Di Mansion Mae tui mondar-mandir di depan pintu menunggu kelinci manisnya pulang . Saat Mae tui ingin kembali ke kamar , Mae mendengar suara mobil Perth . Mae tui bingung tak biasanya Perth pulang sebelum tengah malam . Perth turun dari mobil dan menuju pintu kiri mobil , lalu membuka pintu tersebut .
" Apa kau bisa berjalan "tanya Perth memegang kepala Zee
" Hiksss....hiksss Perth perutku sakit " jawab Zee meremas perutnya
" Hentikan Jangan semakin meremas perut mu " Perth menggendong tubuh Zee dengan hati-hati dan membawanya ke kamar
Mae tui yang melihat Perth sedang menggendong Zee , segera berjalan mendekati mereka .
" Perth , katakan apa yang terjadi kepada kelinci manis , Mae " tanya mae tui pada Perth
" Mae , nanti aku akan menceritakannya " jawab Perth pada Mae
" Baiklah , cepat bawa Zee ke kamarnya . Mae akan menyuruh maid menyiapkan air hangat untuk mengurangi rasa sakitnya " ucap Mae tui
" Khab , Mae "jawab Perth
Perth lalu menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Zee , tapi saat sampai di atas Perth berubah pikiran dan malah membawa Zee ke kamarnya . Saat sampai di depan pintu kamarnya Perth membuka pintu lalu masuk ke dalam dan menutup pintu lagi menggunakan kakinya . Perth menuju kasurnya yang dominan dengan warna hitam dan membaringkan tubuh Zee dengan hati-hati .
" Masih terasa sakit "tanya Perth sambil mengelus pipi Zee
" Khab " ucap Zee pelan tapi masih terdengar oleh Perth
Perth masih mengelus pipi Zee , tiba-tiba Mae tui datang bersama Maid membawa air hangat .
" Ternyata kau membawa Zee ke kamarmu Perth "ucap Mae
" Maaf , Mae "ucap Perth dan kembali fokus pada Zee
Mae tui tersenyum melihat Zee sangat nyaman ketika tangan kekar Perth mengelus pipinya dan Mae tui senang akhirnya Perth bersikap lembut pada Zee. Maid dira segera menggompres perut Zee agar mengurangi rasa nyeri.
" Mae , aku akan kembali ke kantor dan mungkin malam ini aku tak pulang "ucap Perth pada mae tui
Mendengar Perkataan Perth yang ingin kembali ke kantor membuat wajah Zee sedih . Mae tui yang sadar jika saat ini kelinci manisnya tak ingin jauh dari nong nya . Saat Perth akan membuka pintu Mae memanggilnya
" Perth , Apa ada masalah besar " ucap mae tui
" Tak ada , Mae "ucap Perth berbalik
" Baiklah , jika tak ada masalah . Mae minta kau tetap berada di rumah " ucap Mae
" Tapi , Mae . Ada urusan yang harus aku tangani " ucap Perth
" Dengar Perth , besok Mae akan melakukan penerbangan ke Paris dan Pho mu meminta Mae menemaninya di sana "ucap Mae
" Itu sangat mendadak , Mae "sahut Perth
" Maka dari itu Mae sekarang meminta mu untuk menjaga Phi mu "ucap Mae
" Apakah harus , Mae " ucap Perth
" Sangat harus " ucap Mae
" Baiklah , Mae "ucap Perth
Akhirnya Perth memutuskan malam ini ia akan tetap berada di rumah . Setelah maid dira selesai menggompres perut Zee dan memberikan obat perendah nyeri , Maid dira pamit untuk kembali Ke dapur . Sekarang hanya Mae , Perth dan Zee yang berada di dalam kamar , Mae kemudian menghampiri Zee .
" Mae hiks.....hiks.... "tangis Zee memanggil Mae
" Ada apa sayang , Dia memukul mu lagi " ucap Mae tui sambil mengusap air mata Zee
" Aku tak melakukan apapun , Mae . Mereka sangat jahat hiksss....hiksss "ucap Zee menyembuyikan kepalanya di pelukan Mae tui
" SIAPA YANG MELAKUKAN SEMUA INI ? " ucap Perth dengan nada agak tinggi
saat mendengar percakapan Zee dan MaeMendengar nada tinggi yang keluar dari mulut Perth , Zee merasa takut dan langsung memeluk Mae tui .
" Perth turunkan nada bicaramu , kau menakuti Zee " ucap Mae tui
" Aku hanya bertanya , Mae " sahut Perth
" Perth , kita akan membahas masalah ini besok " Mae tui memberitahu Perth
" Tapi Mae .... " sahut Perth
" Tak ada kata tapi perth , dan yah cepat bersihkan dirimu . Mae akan membantu Zee untuk berganti pakaian dan keluar setelah Zee tertidur " ucap Mae tui
Perth hanya mengangguk malas dan langsung memasuki kamar mandi . Setelah 20 menit berada di kamar mandi , akhirnya Perth keluar dan melihat Zee yang sudah tertidur pulas , lalu Perth langsung menuju lemari pakaian miliknya . Sekarang Perth mengenakan kaos putih polos dan celana
pendek diatas lutut berwarna hitam .Setelah memakai pakai Perth menghampiri Zee yang tertidur pulas dan mengelus rambut Zee . Kemudian Perth beranjak dari kasur dan menuju meja Kerja yang sudah tersedia Laptop dan berkas yang harus ia periksa . Perth memiksa jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 23.30 p.m dan masih menunggu hasil kerja Mean , Mark dan Yacht .
Perth kembali sibuk dengan berkas dan menghiraukan jam . Saat Perth tengah sibuk mengetik ada tangan yang memegang tangannya dan langsung duduk di pangkuannya . Seketika Perth terdiam dan mencoba melihat dengan jelas siapa yang
duduk dan menyandarkan kepala di dadanya ." Phi , apa yang kau lakukan " tanya Perth
Zee menggeliatkan tubuhnya pada tubuh Perth
" Tunggu , apa yang kau kenakan " Perth sadar bahwa Zee saat ini mengenakan kemeja miliknya
" Perth , Mae menyuruhku memakainya " ucap Zee dengan suara khas masih mengantuk
" Apa ada yang mengganggumu " ucap Perth mengelus punggung Zee
" Aku hanya ingin tidur " ucap Zee manja
" Baiklah aku akan mengantarmu kembali ke kasur " ucap Perth
" Aku tidak mau " Zee langsung memeluk tubuh Perth dengan erat saat perth akan berdiri
" Phi , aku masih memiliki pekerjaan " ucap Perth
" Cuppp..... " Zee mencium bibir Perth
" Owh ..... Inikah cara main mu phi " Perth tersenyum miring
" Cupp ... " Perth balik mencium bibir Zee dan sedikit lumatan
" Perth " Zee menatap mata Perth dengan puppy eyes
" Sudah tidurlah kembali " ucap Perth mengelus kepala Zee
Zee langsung merona dan langsung memeluk tubuh Perth .Perth pun kembali fokus dengan berkas-berkasnya .
Hai , Author kembali lagi nihhh🥰🥰
Jangan lupa vote dan komen yah☺️ supaya Author makin semangat😉

KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Brother Is My Daddy || PerthZee
RomancePerth Tanapon Zee Pruk Menentang hukum PerSEMEan