Tittle : NoBar Drakor
Happy Reading🌻
S
ore menjelang dengan cahaya jingga yang menyelinap di antara tirai kamar. Suasana rumah terasa tenang. Hampir semua anak-anak sedang tertidur di kamar masing-masing, efek dari makan siang yang mengenyangkan dan cuaca yang mendukung untuk beristirahat.
Namun tidak dengan Dyira, Najwa, Ranendra, dan Darrel. Keempatnya justru masih terjaga. Dyira sibuk membaca novel sambil bersandar di dinding kamarnya, sementara Najwa gelisah bolak-balik memainkan ponsel. Di sisi lain rumah, Ranendra tampak berbaring di ranjangnya, menatap layar HP, sedangkan Darrel duduk bersandar di kursi, menonton video pendek dari ponselnya.
Najwa mendesah keras, lalu menoleh ke arah kakaknya. "Kak, ke ruang tamu yuk," ajaknya sambil merengut.
Dyira mengangkat alis, masih menatap halaman novelnya. "Ngapain?"
"Bosen gue di sini mulu. Main HP terus juga bosen," keluh Najwa sambil memeluk bantal.
"Ya udah, ambil novel kakak, baca. Selesai urusan," ucap Dyira tanpa menoleh.
Najwa menggerutu, "Aishh, bukan itu maksud akuu... Aku pengen ngelakuin hal lain. Nonton DraKor kek."
"Yaa... kakak males," kata Dyira santai.
Najwa mendekat dan duduk di pinggir ranjang. "Ayolah nonton bareng Darrel dan Ranendra. Seru tau!"
Dyira menggeleng cepat. "Males nonton DraKor, Dek. Udah gitu rame banget pasti."
"Eh, ada Ranendra lho... Kamu gak bakal jadi nyamuk," goda Najwa sambil tersenyum nakal.
"Gak," jawab Dyira tegas.
"Please dong, kak... sekali aja," rengek Najwa.
"Enggak, Najwaaa..." Dyira mulai kesal.
"Kalau gak mau, aku teriak manggil Ranendra sekarang," ancam Najwa sambil menghela napas panjang.
"Bilang aja sana!" ucap Dyira menantang.
Najwa bersiap membuka mulut, "Ran~!"
Namun sebelum nama itu keluar sepenuhnya, Dyira mencubit lengan adiknya cepat-cepat.
"Awchh! Sakit tahu, kak!" seru Najwa sambil meringis.
"Ssshh... berisik banget sih," keluh Dyira, menahan tawa.
"Ya udah ayo, berarti mau nonton kan?" Najwa tersenyum licik.
"Huft... iya deh, ayok," jawab Dyira akhirnya menyerah.
"Nah, gitu dong! Dari tadi kek begitu," kata Najwa girang.
"Tapi aku terpaksa, jangan senang dulu," bisik Dyira pelan.
"Hah? Kak, ngomong apa?" tanya Najwa yang penasaran.
"Gak papa," jawab Dyira cepat.
Menuju Kamar Ranendra dan Darrel
Mereka keluar dari kamar menuju ke kamar Darrel dan Ranendra. Najwa berdiri di depan pintu dan mulai mengetuk.
Tok... Tok... Tok...
"Rell! Bukain pintunya cepat!" teriak Najwa.
Dyira mengusap wajah. "Dek, pelan-pelan napa..."
"Kalau gak teriak, mereka gak bakal keluar," jawab Najwa dengan santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Misteri Guru IPA [REVISI]
HororHallo... Happy Reading🌻 "JADI APA MAU IBU SEKARANG?" tanya Dyira. "Sabar dong sayang... Kamu sepertinya sudah tidak sabar yaa" kata Bu Luna yang langsung memerintah 2 anak buahnya membawa Dyira masuk ke dalam suatu ruangan lagi. "Aishh lepasin bodo...
![Misteri Guru IPA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/310774798-64-k913395.jpg)