setelah beres makan malam , varo pun masih belum ingin beranjak dari rumah sang mommy nya itu , terpaksa revin pun harus menuruti keinginan anaknya
merasa mulai canggung dan berdiam diam tanpa adanya obrolan , revin pun mulai mencari topik dan pertanyaan agar mereka lebih banyak bicara
ntah mengapa revin merasa penasaran dengan gadis didepannya , ada rasa tertarik di dalam dirinya
" ngomong ngomong fin , sekarang udah kelas berapa? ." tanya revin memulai pembicaraan
" eh sekarang udah kelas 12 kak ." Ucap fina menjawab sambil tersenyum
melihat itu pun jantung revin pun mulai bergerak tak karuan , ia pun membalas senyuman itu dengan senyuman kecil sambil mengangguk mengiyakan
" sekolah dimana kalo boleh tau ?." tanya revin kembali untuk menghilangkan kegugupannya agar tidak terlihat
" SMA Pelita Harapan kak , bukannya gua udah pernah ngasih tau ya? ." ucap fina
" Eh iya lupa gua , SMA Pelita Harapan lumayan deket ya sama tempat kuliahan gua ." ucap revin
" iyaa kak , temen aku banyak yang kadang sering main ke kampus situ ." ucap fina menjawab
"iya? , biasanya pada ngapain tuh ." ucap revin bertanya
" kalo kata mereka mah cuci mata liat mahasiswa mahasiswa ." ucap fina sambil terkekeh mengingat kelakuan temannya itu
" lu juga ikutan? ." tanya revin lagi
"eh ikutan apa ya kak? ." tanya fina tak paham
" ikutan cuci mata." ucap revin menjelaskan
" yaa ngga muna si kak emang kadang kadang ikutan ." ucap fina menjawab
" ohh ." jawab revin , sebenarnya iya sedikit sebal mendengar jawaban dari gadis didepannya itu
" eh iya kak , ini varo nya udah tidur , mau aku taro dikamar dulu ajah ? ." ucap fina bertanya
" ga usah mau langsung balik ." ucap revin
" owalah yaudah kak . " ucap fina
Mereka pun mulai berjalan keluar dari kediaman itu , lalu revin pun mulai memasuki mobilnya dengan varo yang digendongannyaa
" gua balik dulu ya , makasih bantuannya ." ucap revin
" iya hati hati ya kak , ngga usah makasih santay ajah ." ucap fina menjawab
" besok berangkat bareng gua ya ." ucap revin lalu langsung menjalankan mobilnya pergi
belum sempat menjawab fina yang melihat itu pun menghela nafas , ada sedikit rasa deg deg an yang ia rasakan , ntah itu karna apa ia juga belum mengerti
esoknya pagi hari yang cerah , fina dan keluarga pun sedang sarapan bersama , lalu terdengarlah suara bel rumah menandakan adanya seseorang yang datang
Lalu tak lama fina pun disuruh untuk membuka pintu , terkejut ternyata yang datang adalah lelaki yang kemarin mengajaknya berangkat bersama
" eh kak revin? , ngapain kesini? ." ucap fina bertanya
" jemput lu , kan semalem udah bilang berangkat bareng ." ucap revin menjawab dengan santay
" kok ngga ngabarin dulu ." ucap fina protes
" kan ngga ada nomor lu , mau ngabarin lewat mana ?." Jawab revin
" eh iya ya gua lupa kak ." ucap fina sambil tertawa canggung
" yaudah ayo buru berangkat keburu siang ." ucap revin
" iya kak gua pamitan dulu ." ucap fina
revin pun mulai mengikuti fina dan berniat untuk ikut berpamitan juga
Keluarga fina yang sedang makan pun terkejut melihat siapa yang datang , terlebih adik dan abang fina belum mengenal revin
, Sedangkan ayah fina ? mamahnya sudah menceritakan semuanya" ehh ada revin , tumben pagi pagi dateng?." ucap mamah fina menyapa
" iya tan , mau jemput fina berangkat bareng." ucap revin
" owalah gitu , yaudah kalian hati hati yaa ." ucap mamah fina
" iyaa mah ." ucap fina menjawab
belum sempat pergi keluar rumah seseorang sudah protes yang tak lain adalah si devan Abang kedua fina
" woy dek ngga bisa gitu dong , kan lu udah janji mo nemenin nyari bunga ." benar sekali fina semalam sudah berjanji kepada abangnya itu untuk ikut membantu mencari bunga yang abangnya ingin beli , devan memang berencana ingin menembak gadis disekolah ya yang sudah ia sukai sejak lama
" duh bang , besok ajah deh , atau ngga lu nyari sendiri ajah yang penting yang warnanya bagus ." ucap fina menjawab lalu berjalan keluar rumah nya itu diikuti dengan revin yang baru saja selesai berpamitan dengan ayah fina
Mereka pun memasuki mobil lalu berjalan menuju sekolah fina ,selama diperjalanan revin yang notabennya seseorang yang malas bicara , sekarang malah banyak bertanya tanya dan lebih cerewet , ia pun tidak tau kenapa , namun ia merasa nyaman berbicara dengan gadis disampingnya itu
" fin masuk jam berapa?." tanya revin
" jam 7 kak kaya biasa ." ucap fina menjawab
" tadi udah sarapan?." tanya revin kembali
" udah tadi udah sarapan ." ucap fina
" sekolah balik jam berapa?." Tanya revin
" Jam 12 kak , Kenapa emang?."Tanya fina
" ntar balik bareng gua ." ucap revin
" eh gausah kak gua nanti bareng bang devan." ucap fina menolak
" emang gua tadi lagi nanya? , itu gua ngomong dan gua ngga nerima penolakan ." ucap revin tanpa ingin dibantah
" mana bisa gitu ih ." ucap fina protes
" harusnya kan nanya dulu gitu , ini mah main nyuruh nyuruh gitu dih gaboleh lah ." ucap fina misah misuh sendiri sedikit kesal namun tak dipungkiri ia juga merasa sangat senang , marah marah hanya ajang pengalihan saja
" shuttt udah ya nggaa usah cerewe , nanti makin tambah cantik ." Ucap revin
" apaan banget dah ." ucap fina sambil mengalihkan wajahnya , pipinya mulai memerah malu mendengar ucapan revin itu lalu memilih diam tanpa menjawab lagi
tak terasa mereka sudah sampai di depan SMA Pelita Harapan , lalu fina pun berpamitan lalu turun dari mobil , saat ingin memasuki gerbang , revin pun berteriak sesuatu
"FIN TIATII JANGAN GENIT ." ucap revin berteriak
fina yang mendengar itupun memutar bola matanya jengah , yang ia tau sekarang bahawa ternyata revin termasuk lelaki songong dan menyebalkan.
next part ya gaess , Jan lupa vote ya kakak 💞

KAMU SEDANG MEMBACA
baby boy
Romanzi rosa / ChickLitbagaimana kisah seorang perempuan yang tiba tiba dipanggil mommy oleh seorang anak kecil yang baru berumur 3 tahun? " mommy.. , " teriak varo , kemudian berlari menghampiri seorang perempuan . "ehhh , ade? mamahnya mana? kok disini ? , " ucap peremp...