"kalau kau punya nyali, Wen. Pergilah ke tengah hutan hari ini juga," racau Greg dengan tatapan tajam.
Sesuai dugaan Wendi, bahwa pria di depannya itu bukanlah Greg. Klan manusia serigala yang membunuh Greg kemarin pasti sudah melakukan sesuatu pada jasad temannya itu.
"Kau jangan gila Greg, di tengah hutan itu berbahaya." Melanie buka suara.
Keanehan yang diperlihatkan Greg sangat kentara hingga membuat Melanie harus lebih waspada juga takut.
"Ketakutan hanya dimiliki oleh mereka yang lemah," imbuh Greg menekan nada suaranya.
Dengar kalimat yang keluar dari mulut pemuda naas itu, membuat keyakinan Wendi bertambah, bahwa para manusia serigala itu sangat menginginkannya. Mereka menjadikan Greg sebagai umpan.
Jika itu yang dikehendaki sekaligus adanya kemampuan mumpuni ini, Wendi agaknya tak perlu menakutkan apapun.
"Greg, andai saja kita tidak berada di rumah. Mungkin aku akan menunjukkan sesuatu padamu." Wendi memainkan garpunya.
Selera makannya pagi ini benar-benar lenyap. Yang ada dipikirkannya sekarang ingin sekali mengetahui klan mana dibalik kebangkitan Greg.
Apakah kelompok Zack atau ada kelompok lain lagi yang lebih kuat?
"Memangnya apa yang akan kau tunjukan padaku?" Greg menatap bergairah.
"Sesuatu yang belum pernah kau lihat," sahut Wendi.
Greg mengangkat sudut bibirnya keatas. "Aku tertarik."
Lagi-lagi Melanie tak mengerti maksud perbincangan ini. Dia yang notabene tak menahu kenyataan jika Greg telah tiada, sama sekali tak sadar jika ada keanehan pada diri pemuda itu.
"Greg, sudahlah, jangan bikin ulah dengan kak Wendi," sela Melanie yang mulai agak kesal dengan sikapnya.
"Memangnya kenapa? Apa kau keberatan?" Greg acuh. Tujuannya adalah memancing Wendi masuk ke hutan.
"Tentu aku keberatan," gusar Melanie, tak tahu lagi dengan jalan pikiran Greg.
"Mel, sudah. Jangan tanggapi dia." Wendi menengahi. Dia tak ingin adiknya turut terkena jebakan yang sedang Greg mainkan.
"Tapi kak, dia sangat lancang. Tau begini, harusnya aku tidak mengundangnya kemari." Melanie benar-benar kesal dengan sikap Greg yang tak seperti biasanya.
Pemuda itu berubah total, terlebih setelah diusir oleh ayah mereka. Jadi, menurut Melanie, apakah ini sebuah balas dendam? Jika demikian alangkah bodohnya Melanie telah mengajaknya kembali.
Greg berdiri. Dia sudah selesai dengan makannya. Bukan selesai melainkan tak sabar membawa Wendi bertemu teman barunya. Makanannya masih utuh, nyaris tak tersentuh.
"Wendi, mereka menginginkan mu," desis Greg penuh penekanan.
Wendi menoleh kearah Greg. Sesuatu yang ada dalam dirinya tertarik dengan ajakan itu.
"Mereka?" Timpal Melanie binggung.
"Sekarang aku tau siapa dibelakang mu, Greg. Kau bahkan bagian dari mereka." Wendi berkata terus terang.
"Kau memang pintar Wen, kau mengerti sebelum aku mengatakannya. Temui kami di tengah hutan." Setelah menyelesaikan ucapannya Greg bergegas pergi bahkan tanpa pamit maupun terimakasih.
Melanie masih dilanda kebingungan. Dia sama sekali tak menahu maksud dari percakapan mereka.
"Kak, plis. Ceritakan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya?"
Wendi mau tak mau harus memenuhi panggilan kawanan monster itu. Sekarang apapun yang terjadi berikutnya, dia tak ingin melukai keluarga tercintanya ini. Oleh dari itu dia akan mencari alasan yang valid agar mudah diterima oleh anggota keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Werewolf Jatuh Cinta ( Tamat )
WerewolfBerkisah tentang gadis bernama Wendi yang tidak sengaja menjadi buruan manusia serigala semua jenis yang begitu menginginkan darah serta dagingnya untuk dikonsumsi. Kelompok manusia serigala itu percaya jika berhasil memakan Wendi maka kekuatannya a...
