Seorang gadis sedang memasak di dapur , ia berencana ingin membuat makanan karna ini sudah siang , abangnya baru saja pulang tadi dan terkejut melihat dua lelaki yang tertidur di ruang tengah , satu di seofa satu di kasur dekat sofa . Lalu fina pun mau tak mau menjelaskan kepada abangnya , abangnya hanya menjawab dengan anggukan tanpa protes.
Abangnya itu pun lalu meminta fina untuk membuatkan makanan , karna memang mamah fina sedang tidak ada di rumah , mamah nya sedang pergi menjenguk neneknya , fina dengan senang hati pun mengiyakan untuk memasak makanan
Saat sedang asik memasak ia mendengar teriakan seorang lelaki dari arah ruang tengah
" FINAA " ucap revin sedikit berteriak
Fina pun langsung mematikan kompornya lalu menghampiri ruang tengah
" apaan sih teriak teriak gajelas " ucap fina kesal dengan lelaki di hadapannya itu
" Kok pala gua ada dibantal sih ?" Tanya revin sebal
" ya terus palalu harus ada dimana hah?!" Ucap fina ngegass
" tadi kan ada di paha lu , masa tiba tiba pindah " ucap revin protes
" lu pea banget sih , ya gua yang pindahin lah ngga mungkin pindah sendiri astaghfirullah " ucap fina mulai kesal
"yaudah sih santay ajah , gua lagi pusing lu marahin mulu " ucap revin sambil menunduk memainkan bajunya seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya
" Ya lagian ada ada ajah , teriak teriak cuma buat nanya itu gua kan udah panik gua kira ada apa " ucap fina sebal
tak mendengar jawaban dari lelaki di depannya pun fina langsung menghampiri dan melihat kebawah dimana lelaki itu sedang menundukkan kepala nya
"hikss .. " Terdengar isakan pelan yang sepertinya ditahan
Fina yang melihat itu pun langsung menghampiri lelaki di depannya itu yang sepertinya sedang menangis , terkejut melihat dugaan nya itu benar , lalu mulai menenangkan lelaku itu
" shutt hei kok lu nangis sih " Ucap fina
" hiks.. , gua lagi pusing hiks lu marahin mulu jadi tambah hiks.. pusing Fin" ucap revin sambil mengelap air matanya dengan punggung tangannya
"iyaa iyaa gua minta maaf ya marahin lu tadi , udah jangan nangis lagi , udah gede kok nangis " ucap fina membujuk
" hiks.. , pelukk " ucap revin meminta
" lah kok jadi peluk sih " Ucap fina protes
" peluk hiks pusingg " ucap revin merengek
Fina pun akhirnya menuruti kemauan lelaki itu dengan terpaksa , lelaki tersebut menyembunyikan kepalanya di leher sang gadis
Fina yang merasa leher nya pun hangat mulai merasa tak enak , ia mulai memeriksa suhu tubuh lelaki itu , dan dugaan nya pun benar badan lelaki di pelukan nya ini panas , memang sedari tadi fina sudah merasa aneh melihat kelakuan lelaki di pelukannya ini
" revin badan lu panas " ucap fina
" Pusingg fin " ucap revin mengeluh
" yaudah minum obat dulu ayo , makan dulu tapi itu tadi gua masak bentar lagi beres "
" ngga mau ngga mau " Ucap revin menolak ia memang tidak suka minum obat
" Kalo ngga minum obat gimana sembuhnya hah?" tanya fina jengah
yang ditanya pun hanya diam tak menjawab , fina menghela napas letih ia sudah meyuruh lelaki ini minum obat tapi tak mau
"Yaudah makan ajah ya?" Tanya fina

KAMU SEDANG MEMBACA
baby boy
ChickLitbagaimana kisah seorang perempuan yang tiba tiba dipanggil mommy oleh seorang anak kecil yang baru berumur 3 tahun? " mommy.. , " teriak varo , kemudian berlari menghampiri seorang perempuan . "ehhh , ade? mamahnya mana? kok disini ? , " ucap peremp...