Melanie!?

7 0 0
                                        

Tadinya Melanie berharap, tak satu makhluk pun mendengar suara yang dibuat. Namun, sayang, tebakannya meleset.

Di belakang tubuhnya. Terdengar deru nafas berat nan kasar.

Tubuh Melanie sudah panas dingin. Permukaan kulitnya basah penuh peluh. Ajal seakan berada diatas kepala.

"Sungguh sebuah kebetulan yang besar," ucap suara berat pria.

"Para manusia serigala itu kalah telak dari kita," sambung yang lain.

Dengar percakapan mereka hati Melanie kian ciut. praduga yang selama ini dianggap mitos belaka, tak disangka benar adanya. Makhluk-makhluk mengerikan itu tinggal berdampingan dengan manusia. Dan hari ini adalah hari dimana mereka akan menunjukkan keganasan serangan mereka pada manusia.

Ya Tuhan, Melanie beribu-ribu menyesal telah menyusul sang kakak. Andai diberi kesempatan bisa kabur dari situasi ini, tentu Melanie akan menyuruh seluruh anggota keluarganya pindah.

#########

Wendi sulit berkonsentrasi kala Marb memberi pelatihan soal kekuatan barunya. Rasa tak enak di hati terus bergemuruh. Membuat beberapa kali ia gagal mengeluarkan kekuatannya.

Marb yang menyadari segera menyuruh Wendi pulang.

"Kau sepertinya mengkhawatirkan keluarga mu?"

Marb duduk di atas batu. Cakrawala yang menggelap tak mengurungkan niat Wendi untuk dilatih.

"Aku tidak tau apa yang ku rasakan sekarang. Yang jelas aku gelisah luar biasa." Wendi duduk di atas rumput.

"Aku rasa, kau tidak perlu berlatih denganku terlalu lama. Kekuatan darah murni mudah beradaptasi dengan situasi yang kau hadapi. Intinya kau hanya perlu fokus pada perlawanan apa yang kau inginkan."

Marb mungkin mendapat firasat buruk. Namun, ia mengabaikan.

Wendi mendengar penuh khidmat. Jika memang begitu cara kerjanya, ia bisa mengatasi dengan gampang.

"Apakah begitu?" Mengulangi memastikan.

"Benar, kau hanya perlu fokus."

Marb tak bisa melawan firasat buruk itu datang.

"Tapi, kakek. Wendi juga mesti harus dilatih bela diri," usul Nick yang sejak tadi memperhatikan pelatihan tersebut.

"Keadaan mendesak begini, tak ada banyak waktu berlatih bela diri," sahut Marb berusaha mengendalikan perasaan.

"Tapi, Wendi memerlukannya."

"Siapa yang lebih mengerti, Nick? Kau atau kakek?"

"Tentu saja kakek." Nada suaranya lemah.

"Sekarang, kau boleh pulang Wen. Malam segera mengambil alih."

Wendi berdiri. Ada satu hal yang baru saja diingat.

"Pak Marb," ujarnya tertekan.

"Ada apa?"

"Apa ada manusia serigala yang bisa menghidupkan orang meninggal?"

Mata Marb menyipit penuh kecemasan.

"Apa maksud mu?" Meski menolak tau kebenaran itu. Setidaknya Marb memperlihatkan raut biasa. Agar Wendi tak terlalu tau, jika kekuatan manusia serigala sangatlah kuat dan berbahaya.

"Temanku, aku melihatnya mati dibunuh manusia serigala. Tapi, tadi aku melihatnya hidup kembali. Apa yang sebenarnya terjadi pada teman ku?"

"Wen, sebagian mereka memang memiliki kemampuan luar biasa seperti itu. Temanmu sebenarnya sudah meninggal. Mereka sengaja menggunakan jasadnya untuk menarik perhatian mu. Kau mengerti kan maksud ku?"

Ketika Werewolf Jatuh Cinta ( Tamat )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang