Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

pendekatan

23 6 15
                                        

Haii!

Welcome di new part!
Sebelum baca jangan lupa vote komen dan share yaa biar admin makin semangat bikin cerita nya

Happy reading!

******
"maaf Eadric saya tidak bisa berada lama-lama di sini" pamit Mr. Ravindra bersalaman sebagai salam perpisahan

"Sebelumnya saya minta maaf atas ketidak nyamanan anda tadi Mr. Ravindra" ucap Eadric

"Tidak papa, oiya nanti tolong kamu perhatikan terus kondisi, murid yang bernama Sherlly" pesan Mr. Ravindra

"Sherlly?"

"Iya dia itu anak saya satu-satunya, seperti nya dia menjadi salah satu murid di sekolah ini"

"Baik, pak nanti akan saya pantau terus tentang Sherlly"

"Nanti kamu laporan ke saya kalo dia butuh apa-apa"

"Baik pak"

******
"Sherlly!" Panggil seseorang dari arah jauh

Sherlly menghentikan bola nya, menengok ke asal suara tersebut

Suara tersebut berasal dari para sahabatnya yang sedang berjalan kearah nya

"Lo gapapa kan?" Tanya Rachel khawatir

Sherlly mengangguk

"Lo tau kejadian setelah Lo pergi tadi?"

"Seluruh murid pada gosip in Lo tentang hubungan Lo dengan Mr—" ucap Ariana namun segera di potong oleh Sherlly

"Jangan Lo sebut nama itu di depan gua!" Sherlly dengan nada yang penuh amarah

"S-sorry"

Ariana, Rachel, Elisha, dan Karina terdiam tidak ada yang berani berbicara dengan kondisi Sherlly saat itu, entah kenapa amarah Sherlly akan meluap jika membicarakan tentang Mr. Ravindra

Elisha melihat ke arah Reyhan yang sedang duduk sejak tadi.

"Lo ngapain di sini?" heran Elisha

"Menurut Lo, gua lagi ngapain? Gak mungkin kalo gua ngupasin kuaci di lapangan gini, aneh pertanyaan Lo"

"Maksud gua... Lo ngapain duduk di situ dari tadi, gak ada kerjaan Lo?"

"Gua kasian sama temen Lo sendirian di lapangan, kalo tiba-tiba kesambet setan gimana?, Jadi gua temenin di sini"

"Apa Lo bilang?" Ujar Sherlly berjalan ke arah Reyhan "perasaan dari tadi gua udah ngusir Lo, tapi lo  nya aja yang gak mau pergi kan?" Lanjut nya dengan nada tajam

Reyhan menatap lekat mata Sherlly, matanya benar-benar mirip dengan teman masa kecil nya, Reyhan menarik tangan Sherlly dan membuat nya terjatuh dalam bidang dada nya

"Gua bisa rasain ketakutan Lo" bisik Reyhan

Sherlly mendorong tubuh Reyhan dan menjauhkan tubuhnya dari Reyhan

"Cowok mesum!"

Sherlly dan para sahabatnya pergi meninggalkan Reyhan yang masih duduk di alas lapangan

"Jangan lupa janji Lo!" Teriak Reyhan kepada Sherlly yang semakin menjauh

Sherlly mengangkat tangan nya, memberikan sebuah isyarat jari tengah kepada Reyhan

"Gua semakin yakin kalo Lo itu Cilla gua, Sher" ujar Reyhan pelan sambil tersenyum manis

******
"Eh! Rey kemana dah?" Tanya Elang tidak melihat batang hidung cowok tersebut

REYHAN ALASKA (on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang