Again??!!!

15.9K 168 0
                                        

Paginya aku dibangunkan oleh jam weker yang berdering cukup keras, pagi ini aku harus menyiapkan sarapan untuk bibi dan paman dan membereskan rumah.

Setelah bangun aku langsung mempersiapkan diri dan menyiapkan sarapan untuk bibi dan paman.

"Anna!!!" terdengar teriakan bibi

Akupun langsung berlari ke arah datangnya teriakan tersebut.

"Bibi? Ada apa?" tanyaku pada bibi

"Buatkan kopi untuk pamanmu!" ujarnya.

Akupun pergi menyiapkan kopi secepat mungkin, jika tidak maka hal yang tidak aku inginkan pun akan terjadi.

Setelah bibi dan paman selesai menyantap sarapan, Mereka pun keluar Entah pergi kemana, mereka selalu bersenang-senang melainkan hidupku selalu penuh siksaan tiada henti. Tak lama setelah membereskan rumah, Akupun pergi mencari angin diluar rumah. Aku pergi ke Taman favoritku, taman Greenyard. Taman ini ialah satu-satunya tempat yang bisa aku ingat sebelum aku diadopsi, aku ingat bahwa aku memiliki seorang adik perempuan kandung, hanya saja, saat ini aku tidak dapat mengingatnya, cuman Taman ini yang dapat aku ingat.

Sesampai aku di Taman, aku melihat seorang gadis yang duduk dibangku panjang Taman tersebut dari kejauhan. Gadis tersebut begitu cantik dari kejauhan, hari pagi begini sangat jarang ada orang ditaman. Aku pun mendekati gadis tersebut untuk melihat lebih jelas...

"SIAL!!!" ucapku dalam hati.

Gadis tersebut tersenyum licik kepadaku. Aku tidak menyangka bahwa gadis tersebut adalah seseorang yang tidak aku harapkan sama sekali kehadirannya. Secepat yang aku bisa, aku berbalik ke arah yang berlawanan. Anehnya, kali ini ada dua orang laki-laki yang gagah dan kekar memakai jas hitam yang rapi.

"Sial benar hidupku!" Ucapku dalam hati berusaha lari melewati kedua lelaki tersebut. Tetapi usahaku sia-sia, Akupun dibawa masuk ke dalam mobil yang biasa dipakai Lucy dan mobilnyapun jalan.

"Lucy!!! Apa maumu?!!" teriakku seketika sampai didalam mobilnya.

"Anna... tidakkah kamu menyadarinya?" Ujar Lucy yang mendekatkan wajahnya yang tidak berekspresi didepan wajahku.

"Menyadari apa?! Kau itu gadis terlicik yang pernahku temui!" Bentakku.

Dia hanya menatapku dan membalikkan wajahnya ke arah yang berlawanan dariku.

Keadaan dalam mobil sangat sunyi. Sebenarnya aku sangat kelelahan, mungkin karena tadi pagi membereskan rumah yang cukup besar bagiku. Kesunyian ini membuatku ngantuk... tapi, tidak mungkin aku akan tidur karena jika aku tidur, Lucy akan mencari kesempatan dalam kesempitan. Akupun melirik kearah Lucy, tebak apa yang terjadi...

Lucy tertidur, kelihatannya Lucy kemarin tidur dengan tidak tenang,  Lucy terlihat sangat cantik, sayangnya dia sangat licik, aku mungkin membencinya, sangat membencinya. Aku melihat lebih dekat dan menyadari kantung mata Lucy sangat hitam, seperti tidak tidur. Saat-saat seperti ini yang aku benci, hati nuraniku berkata untuk menjadi sandaran tempat dia tidur, karna Lucy terlihat sangat tidak tenang, mungkin karna dia bersandar ke arah pintu mobil, jadi setiap kali mobilnya bergerak, Lucypun ikut bergoncang dengan mobilnya, dengan terpaksa aku menarik tubuhnya dan menjadikan diriku sebagai sandarannya. Dia tertidur pulas, dia sama sekali tidak menyadari jika aku menjadi sandarannya. Setelah menjadi sandaran Lucy, aku sendiri menjadi ngantuk, aku sendiri tertidur, kelopak mataku terasa sangat berat dan tidak bisa kuangkat.

Akhirnya telah tiba di rumah istana Lucy ini, Supir yang mengemudi mobil ini membangunkan Lucy dan aku, sebenarnya supir ini melihat dan mendengar segala sesuatu yang aku ucapkan dan lakukan tadi, tapi dia menganggap itu hal biasa, mungkin karna dia tidak ingin mengetahui urusan majikannya.

Lucy pun bangun dari tidurnya, setelah dia bangun, dia terlihat terkejut bawasannya akulah sandarannya saat tidur, karna aku sangat lelah, aku malas melawannya, Akupun membalas dengan senyuman dan keluar dari mobil, seakan sudah mengenal betul istana megah ini, aku masuk ke tempatku seharusnya, sel jeruji dan duduk.

Aku masih ngantuk dan kuputuskan untuk tidur kembali.

"Ikutilah permainannya.." terdengar suara samar-samar dalam ruangan gelap.

"Ikuti permainan apa?" tanya ku

"Permainan licik." suara balasan samar-samar terdengar lagi.

Aku terkejut dan terbangun, ternyata itu adalah mimpi.

"Mimpi??? Kenapa tidakku coba mengikuti permainannya, lagi pula jika aku menjadi budaknya tidak akan ada untung atau rugi kepadaku, aku ini sudah kehilangan harapan untuk hidup, jadi Kenapa tidak aku coba?" Tanya ku dalam hati.

Kali ini aku mungkin aku akan menurut semua perkataan dan kemauannya... Aku ingin mengetahui keinginannya mempermainkan ku, aku ingin mengetahui segala hal mengenainya...

Blind SlaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang