Kegiatan panas mereka berlanjut. Renjun yang sebelumnya berbaring terlentang sudah mengubah posisinya menjadi duduk mengangkang di tepian ranjang.
Kedua matanya memejam, dengan tangan yang mencengkeram erat seprai kusut. Belahan bibirnya terbuka; sibuk mendesah nikmat akibat perlakuan Dave pada tubuhnya.
"Mmhh . . . Ahhh"
Lubangnya sedang dimainkan oleh Dave, di jilat dengan lembut beberapa kali kemudian di hisap sampai seluruh cairan yang ada di dalam lubangnya keluar.
"Daavehhh, ahhhh"
Renjun kacau. Tangannya yang semula mencengkeram erat seprai berpindah ke surai Dave. Kedua kaki kurusnya juga sudah di letakkan di atas bahu si sosok besar yang masih bermain-main pada bagian bawah tubuhnya. Dia pun sedikit limbung ke belakang ketika Dave dengan sengaja menggigit satu dari bola kembarnya yang menggantung di antara kedua kakinya.
"Ahhhhh"
Di bawah sana Dave menghentikan sebentar aktivitasnya. Menatap penuh damba pada si kurus yang masih memejamkan matanya dengan tarikan nafas yang tidak teratur. Jemari kanannya pun terulur; mengusap pipi kiri berhias tiga titik hitam yang pada waktu itu berhasil mencuri perhatiannya.
"Cantik, hei," Ucapnya lembut yang tentu diabaikan oleh Renjun. Dia kemudian terkekeh sampai matanya menyipit dan kepalanya kembali menunduk.
Kali ini, bibir tebalnya mengecup ujung penis Renjun yang sudah menegang," Love, blowjob?"
Yang ditanya hanya mengangguk pasrah. Mata sipitnya pun perlahan terbuka dengan tarikan nafasnya yang sudah kembali stabil.
"Nanti gantian, 'kan?"
Dave mengangguk sebagai jawaban. Kepalanya kembali mendongak ketika Dave menyentuh dagunya," Cantikku, mau apa?"
Tanpa menjawab, Renjun menundukkan kepalanya dan mengecup kening Dave cukup lama,"Morning."
"Telat Yang, telat!" Dave terkekeh lagi. Jemarinya kembali terulur untuk mengusak surai Renjun yang cukup berantakan. Tentu saja, dia ikut andil membuat tampilan Renjun kacau di pagi ini.
"Cepet dong, sebelum princessku bangun minta susu. "
"Oh iya," Dave mengangguk cepat. Dia menyempatkan mengecup punggung tangan Renjun sebelum melanjutkan aktivitasnya; bermain-main dengan tubuh Renjun yang kini kembali berbaring di atas ranjang dengan kedua kaki yang menggantung di tepian kasur.
Penis si manis yang sedari tadi sudah mengacung tegak menjadi pemandangan yang cukup indah dimata Dave. Dia yang berlutut di lantai yang dilapisi karpet berbulu pun lebih mudah bermain dengan ujung penis Renjun yang sudah memerah.
Perlahan, Dave memasukkan ujung penis Renjun ke dalam mulutnya dan menghisapnya kuat sampai precum yang membasahi ujung penis Renjun dia telan.
Sosok yang berbaring di atas ranjang menggelinjang. Tubuhnya melengkung ke atas dan dadanya membusung,"Aahhhhh... Daaaveehhh..."
Akibat desahan-desahan Renjun yang cukup erotis, penisnya sendiri kembali menegang. Satu tangannya bermain dengan penisnya sendiri, sedangkan tangan yang lain memegangi pinggul Renjun.
Sosok besar itu pun kembali memainkan penis Renjun. Lidahnya menjilati seluruh batang penis yang mengacung tegak itu sebelum memasukannya lagi ke dalam mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenalan «DaveRen» ✔
FanficStory repost by @mikuah Renjun, berusaha menyembuhkan lukanya yang di sebabkan oleh kekasihnya dulu. Renjun berupaya melupakan masa lalunya dan berjuang bangkit dari keterpurukanny. Waktu empat tahun bukanlah waktu yang singkat, maka dari itu, butu...
