Begitu membuka mata, pusing di kepala perlahan menghilang. Pengaruh alkohol semalam belum sepenuhnya tuntas, masih tersisa sedikit.
Matahari sudah meninggi, sinar hangatnya perlahan memanas. Wendi menyingkap selimut lalu turun dari ranjang.
Mengikuti naluri atau sekedar iseng. Ia perlahan menghampiri jendela kamar. Membukanya dan memandang belantara hutan di seberang sana.
Angin membelai lembut kulitnya yang berbau garam serta daun grim. Membuat ingatannya kembali pada kejadian semalam.
Berawal dari keinginannya melupakan sosok Nick dengan pergi ke club'. Siapa sangka nyawanya jadi incaran manusia serigala yang menyamar sebagai manusia di club' itu.
Meski sulit diterima akal sehat, namun Wendi dituntut percaya karena melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka bertarung dan merubah wujud dalam waktu singkat. Terlebih pada Zeck.
Mimik wajahnya jadi masam ketika ingat kebaikan Zeck semalam. Pemuda serigala itu menolongnya, mengajak bicara, memeluknya dan bahkan mengantarnya pulang. Tentu hal itu semakin menyesakkan dada.
Apalagi Wendi dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak mau jatuh cinta dalam waktu dekat. Namun, perlakuan Zeck seakan-akan menghancurkan pedoman dasarnya akan cinta setelah putus dari Nick.
Sebelumnya dia berhasil mengabaikan sikap Greg dan berharap dapat melakukan hal yang sama pada pria manapun. Pada akhirnya karena keistimewaan pemuda itu malah membikin Wendi terus memikirkannya.
Dan kegiatan bangun tidur kali ini adalah salah satunya. Memandang hutan lewat jendela mengharap Zeck muncul dari salah satu pohon itu.
Namun untuk waktu yang lama sosok itu tak pernah menampakkan diri.
Apa sekarang Wendi jauh lebih bodoh daripada mencintai Nick dulu?
"Ah," celetuknya mengejek diri.
"Kenapa aku bisa sebodoh ini?" Wendi memukul keningnya sendiri, mengusir perasaan aneh agar tak lagi-lagi datang pada dirinya.
"Apa yang sedang aku pikirkan?" Seperti orang bodoh dia bertanya pada diri sendiri.
Menyadari kesalahannya, dia pun menarik tubuhnya dan berjalan ke kamar mandi.
Membersihkan diri masih menggunakan garam merah dan daun grim. Wendi merasa kurang nyaman dengan aromanya.
Menutup mata sambil berendam di bathtub. Tiba-tiba Wendi terkenang kejadian saat masih usia lima tahun.
Tidak jelas, tapi tampak nyata. Sebuah gua berlatar belakang putih dengan bebatuan kristal berkilau. Kolam kecil berisi susu serta buah menyerupai palm berwujud permata, semua tersedia di sana.
Wendi kecil berada dalam gua tersebut. Mandi, makan serta minum apa yang ada di sana. Bermain dengan jamur bercahaya sebagai hiburan dan berlangsung begitu lama.
Bayangan itu kabur dan timbul tenggelam dalam benak Wendi. Menyimpulkan bahwa kenangan itu bagian dari mimpi atau dunia khayal anak kecil.
Nyatanya jika dalam kenangan itu dia berusia lima tahun. Harusnya dia tidak akan pernah berfoto dengan mom serta Dad pada usia yang sama.
"Tiga kali kenangan ini hadir dalam benakku. Hanya bayangan bawah sadar yang tak masuk akal."
Wendi bergumam sambil terus menutup mata.
Tiga kali hadir. Yang pertama saat dia masuk pertama kali ke asrama. Kedua saat beranjak remaja. Ketiga yaitu saat ini.
Selalu sama dan tidak berubah.
Wendi tidak mau ambil pusing dia selalu mengabaikan. Setelah lama berendam dia mutuskan untuk membilas.
Memakai rok dan kemeja krem. Wendi bersiap sarapan. Saat masuk dapur ia tak menjumpai seorang pun di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Werewolf Jatuh Cinta ( Tamat )
Hombres LoboBerkisah tentang gadis bernama Wendi yang tidak sengaja menjadi buruan manusia serigala semua jenis yang begitu menginginkan darah serta dagingnya untuk dikonsumsi. Kelompok manusia serigala itu percaya jika berhasil memakan Wendi maka kekuatannya a...
