masalah dimulai❗

35 3 0
                                        

Mereka pun sampai ke mension. Betapa senangnya karena seluruh pelayan menyambut mereka dengan baik, kecuali Rico dengan bi Nita.

Tit..tit..(suara klakson mobil)

"Permisi pak." ucap leo kepada security mension

"Nggeh tuan." Jawab security itu

Leo membelokkan mobil ke arah bagasi. Terlihat ibu leo dan Linda turun dari mobil tersebut. Terdengar suara tangisan widya yang begitu keras. Sesampainya di pintu mension, mereka disambut baik oleh para pelayan mension.

"Wah, selamat ya tuan atas kelahiran anak kedua kalian." sahut salah satu pelayan mension.

Terlihat dari kejauhan, Riko dan bi nita hanya memandang mereka yang berbahagia.

"Bi, itu siapa sih? Kok papa sama mama kayaknya lebih sayang sama anak itu." ucap Riko yang masih berumur 7 tahun.

"Itu dede kamu sayang. Dia masih bayi. Aturan mereka sayangnya ke kamu tapi malah ke anak itu. Kamu harus protes." Hasut Bi nita kepada Riko

"Liat aja, suatu nanti aku akan bapas dendam ke anak itu." Ucap Riko

"Bagus...rebut kembali hak kamu nak." Jawab bi nita

Bi nita memang benar-benar menghasut Riko agar Riko benci akan keluarganya. Motif dibalik ini semua karena bi nita ingin balas dendam karena lamaran anaknya, Santi ditolak oleh Riko dan malah memilih Linda. Maka dari itu bi Nita tidak senang jika keluarga mereka bahagia.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keesokannya, Kepala panti asuahan tersebut menelpon ke nomor Linda. Namun diangkat oleh ibu Leo.

"Halo"

"Halo bu, dengan atas nama ibu Linda?" tanya operator panti

"Iya saya sendiri?memangnya kenapa ya pak?" tanya Ibu leo meyakinkan

"Jadi gini bu, anak yang ibu ambil ternyata mau diambil oleh keluarga kandungnya." Ucap operator panti

"A-apa?" ucap Ibu Leo kaget dan mendadak jantungnya kumat dan pingsan.

Salah satu pelayan mension yang melihat ibu leo pingsan, maka seisi mension heboh. Hal itu terdengar oleh Leo. Leo langsung membawa ibunya ke rumah sakit. Namun naaz, ia sudah tak bernyawa.

"Ibu....." teriak leo.

Leo menangis sejadi-jadinya. Para pelayan mension ikut merasakan duka dan para masyarakat komplek juga berdatangan untuk melayat jenazah ibu leo. Ibu leo pun dimakamkan di area TPU sekitar.

Setelah selesai memakamkan jenazah, Linda dan Leo beserta para pelayan mension memutuskan untuk kembali ke mension. Setibany di mension.......

"Maaf tuan, bukannya saya lancang. Penyebab nyonya besar meninggal itu karena Ibu Linda." sahut bi nita

"A-apa?Linda?bibi jangan ngada-ngada ya?" Leo emosi

"Iya tapi bener tuan. Saya denger sendiri." Jawab Bi nita pembelaan

"Mana buktinya?jika ada bukti saya salah, hukum saya sekarang." Ancam Linda dengan tegas

Bi nita mengeluarkan handphone nya untuk membuka rekamanan yang sudah ia rekam. Disitu terdengar omongan operator panti kalo Linda mengambil anak dari panti asuhan.

"Jadi widya anak dari panti? Kamu bohong Linda...." Ucap Leo emosi

"Bi..bawa Riko ke kamar dulu ya." Pinta Linda ke salah satu pelayan mension

"Baik buk." Jawab pelayan itu.

"Aku kecewa sama kamu Lin. Beraninya kamu bohongin aku." Leo yang semakin emosi

"IYA AKU BOHONG SAMA KAMU. KAMU DAN IBU KAMU TERUS MINTA AKU PUNYA MOMONGAN. ASAL KAMU TAU, AKU ITU MANDUL DAN GAK BISA PUNYA ANAK." Teriak Linda yang menangis

"Kenapa lo baru ngomong?" Leo nge gas sembari menepak barang yang ada disekitarnya.

Gubrak....

Linda yang semakin menangis tak kuat menahan air mata.

"JAWAB..." Teriak Leo yang membuat seisi mension heboh.

"Heh gua udah pengen ngomong sama kalian berdua ya, tapi kalian gak ngasih gue space. Jadi gak sempet gua ngomong ke kalian. Dasar suami gak hargain istri." Unek-unek Linda keluar

"Apa lo bilang?"

Plak...(Leo menampar Linda)

"KENAPA LO NAMPAR? BERANINYA NAMPAR, SINI ADU MULUT SAMA GUE. GUE BACOT LU BACOT JUGA. KDRT ITU NAMANYA. GUA BISA LAPORIN LO YA." Linda emosi

"IYA...GUA EMOSI SAMA LO. LIAT AJA, GUA AKAN BALAS DENDAM KE ANAK MENJIJIKKAN ITU." Ucap Leo

Seketika susana rumah gempar akan suara mereka. Widya yang masih bayi menangis dengan suara yang lantang, begitu juga dengan Riko juga ikut menangis akan kebisingan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keesokannya, Linda mendatangi panti asuhan tersebut dengan membawa Widya kecil.

"Permisi pak." Ucap Linda ke security panti

"Eh ibu, ada apa lagi bu?" Tanya security itu

"Saya ada perlu sama kepala panti." Jawab Linda

"Ohh, silakan bu." Ucap security itu.

Linda pun masuk ke panti asuhan tersebut dan bertemu kepala panti itu.

"Assalamualaikum." Ucap Linda

"Waalaikumsalam." Jawab Kepala panti itu

"Silakan duduk bu!" Ucap kepala panti

"Iya pak terimakasih." Jawab Linda

"Jadi gini bu, anak ini mau diadopsi sama keluarga dari bapaknya. Kalo ibu gak keberatan, anak ini diambil lagi." Ujar Kepala panti

"Maaf pak bukannya nolak atau gak. Saya agak keberatan sama tawaran bapak karena saya sudah sayang banget sama anak ini. Saya gak mau kehilangan anak ini. Anak ini udah saya anggep sebagai anak saya sendiri. Kalo saya dibolehkan sama keluarganya, saya mau adopsi dia tapi keluarganya boleh kok liat dia."

Ujar Linda

"Untuk itu, nanti saya tanyakan ke keluarganya ya bu. Kalo begitu terimakasih ya bu, maaf sudah repot-repot kesini." Ucap Kepala panti itu

"Iya pak sama-sama, saya gak ngerasa direpotin kok." Jawab Linda

"Kalo begitu, saya pamit ya pak." Linda ingin pergi dari panti itu.

"Iya bu, mari." jawab kepala panti tersebut.

Linda pergi meninggalkan panti tersebut menuju mension. Sesampainya di mension, suasana tak seperti yang dibayangkan oleh Linda, semua pelayan malah ikut mencuekin Linda.

"Apa salahku dikeluarga ini ya Allah." Batin Linda

Gimana?menarik bukan? yuk vote cerita ini agar author tambah semangat dan silakan beri komentar kalian apabila terdapat kekurangan dalam cerita ini ❗❗

Gimana?menarik bukan? yuk vote cerita ini agar author tambah semangat dan silakan beri komentar kalian apabila terdapat kekurangan dalam cerita ini ❗❗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The killer angel(On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang