handphone itu jatuh dijembatan, dan jatuh kesungai yang dalam, aku menulis ini saat mencoba melarikan diri lagi dari ibu tiri ku itu"

Membaca buku tersebut Hendra menangis, Nasya pun berkata, "aku hanya ingin om membantu ku, mengungkap kebenaran tentang tante Karina agar, Disa bisa tenang" ujar Nasya.

"baiklah, aku akan membantu mu" ujar Hendra.

"om hanya perlu bertingkah biasa saja, dan pada saat yang tepat, om bisa mencari handphone Disa yang tenggelam disungai"ujar Nasya.

"tapi..."sebelum Hendra selesai bicara Nasya langsung berkata, "percayalah padaku"

Sesampainya dirumah, Karina terkejut karena Hendra tidak menjemput anak anaknya, justru hendra malah membawa Nasya, Hendra pergi menjemput mereka setelah Nasya sampai kedalam rumah.

Setelah Hendra pergi, Karina menghampiri Nasya dan menamparnya.

"beraninya kau, dengar ya, jika kau mengulanginya lagi, aku tidak tau apa yang akan kulakukan padamu!" ujar Karina marah.

Nasya pergi kekamarnya dan mengirimkan sebuah rekaman tadi kepada Hendra, saat Hendra mendengarkan isi rekaman tersebut, Hendra terlihat kecewa.

Malam pun tiba, Nasya sedang bersiap siap, lalu mengirim pesan pada Hendra yang duduk dimaja makan dan mau makan.

Pesan tersebut bertuliskan, "om, aku akan pergi keluar membicarakan sesuatu"

Karina yang melihat Hendra sedang memegang handphonenya pun bertanya, "pa, ayo makan dulu, memangnya ada urusana apa?"

"ini urusan bisnis penting ma" jawab Hendra.

Nasya berjalan menuju pintu sambil melihat handphonenya, Hendra yang melihat Nasya pun memanggilnya dan bertanya, "kau mau kemana?"

"aku mau ke kafe, ada urusan, aku akan makan disana"jawab nasya.

"ya sudah, ayo sekalian, kebetulan klien om juga mau mengadakan rapat disana"ujar Hendra.

"baiklah"ujar Nasya, Karina terlihat menatap Nasya, mereka pergi bersama kekafe.

"ibu, kenapa ibu menatap kakak itu?" tanya salah satu anaknya.

"dia itu ingin merebut perhatian ayah mu"jawab Karin.

"ibu bicara apa, dia itu tamu disini, ayah bilang tamu harus dihormati" ujar salah satu anaknya yang lain.

"iya ibu, benar yang dikatakan kakak"ujar salah satu anaknya yang lain, Karina yang marah memilih pergi dari sana.

Sesampainya disana Nasya membuka laptopnya dan memperlihatkan beberapa rekaman yang ia kumpulkan, dan berkata, "maaf tadi aku memanggil om, saat om mau makan, aku sudah memasang rekaman dikamar tante karina, diruang makan, dan dikamar ku, ini semua rekamannya"

Hendra melihat semua rekaman tersebut, setelah Hendra membuka semua rekaman tersebut, termasuk kejadian yang saat ini terjadi dirumah.

"aku tidak menyangka, Karina sekejam itu"ujar Hendra.

Nasya memegang tangan Hendra dengan ragu dan berkata, "kebenaran akan terungkab, jadi untuk apa menyesalinya, percayalah pada anak kesayangan mu"

Tak sengaja Arga juga melihat Nasya dan Hendra, Arga melihat Nasya memegang tangan Hendra, melihat itu pun Arga menjadi curiga pada Nasya.

"apa maksudmu..."sebelum Hendra selesai bicara, handphone Nasya berdering, karena Arga menelfon Nasya.

"Halo"tanya Nasya lewat telfon.

"kau sedang ada dimana?"ujar Arga kembali bertanya.

"aku dikafe, memangnya ada apa?" ujar Nasya kembali bertanya.

"sendirian?"tanya Arga.

"kenapa kau terus bertanya, sudah ya, aku sibuk sampai nanti"jawab Nasya.

My friend ghostCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang