MarkGun
Gun berjalan di depan dengan menahan rasa sakit di kakinya yang tergilir akibat ulah janister , sedangkan Mark berjalan dibelakang dengan terus memperhatikan Gun yang semakin lama jalannya semakin pincang ." Nong , apa kau baik-baik saja ?" tanya Mark
" Khab , phi . Terima kasih phi sudah mengantarku keluar , sampai jumpa " gun terus berjalan keluar mall dengan menahan sakit di kakinya
" Nong , berhenti " Mark berlari ke arah Gun
" Kenapa phi menyuruhku berhenti ? " tanya Gun bingung
Mark menatap mata indah Gun , lalu berlutut dengan satu kaki dan menyuruh Gun untuk duduk dipahanya .
" Sekarang duduk " ucap Mark
" Phi apa yang sedang kau lakukan ? . Cepatlah berdiri " ucap Gun dengan memegang pundak Mark agar tidak berlutut dihadapannya
" Jangan membantah dan cepat duduklah " Mark menarik tangan Gun , akibatnya Gun kehilangan keseimbangan dan duduk di paha Mark
" Phi semua orang melihat kita " ucap Gun melihat sekeliling
" Maka jangan hiraukan mereka " ucap Mark dengan santai
Mark memegang kaki kiri Gun , lalu membuka sepatu Gun dengan perlahan . Mark terkejut melihat memar di pergelangan kaki Gun . Gun memegang pundak mark dengan mata terpejam karena rasanya saat ini pergelangan kakinya sangat sakit .
" Apa ini sangat sakit " Mark menggerakkan kaki Gun
" Hiks ... phi jangan memegangnya itu sangat sakit " ucap Gun menahan tangan Mark
" Memaksa berjalan dengan kaki memar , apa kau tau resikonya " ucap Mark sedikit meninggikan nada suaranya
Gun terdiam dan menatap Mark dengan mata yang mulai berkaca . Gun biasanya akan melawan orang yang berbicara menggunakan nada tinggi padanya , apalagi untuk Mark yang baru saja beberapa jam lalu ia mengenalnya tapi entah mengapa Gun tak berani melawan perkataan Mark
" Phi , jangan memarahi ku ini bukan salah ku " ucap Gun menyembunyikan wajahnya di pundak Mark
"Maaf na , phi tak bermaksud memarahimu" ucap Mark lalu memegang pinggang Gun
Gun yang merasakan tangan Mark melingkar dipinggangnya hanya diam . Gun merasa sangat nyaman saat tangan Mark menyentuhnya .
" Baiklah , phi akan mengantarmu pulang" ucap Mark
" Tak perlu aku bisa sendiri , phi " Gun menolak ajakan Mark
" Ingin membuat Phi marah " ucap Mark
" Mai .... " Gun menggelengkan kepalanya dengan cepat
" Anak pintar ... " ucap Mark mengacak rambut Gun
Mark menggendong Gun tanpa bertanya yang membuat Gun terkejut dan terus menatap Mark . Mark tak menghiraukan Gun yang sedang menatapnya dan terus berjalan ke parkiran untuk mengambil mobil miliknya . Saat sampai di parkiran Mark menurunkan Gun dan membuka pintu mobil , Mark menyuruh Gun masuk dengan berhati-hati . Setelah Gun masuk , Mark lalu berjalan ke kursi pengemudi dan langsung mengemudikan mobilnya bukan mengantarkan Gun pulang , melainkan membawa Gun ke rumah sakit.
" Phi , ini bukan jalan untuk ke rumah ku " ucap Gun menyadari arah yang mark pilih bukan menuju rumahnya
" Aku tau .... " ucap Mark
" Bagaimana phi tau , aku belum memberitahukan phi dimana rumah ku " ucap Gun bingung
" Itu sangat mudah untuk ku " ucap Mark dengan tetap fokus mengemudi

KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Brother Is My Daddy || PerthZee
RomancePerth Tanapon Zee Pruk Menentang hukum PerSEMEan