Instagram & TikTok: @urfairyy.byy
***
Pada malam hari, Tiara sedang latihan berjalan bersama Ziffany di dalam kamar. Kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitasnya setiap malam, ia biasa melakukannya selama 1 jam atau bahkan lebih kalau ia terlalu bersemangat untuk bisa berjalan kembali.
"Kayaknya kakak udah bisa jalan tanpa tongkat deh. Coba, yuk, kak" ucap Ziffany.
"Ayo!" Tiara pun bersemangat. Ia menaruh kedua tongkatnya di samping tempat tidurnya kemudian perlahan untuk berdiri. Merasa bisa, ia pun perlahan mencoba untuk jalan.
Satu langkah.. Dua langkah.. Tiga langkah.. dan seterusnya. Ya! Dia bisa!
"ZIF! KAKAK BISA!" teriaknya dengan penuh rasa gembira. "IYA, KAK!" Ziffany pun ikut gembira. "AAA!!" mereka saling menautkan tangan mereka kemudian berpelukan dengan wajah yang sangat ceria. Tiara sangat bersyukur, yang awalnya ia menggunakan kursi roda, kemudian memakai tongkat, dan sekarang ia bisa berjalan kembali dengan kakinya sendiri.
"Kak, mending sekarang kakak kasi tau mama papa. Mereka pasti seneng banget" ucap Ziffany.
"Iya, Zif"
"Ya udah, kalo gitu kakak ke bawah dulu, ya" Tiara pun meninggalkan Ziffany di dalam kamar, kemudian buru-buru menuruni anak tangga untuk menghampiri Zhelda dan Anggara – Mama dan Papanya – yang sedang berada di ruang tamu.
"TIARA BUKAN ANAK KITA!"
Kata-kata tersebut langsung membuat Tiara yang masih menuruni tangga tiba-tiba berhenti. Senyuman lebarnya perlahan luntur dan membulatkan matanya ke arah Zhelda dan Anggara yang sedang ribut di ruang tamu.
"TIARA ITU CUMA ANAK YANG KITA TEMUIN DI PINGGIR JALAN!" teriak Anggara lagi di hadapan istrinya.
"Kamu jangan ngomong keras-keras dong! Kalau Tiara denger gimana?" jawab Zhelda.
"BIARIN AJA!"
"Biarin dia denger. Biar dia tau, siapa dia sebenarnya. Biar dia nggak keenakan terus hidup sama kita. Dia sudah dewasa, udah seharusnya dia tau"
"CUKUP, YA!" bentak Zhelda kepada suaminya. "Kamu dulu udah setuju bakalan angkat Tiara sebagai anak kita. Kenapa sekarang kamu kayak gini sama dia?"
"Sejak kapan aku setuju? Kamu yang maksa aku! Bukan aku yang mau!"
Tiara masih diam di tempatnya dengan air mata yang telah membasahi pipinya dan napasnya yang sudah tidak beraturan. Kaget? Tentu! Tiara tidak mengetahui akan hal ini sebelumnya.
16 tahun yang lalu, Anggara bersama Zhelda sedang membawa anak mereka yang masih bayi jalan-jalan dengan kereta dorongnya, dia adalah Ziffany. Saat ingin pulang ke rumah, tak sengaja mereka menemukan sebuah kardus dipinggir jalan yang di dalamnya berisi anak bayi yang sedang menangis. Zhelda langsung menggendong bayi tersebut dan menenangkannya.
Anak itu pasti dibuang oleh orangtuanya, karena tidak mungkin ada bayi yang sengaja ditinggal di pinggir jalan menggunakan kardus. Zhelda pun memutuskan untuk membawa anak tersebut pulang ke rumahnya. Ia diberi nama Alana Mutiara.
"Kak, kok masih disini?" tanya Ziffany yang baru saja menghampiri kakaknya di tangga.
Zhelda mendengarnya dan terkejut melihat Tiara yang berada di tangga sambil menyaksikan keributan mereka. Ia melihat raut wajah gadis itu yang kecewa dan sedih. "Tiara?" Ia pun langsung menghampiri anaknya tersebut.
"Tiara, kamu kenapa, sayang?" tanya Zhelda sambil mengusap air mata Tiara menggunakan kedua tangannya, seolah tidak tau apa yang sedang terjadi.
Tiara langsung menepis tangan Zhelda kemudian menaiki tangga menuju ke kamarnya. Zhelda dan Ziffany pun mengikutinya. Tiara masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MUTIARA [TELAH TERBIT]
Teen Fiction‼️ NOVEL TERSEDIA DI SHOPEE FAIRYBYY ‼️ Alana Mutiara, seorang dancer yang akan mewakili Indonesia pada kompetisi dance di Korea Selatan. Namun, mimpinya itu hancur setelah ia mengalami kecelakaan dan kedua kakinya dinyatakan lumpuh. Laksmana Nuca...
![MUTIARA [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/290574850-64-k844666.jpg)