Tittle : Meminta izin untuk menginap di rumah Dyira dan Najwa
Happy Reading🌻
Pagi yang cerah menyinari rumah Najwa dan Dyira. Udara sejuk menembus tirai kamar, membuat suasana pagi terasa lebih segar dari biasanya. Satu per satu dari mereka mulai terbangun. Aroma udara pagi, bercampur dengan sisa-sisa kantuk, memenuhi ruang tamu saat mereka berkumpul kembali.
***
"Hoaaammm..." Salsa menguap lebar sambil memeluk bantal. "Rasanya pengen balik ke kasur deh... tidur lagi. Hehehe..."
Ali menoleh dengan ekspresi datar. "Ya udah sana, Sal. Tidur aja, gak usah mandi, gak usah makan, gak usah ngapa-ngapain."
“Anjirr lu, Al!” seru Salsa, langsung melemparkan bantal ke arah Ali sambil tertawa kesal.
Angel yang baru duduk ikut bergabung ke obrolan. “Eh, kok kita tadi bangun-bangun udah di kamar sih? Bukannya semalam kita tidur di ruang tamu?”
Salsa memutar matanya. “Lu lupa ya? Semalam kalian dibopong ke kamar. Siapa lagi kalau bukan cowok-cowok itu.”
“Oh iya ya... Hahaha,” kata Angel sambil nyengir.
“Iya, Angel-ku sayangg,” goda Salsa sambil mencubit pipi temannya.
“Oalah, okee deh,” jawab Angel sambil tertawa kecil.
Tak lama kemudian, Dyira berdiri dari sofa sambil menarik tangan Najwa.
“Gue sama Najwa mau keluar sebentar, ya. Mau beli sarapan,” ucapnya.
“Jauh gak?” tanya Darrel sambil ikut berdiri.
“Enggak kok. Cuma ke warung dekat jalan raya,” jawab Najwa sambil mengambil dompet dari meja.
“Gue ikut, ya!” kata Darrel cepat.
Najwa menoleh dan mengangguk. “Oke, yuk.”
Tiba-tiba, Narendra berdiri. “Eh, tunggu! Gue ikut juga, dong.”
Dyira melotot kecil. “Gak usah. Lu di rumah aja, jagain mereka semua.”
Narendra memajukan alis. “Kalau gue gak boleh ikut, lu juga gak boleh.”
“Lah, siapa lu ngatur-ngatur hidup gue?” balas Dyira sambil melipat tangan.
Najwa mengangkat kedua tangannya ke atas. “Udah napa, kak... jangan ribut pagi-pagi.”
“Abis dia nyebelin banget sih!” keluh Dyira sambil menatap Sendri tajam.
Najwa menepuk kepala kakaknya perlahan. “Udah deh, kak. Kaki kakak juga masih sakit kan? Mending istirahat aja. Biar aku sama Darrel aja yang pergi.”
“Gak mauu... Kakak pengen ikut!” kata Dyira keras kepala.
Najwa menghela napas panjang sambil mencubit pipi kakaknya. “Uhhh... keras kepala banget sih! Kepala kakak dari batu, apa gimana?”
“Aduhhh... ya udah, ya udah. Kakak titip bubur ayam aja deh," kata Dyira akhirnya mengalah.
“Okee,” jawab Najwa sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Misteri Guru IPA [REVISI]
HorrorHallo... Happy Reading🌻 "JADI APA MAU IBU SEKARANG?" tanya Dyira. "Sabar dong sayang... Kamu sepertinya sudah tidak sabar yaa" kata Bu Luna yang langsung memerintah 2 anak buahnya membawa Dyira masuk ke dalam suatu ruangan lagi. "Aishh lepasin bodo...
![Misteri Guru IPA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/310774798-64-k913395.jpg)