Chapter 01

252 48 10
                                        

Setelah membubarkan pertemuan tadi, aku kembali pada pekerjaanku, melangkah perlahan menuju ruang administrasi. Di sana, aku berpapasan dengan Inojin dan Sumire—yang keluar lalu pergi menuju gudang, aku mendapati Boruto yang tengah menggesek kartu identitas. Oh, ia sedang kesulitan sepertinya. Beberapa kali gesekannya gagal, aku tertawa kecil melihatnya lalu ketika percobaan kedelapan dilakukan, akhirnya ia berhasil—lantas berteriak girang sampai-sampai aku menegurnya untuk diam.

Kami berjalan bersama setelah ia menungguku menyelesaikan tugas memperbaiki kabel-kabel yang putus.

"Kau terlihat sangat berwibawa pada pertemuan tadi." katanya dengan nada menggoda ketika kami berjalan santai di kafetaria.

Aku tertawa menanggapinya. "Kau sedang menggodaku?" tanyaku ketika kami sampai di ruang medis.

"Tidak juga." jawabnya dengan sekelumit rasa enggan sambil mengangkat kedua bahu, "jadi, apa tugasmu di sini?"

"Memindai tubuh." kataku, berusaha cuai.

Ia menungguku memindai tubuh hingga selesai. Kami lalu berniat pergi menuju ruang keamanan, katanya ia punya tugas memperbaiki kabel di sana.

Melewati ruang mesin, kami bertemu lagi dengan Sumire dan Inojin. Aku melihat Sumire yang setia menunggu Inojin mengisi tangki minyak. Sungguh, kecurigaanku bertambah kala Sumire seperti tengah menahan sesuatu, ia bahkan berdiri sangat dekat, tepat di belakang Inojin. Aku langsung berpaling saat ia menoleh dan cepat-cepat berjalan mengikuti Boruto yang sudah menungguku di perempatan antara jalan menuju ruang mesin atas dan ruang mesin bawah, lalu reaktor dan ruang keamanan.

Aku berhenti di sampingnya, ia mulai mengerjakan tugasnya dan mengernyit bingung.

"Kau hanya harus menyambungkan tiap kawat pada kabel yang berwarna sama." kataku, menjelaskan pertanyaannya yang tak diutarakan.

Boruto tersenyum kemudian cepat-cepat menyelesaikan tugasnya. Ketika ia selesai, Sumire melewati kami dan ia tersenyum singkat menuju Reaktor. Aku mengintip sebentar ke dalam sampai Sumire berhenti untuk mengerjakan tugasnya di sana, sebelum aku kembali berjalan mengikuti Boruto ke ruang mesin bawah untuk pergi ke ruang elektrik.

Di ruang elektrik, kami bertemu Chouchou dan Shikadai. Mereka tengah membersihkan bekas darah mayat Denki tadi. Aku meringis melihatnya kemudian Boruto lantas sedikit menenangkanku dengan tangannya yang langsung mengelus punggung berseragam astronot berwarna merah milikku.

Bau anyir masih tercium dan aku nyaris mual. Beberapa bercak di sekitar juga masih terlihat dan itu sangat mengerikan.

"Kapten, jika kau tidak kuat, jangan lihat ini sampai semuanya selesai." Shikadai berucap sembari mengangkat kabel-kabel yang tersiram darah segar. Chouchou langsung mengepel lantai ketika Shikadai menahan kabelnya lalu mengempaskan begitu saja semuanya tatkala Chouchou selesai membersihkan noda darah di lantai ruang elektrik itu.

"Ayo, kita pergi dari sini," Ajak Boruto. Aku mengangguk dan pergi duluan. Boruto mengikutiku di belakang. Kepalaku jadi sedikit pusing.

"Setelah ini, kita akan ke mana, Kapten?" tanya Boruto ketika kami melewati gudang dan akan masuk ke ruang komunikasi.

"Apa maksudmu?" tanyaku, bingung dengan pertanyaannya.

"Setelah kapal The Skeld ini." Ia berujar malas.

"Oh." Aku mengerti sekarang. "Kita akan turun ke planet Polus."

Boruto mengangguk dan aku duduk di kursi tunggal yang langsung mengahadap ke seluruh tugas para kru tim ini. Ia mendekat padaku dan melihat semua tugas yang sudah selesai.

Aku menelisik tiap-tiap nama kru anggota timku. Melihat data-data kemudian memastikan siapa saja kru astronot yang sudah selesai.

Shikadai. Chouchou. Inojin. Iwabe. Mitsuki. Kawaki. Sumire. Namida. Boruto dan namaku. Mereka semua telah menyelesaikan tugas masing-masing, lantas jariku memencet tombol konfirmasi untuk tugas mereka. Sisanya, aku hanya akan menunggu yang lain menyelesaikan semuanya baru aku akan membawa kapal ini mendarat di planet Polus.

Di Antara KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang