Yoshi berjalan mengikuti langkah kecil mashiho sembari membawa keranjang belanjaan mashiho yang lumayan berat.
Toh dirinya sendiri yang menawarkan untuk membawakan belanjaan laki laki mungil tersebut.
"Mau ice cream?"
Yoshi mengerutkan dahinya kala melihat mashiho yang menunjuk sebuah stand ice cream. Yoshi benar benar belum terbiasa dengan kemampuan luar biasa mashiho.
Mereka berjalan menuju ke sebuah stand ice cream dimana terdapat seorang laki laki yang masih terlihat muda tersenyum saat menyadari kehadiran mashiho.
Tiba tiba seorang anak kecil dengan dua rambut dikepang memeluk kaki mashiho erat. Senyum lucunya merekah sembari berbagai ocehan pun mulai muncul dari si kecil.
"Hinaa chan, jangan merepotkan kakak mashiho terus terusan."
Anak kecil yang dipanggil Hina itu menatap sinis ke arah laki laki penjaga stand ice cream tersebut dan menjulurkan lidahnya.
"Aku mau sama kakak mashiho saja. Papa pelit."
Mashiho tertawa renyah mendengar konflik kecil ayah dan anak itu. Ia segera membawa hina kedalam gendongan nya yg dibalas pelukan erat di leher Mashiho.
Yoshi sedikit terkejut, mengetahui bahwa laki laki yang terlihat umurnya tak terpaut jauh darinya itu adalah seorang ayah dari anak perempuan tersebut.
Laki laki itu menggaruk lehernya yang tak gatal lalu meminta maaf pada Mashiho, ia tak enak akan anaknya yang tak kunjung mau untuk melepas pelukan eratnya di leher mashiho.
"Tak apa kak. Aku sama sekali tak keberatan bermain dengan Hina chan kok."
Laki laki itu mengangguk dan berterimakasih lalu menawarkan dua buah ice cream pada Mashiho dan Yoshi.
Senyum laki laki itu mengembang kala mengenali seragam yang Yoshi kenakan. Sekolah tempat lulusnya dulu.
"Wah kau murid SMA berlian ya, aku jadi ingat bagaimana kehidupan ku dulu saat bertemu istriku" laki laki itu tersenyum sembari memandang Hina dari kejauhan masih bermain dengan Mashiho.
"Kenalkan aku Adachi Yuto."
"Aku Kanemoto Yoshinori."
Laki laki bernama Yuto itu mulai menyendok ice cream dengan scoup nya sembari tersenyum.
Entah mengapa Yoshi ingin tau mengapa seorang lulusan SMA berlian berakhir di sebuah stand ice cream kecil disini.
"Emm paman-."
"Eyy aku masih muda. Umurku tak terpaut jauh darimu kok" sungguh Yoshi bahkan masih terkejut walaupun ia sudah menduga nya sendiri tadi.
"Kau pasti heran melihat seorang lulusan SMA berlian berakhir di sebuah stand ice cream kecil, dan lagi memiliki seorang anak perempuan".
"Aku lulusan SMA berlian dua tahun lalu tanpa masa depan. Itu semua salahku karena menghamili seorang wanita tak berdosa."
Rasanya Yoshi bisa merasakan nada penyesalan dari kata kata pria didepannya.
"Saat tahu kehamilannya, aku dan istriku masih duduk di kelas 11 semester awal. Kedua keluarga kami sepakat menunggu aku untuk lulus SMA dan menyembunyikan istriku dari khalayak publik karena takut membuat aib."
"Kau tau apa yang paling membuatku hancur saat itu? Bukan karena aku merasa terkekang karena menghamili seorang wanita, namun rasa bersalah yang tak kunjung hilang karena aku telah menghapus banyak impian dari istriku."
Yuto berhenti menyendok ice cream dan memberikannya pada Yoshi dengan senyuman kecut mengingat masa lalunya.
"Aku begitu mencintainya sepenuh hatiku. Saat aku lulus, kami berdua di nikahkan dan dihapus dari anggota keluarga masing masing dengan bekal sebuah rumah kecil dan tabungan kita sendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
candle light [ Yoshiho ]
FanfictionSosok tegar namun rapuh bak sebuah cahaya lilin yang terus mencoba bersinar di saat angin bertiup. Hingga sebuah cahaya redup datang dan membagikan cahayanya mengubah hidup seorang yoshinori.
![candle light [ Yoshiho ]](https://img.wattpad.com/cover/296491470-64-k51263.jpg)