Penglihatan Wendi nyaris tak mempercayai bahwa pria bartender itu adalah Luca. Dadanya seketika sesak.
Seolah mengetahui kekagetan Wendi. Luca hanya tersenyum licik. Sudut bibirnya miring.
"Kita bertemu lagi, sungguh dunia ini sangat sempit," ucap Luca seperti mengatakan selamat datang pada Wendi.
Melanie cengoh. Kakaknya bagaimana bisa kenal dengan pria tampan serta berprofesi sebagai bartender pula?
Jangan tanya Greg, karena dia mulai tidak waras sejak kesembuhan Wendi. Dia tak peduli sekitar karena dunianya hanya Wendi.
"Kau lagi," kata Wendi tak acuh.
"Dia pacarmu?" Luca melirik Greg yang sedari tadi menatap Wendi.
Pria berengsek ini harus diberi pelajaran. Mencuri ciuman seperti itu, tidaklah baik.
"Iya dia pacarku, ada apa?" tantang Wendi, seolah memberi pesan 'jangan dekati aku lagi'.
"Seleramu payah." Luca mengejek sambil menuangkan minuman ke gelas kaca.
"Dia tidak lebih baik dibanding aku," bisik Luca menyodorkan gelas kearah Wendi.
Melanie menyipit curiga. Perkataan yang akrab pastilah mereka berdua bukan hanya kenal biasa, ada sesuatu yang terjadi pada mereka.
Wendi berhasil membuat Melanie tercenggang. Kakaknya itu diam-diam menghanyutkan.
"Dia lebih baik, kalau kau ingin tahu itu." Wendi jelas tidak menyukai Luca.
Bertemu dengan Luca disaat Hatinya butuh hiburan, bagai pergi ke suatu acara yang kita harapkan, tapi harus gagal tengah jalan karena ban meletus.
"Benarkah?" Luca menyeringai.
"Bukan urusanmu."
Pikirannya panas, guna mendinginkannya Wendi lalu menengak isi ketiga gelas yang di berikan Luca.
Rasanya aneh sedikit panas dan getir. Tapi melegakan pikiran. Dia mau lagi.
Tanpa di perintah Luca meracik kembali dan menyodorkannya pada Wendi. Gadis itu minum lagi, lagi dan lagi. Membuat Melanie melonggo.
Greg, dia mengikuti permainan Wendi. Minum.
"Enak sekali." Greg berpendapat.
Dalam waktu sekejap saja Wendi serta Greg mabuk. Wendi menikmati hidupnya yang baru. Sementara Greg, sangat ingin mencium bibir Wendi.
Melanie, dia hanya jadi penonton. Melihat kakaknya seperti itu ada rasa senang sekaligus sedih. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa?
Luca tersenyum aneh sambil terus menatap Wendi. Kilatan hitam di matanya berkelip, menandakan ada perintah masuk melalui pikirannya.
'Tangkap dia Luca, tangkap dia.'
Begitu isi pesan yang Luca terima di otaknya. Tubuhnya menegang kala perintah itu berkoar. Hatinya menolak namun terkalahkan oleh naluri kesetiaan pada pemimpin yang agung.
Melihat mangsa tak berdaya di depannya, mudah bagi Luca untuk membawa pergi dan menyerahkannya pada ketua. Sayangnya keadaan sekitar tidak mendukung, terlalu banyak orang di sini.
Luca harus cari ide lain agar bisa memisahkan Wendi dari orang-orang ini.
"Sebaiknya kita pulang," putus Melanie yang tak tahan melihat tingkah absurd kakaknya.
Kalau dibiarkan minum terlalu banyak, mereka berdua akan mabuk berat. Tahu pasti apa yang akan terjadi jika Mam sama Dad tahu.
Melanie menarik lengan Wendi, juga Greg.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Werewolf Jatuh Cinta ( Tamat )
WerewolfBerkisah tentang gadis bernama Wendi yang tidak sengaja menjadi buruan manusia serigala semua jenis yang begitu menginginkan darah serta dagingnya untuk dikonsumsi. Kelompok manusia serigala itu percaya jika berhasil memakan Wendi maka kekuatannya a...
