"Brix kita tidak bisa lama-lama di sini. Aku butuh penanganan," kata Voi sambil Meringis menahan sakit.
"Ya, kita harus menemui Yath." Brix membalas. Sengatan di tubuhnya berangsur turun.
"Manusia, aku tidak tau kekuatan apa yang kau miliki hingga membuat kami seperti ini." Voi memelototi Wendi garang.
Dengar penuturan Voi barusan hati Wendi tersentak. Kebingungannya kian bertambah.
Kekuatan? Memang apa yang dia lakukan? Yang melanda mereka tadi apakah itu berasal darinya? Bukankah Wendi manusia biasa seperti pada umumnya.
Memikirkan semua hal ini membuat kepala Wendi sakit.
Zeck tidak kembali ke kawanan dari semalam, pengakuan Brix kembali berdengung. Kembali Merisaukan hatinya sebab kalimat itu muncul tanpa diminta. Ia berusaha kuat melupakan sosok Zeck, namun selalu datang.
Sebenarnya Wendi lelah dengan perasaan cinta untuk saat ini. Tapi Zeck datang menyalahkan kembali api asmaranya dan saat ini malah melibatkannya pada hubungan rumit cinta segitiga.
"Aku, aku tidak tau," ucap Wendi binggung.
Brix dan Voi lantas bertukar pandang keheranan. Bagaimana ada makhluk yang tak mengetahui kekuatannya sendiri, sungguh aneh.
"Bohong," kilah Brix dengan pandangan menikam.
"Selama puluhan tahun tinggal di fog's valley, baru kali ini kami bertemu manusia dengan kekuatan kuat sepertimu." Voi bersuara.
Wendi mengusap dagu yang tadi ditekan Brix lembut sambil berpikir tentang kekuatan yang dilontarkan keduanya. Akan tetapi ia tetap tak mendapat jawaban.
"Kalian tau, ini pertama kalinya aku dengar bahwa aku punya kekuatan."
"Jadi, kau selama ini tidak tau sama sekali," potong Brix.
Wendi menggeleng. Mana ia tau, jika bukan melihat bagaimana keduanya celaka saat hendak menyentuh tubuhnya, sekali lagi Wendi tidak akan percaya.
"Kau ...." Brix hendak mengejek namun tiba-tiba ia ingat sesuatu.
Senyumnya mengembang sembari terus merancang sebuah rencana.
"Zeck pasti gembira jika dengar berita ini," ujarnya agak lunak.
"Apa maksudmu Brix?" Voi memandang sahabatnya tak mengerti.
Zeck, nama itu terdengar lagi. Sekian kalinya menampar hati Wendi, Ia menghela nafas panjang, bersusah payah menyingkirkan.
"Dia tidak kembali sampai sekarang, bahkan belum menemui manusia ini, bukankah itu artinya dia tidak tau jika kekasih fananya punya kekuatan dasyat seperti ini," jelas Brix ambigu.
Voi berpikir sejenak.
"Benar juga," imbuhnya.
"Aku ingin tau, bagaimana reaksi Zeck jika tau kekasih gelapnya punya kekuatan hebat?"
Percakapan itu cukup membuat telinga Wendi berdiri. Tiba-tiba hatinya jadi bimbang.
"Ahh," pekik Voi merintih. Kuku yang meleleh terasa sakit saat menyentuh kulit. Semua jarinya jadi merah bagai terbakar dan tak berhenti.
"Kita harus segera ke Yath," kata Brix dengan nada rendah.
"Ya, benar. Aku sudah tidak tahan."
"Bersabarlah." Brix merangkul Voi. Sebenarnya kondisi yang sama juga ia alami, sengatan itu belum sepenuhnya hilang.
Wendi melihat keduanya, tidak ada ekspresi yang mewakilkan untuk mereka.
"Kali ini, kau bisa lolos dari kami. Ingat aku tidak akan melepaskan mu." Brix mengultimatum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Werewolf Jatuh Cinta ( Tamat )
WerewolfBerkisah tentang gadis bernama Wendi yang tidak sengaja menjadi buruan manusia serigala semua jenis yang begitu menginginkan darah serta dagingnya untuk dikonsumsi. Kelompok manusia serigala itu percaya jika berhasil memakan Wendi maka kekuatannya a...
