06. An killer

646 60 0
                                    








Seulgi bersiul sambil menyisir rambutnya, ia sedang bersiap dengan pakaian formal yang rapi, tak memperdulikan airin yang ketakutan diujung ranjang, bahkan gadis itu sampai mengigit bibirnya dan bernafas pelan-pelan seolah jika ada suara keras akan membuat iblis dalam diri seulgi terbangun.

Pria itu pergi keluar dengan acuh saat merasa penampilannya sudah beres, airin menghembuskan nafas lega melihatnya tapi kemudian terdengar suara pintu yang dikunci dari luar, pria itu mengurung airin.

Airin kehausan sekarang, entah sudah berapa lama ia tak sadarkan diri sampai sehaus ini, tapi tak ada air didalam ruangan kumuh ini, hingga gadis itu beranjak menuju kamar mandi berencana meminum air disana.

Gadis itu mengeratkan selimut tipis yang membalut tubuh telanjangnya, beberapa bagian tubuhnya memar dan yang paling parah ia sampai kesakitan untuk berjalan karna paha dalamnya sangat perih, entah apa yang dilakukan pria itu padanya.

Saat membuka pintu kamar mandi betapa terkejutnya ia melihat tubuh telanjang manusia yang tergantung disana, tubuh seorang pria tergantung dengan kail besar tertusuk dibahunya, Airin terbelalak tak percaya membekap mulutnya agar tak berteriak.

Wajah pria itu hancur penuh dengan darah, tapi airin melihat pria itu masih hidup menatapnya dengan satu matanya yang hampir keluar.

"To-tol-tolongh.." suara itu sangat pelan seperti bisikan membuat airin berteriak ketakutan setengah mati.

Lim dan moon yang kebetulan melewati kamar seulgi langsung menghentikan langkah mereka saat mendengar jeritan perempuan, keduanya saling melirik heran.

"Bukannya bang Yong udah pergi ya? trus dia kenapa" tanya lim bingung.

Sementara moon menggedikan bahunya tak tau.
"Cek sana" suruhnya pada lim.

Lim membuka pintu kamar seulgi dengan kunci yang terselip diatas pintu, keduanya melihat airin yang menangis meringkuk diujung ruangan, gadis itu nampak sangat terlihat ketakutan terlihat dari bahunya yang bergetar hebat.

"Cih lemah" cibir moon setelah tau apa yang membuat gadis itu ketakutan.

Sementara lim berkacak pinggang sambil berpikir,

"Kita pindahin aje kali ye" katanya sambil melirik pintu kamar mandi yang terbuka, menampilkan hal yang mengerikan tapi biasa saja untuk mereka berdua.

"Ngapain? nyusahin kita aja" ujar moon acuh.

"Ya tapi kasian" ucap lim, ia berpikir airin sudah cukup banyak melewati penderitaan dan sekarang harus terkurung disebuah ruangan bersama orang bersimbah darah?.

"Kasian? gak salah lu? lagian mau dipindahin kemana bodoh" cibir moon yang tak habis pikir pembunuh kaya lim bisa kasian? kenapa ni anak? batin moon merasa aneh.

Lim tak menjawab ia melirik airin yang meringkuk tak bersuara, pingsan lagi? batinnya.

Lalu lim bergerak untuk membopong airin kembali kekasur,

"Cantik juga ye?" ujar moon saat melihat wajah airin.

"Iya" kata lim tak berpungkir airin itu memang cantik.

"Tapi sayang, bodoh" ucap moon terkekeh mengingat betapa bodohnya airin masuk tipu daya seulgi.

***

Seulgi mengendarai sedaan tua nya dengan kecepatan tinggi, ia melaju kearah kota lalu memasuki sebuah gang kumuh dan berbelok kearah rerumputan yang tinggi diujung gang, setelah beberapa saat dari jauh terlihat sebuah bangunan dengan cat yang tua disana, Orang-orang berbadan besar yang menjaga palang langsung menarik palang itu keatas saat tau mobil siapa yang akan datang.

BASTARD || SRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang