PERTANYAAN

208 20 0
                                        

Setiap tengah malam, Seungcheol akan berjalan menyusuri gang-gang sempit di pemukiman yang padat penduduk itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setiap tengah malam, Seungcheol akan berjalan menyusuri gang-gang sempit di pemukiman yang padat penduduk itu. Meskipun setiap petak rumah dihuni, lingkungan tempat tinggalnya bagaikan lapang pemakaman; terlalu sepi seperti tidak ada kehidupan.

Terlebih, hujan baru saja turun. Semakin tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Pun, lampu jalan yang minim dan sesekali mati membuat malam hari di daerah itu semakin mengenaskan.

Sunyinya pemukiman sempit yang mulai tertinggal di malam hari adalah hal yang selalu dilihat olehnya; dalam perjalanan pulang dari usainya kerja paruh waktu di satu-satunya minimarket di tempat itu.

Seharusnya, malam itu memang hanya sunyi dan tidak seorang pun yang lalu lalang. Namun, malam itu berbeda. Seorang laki-laki dan wanita paruh baya tiba-tiba menghalang jalannya.

Tentu, Seungcheol dibuat bingung bukan main. Terlebih saat wanita itu mengguncang lengannya. Bertanya dengan mata sembab dan bibir bergetar.

"K-kau melihat putra kami? Di-dia memiliki rambut segini, sebahu! Je-Jeonghanie k-kami, kau melihatnya?"

Seungcheol hanya bisa menggeleng, membuat wanita itu melepaskan genggamannya di lengan jaketnya. Bahunya semakin menurun, seakan jawaban Seungcheol baru saja berhasil menghancurkan harapannya.

Tapi, mau bagaimana lagi? Seungcheol memang tidak tahu. Malam itu, dia tidak berpapasan dengan siapapun; selain tikus dan kucing liar.

SEANDAINYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang