Bukan berhenti sampai situ, Bintang sepertinya benar benar harus merutuki ucapannya karena telah menantang Tuan paling Rese nomor satu yang setiap saat selalu mengganggu Bintang.
Bagaimana tidak? Jam pelajaran matematika bersama Pak Arma sang boty galak mirip kucing garong itu sedang mengajar dengan suasana hati bad mood. Tapi Raja malah mengusili teman sebangkunya itu. Pasalnya ketika Bintang sedang menghitung menggunakan pensil, dengan santainya Raja mematahkan penghapus Bintang yang baru ia beli kemarin menjadi dua.
Bintang yang melihatnya sontak berteriak marah membuat pak Arma yang menahan amarah itu jadi meluapkannya ke mereka berdua. Raja acuh tak acuh mendengarkan ocehan sang guru. Tapi bagi Bintang itu merupakan penghinaan besar. Bagaimana bisa sang Mahesa Bintang yang Ter cap baik melakukan hal itu di jam pelajaran favoritnya?
Karena itu pak Arma mengeluarkan mereka dari kelas dan berdiri berdua di lorong sampai jam pelajaran selesai. Bintang rasanya ingin mengamuk karena harga dirinya turun di depan pak Arma karena Raja. Tapi pria itu malah berjongkok di samping Bintang.
Bintang awalnya tak peduli dengan apa yang ia lakukan. Bintang malah mencoba mencuri curi pendengaran penjelasan pak Arma karena tak mau tertinggal pelajaran. Saking fokusnya Bintang juga banyak mencatat hal hal penting di stick note yang ia bawa saat di suruh keluar.
Saat pak Arma menuturkan salam, Raja berdiri hingga pak Arma keluar dari kelas dan melewati mereka berdua. Bintang mengecek seluruh catatannya yang ia catat. Raja menatap sang rival dengan tatapan menahan tawa.
Bintang menoleh sinis pada Raja lalu berjalan lebih dahulu dengan angkuh. Namun sedetik kemudian ia jatuh karena tali sepatunya terikat satu sama lain. Satu kelas sontak tertawa melihat Bintang yang jatuh.
Bintang langsung duduk dan melihat tali sepatunya. Pasti ini ulah Raja tadi. Kenapa ia sampai tak sadar sang biang kerok tengah mengerjainya waktu Dia mencatat dan Raja berjongkok?!
Raja melewati Bintang dengan tawa puas dan kedua tangan di saku berjalan menuju teman temannya. Bintang makin menyimpan dendam besar pada Tuan paling Rese Nomor Satu itu.
Jangan salah. Istirahat saat Bintang hendak berjalan keluar kelas, Raja berteriak dengan kencang hingga koridor saja mungkin bisa dengar.
"Jangan di temenin, Bocahnya bau jengkol." Bintang membalikan badan dengan tatapan penuh amarah pada Raja yang sedang tertawa bersama teman temannya.
Bintang menghentakkan kakinya kesal keluar dari kelas. Ia ingin bersemayam di ruang OSIS saja dan tak mau keluar hingga masuk kelas.
Zaika dan Marvel selaku teman OSIS Bintang menatap empat komplotan itu sebal.
"Lo jahat banget sih Ja." Ujar Zaika membuat mereka berhenti tertawa.
"Yee Lo aja gak tau se songong apa tu bocah." Jawab Raja.
"Ya gak gitu juga lah!." Marvel meninggikan suara. Raja memutar bola matanya malas.
"Awas ya Fi kalo Lo kek gitu. Gua balik ke Raviel." Ujar Zaika lalu merangkul Marvel hendak keluar membuat Rafi cengo pacarnya berkata seperti itu.
"KAMU JUGA YUDAS!!." itu Marvel yang berteriak di pintu kelas sebelum keluar kepada Yudas yang juga satu komplotan Raja. Rafi dan Yudas menggaruk rambut mereka bingung.
"Gua bantu ngetawain aja tak Ja." Rafi menepuk pundak Raja.
"Gua juga." Yudas menimpali.
"Tenang, kalian nikmatin aja. Gua sendirian juga sanggup bikin tu bocah berlutut di depan gua." Ujar Raja sinis.
Besoknya! Bintang telat ke sekolah karena mencari buku fisika nya yang hilang tiba tiba. Rasanya waktu kemarin ada jam pelajarannya Bintang sama sekali tak mengeluarkan buku itu dari tas.
KAMU SEDANG MEMBACA
SI NERD [JeffBarcode]
FanfictionJeffBarcode. Raja [Jeff] selalu membuli Bintang [Barcode] karena anak itu kaku dan terlalu ambis dari kelas 10. Mereka semakin dekat, dan hubungan mereka membaik. Entah menuju yang positif, atau malah jadi tambah negatif. "Kata mama jangan suka ngej...