part 16 ( balapan )

4.8K 253 0
                                    

Malam hari yang gelap ini , revin memutuskan untuk pergi ke basecamp tempat teman temannya berada , mendengar berita bahwa ada yang mengajak mereka untuk balapan

Revin memang masih suka balapan , namun tidak terlalu sering mengingat ada anaknya yang harus ia jaga , tapi apabila lagi keadaan darurat seperti ini ia harus ikut turun tangan

Sebagai ketua ia tidak boleh menjadi pengecut dan menyuruh anak buahnya untuk menangani acara balapan ini , sebenarnya mereka bisa saja membereskan masalah ini namun menurut revin , balapan juga seru untuk malam ini tidak salah bukan ia mencobanya

" Wey bos udah dateng ternyata " ucap reno menyapa dengan heboh

" Sombong bat roman roman nya " ucap satria mengompori

" iya nih sombong elah lu Vin , nongkrong ngga , giliran balapan baru ajah ku ikutan " ucap reno

" Tau nih mentang mentang udah ada cewe nih ya " Ucap satria sambil meledek revin

Revin pun hanya diam tak bergeming mengedikan bahunya tak acuh , menunggu di area balapan , hingga akhirnya pertandingan pun akan segera dimulai .

"lu bakal kalah sama gua " ucap Seno

" bacot " ucap revin menjawab

1 2 3

Pertandingan pun dimulai , motor mereka sudah melaju dengan kecepatan tinggi mengejar garis finish , tak lupa terdengar suara sorak sorak yang diberikan penonton kepada mereka berdua

Cukup lama menunggu hingga akhirnya revin pun sampai di garis finish terlebih dahulu lalu disusul dengan seno , kemudian turun dari motornya lalu menatap seno dengan tatapan meremehkan

Sedikit kesal dengan orang di depannya itu yang terlalu merasa jago dalam segala hal , padahal geng mereka sudah jarang mencari ribut , mereka malah membuat keributan .

" yaelah seno seno , gaya doang digedein eh kalah" ucap reno memanas manasi

" Hahaha ketawa kenceng gua anjrittt " ucap satria tertawa

" Bacott anjing " ucap seno marah

" eh lu revin , kalo mau main jangan curang anjing " ucap seno kepada revin

" gua? Curang? " Ucap revin bertanya

" ya iya lah lu curang " ucap seno menjawab

" Kalah mah kalah ajah kali " ucap deri yang sedari tadi diam memperhatikan

" diem lu anjing " ucap Seno

Hingga akhirnya hal itu menimbulkan emosi satu sama lain yang membuat mereka bertarung antar geng , hingga mereka dipisahkan oleh bunyi suara mobil polisi , mereka yang sudah tepar dan babak belur langsing berlari menaiki motor lalu kabur

Revin melakukan motornya dengan kecepatan rata rata , menghindari polisi itu , walaupun ada luka lebam di wajahnya itu tidak membuat ia merasakan rasa sakit

Hingga akhirnya revin dan teman temannya sampai di base camp , lalu mereka masuk dan berkumpul untuk sekedar merayakan kemenangan , mereka memang sering seperti itu , tidak terlalu panik akan kedatangan polisi lalu pergi ke base camp mereka.

" widih bos menang nih , Sabi kali traktir " ucap satria

" Iya nih bisa lah bisa yakali ngga " ucap reno

" iya tuh vin " ucap deri

Revin pun hanya mengangguk nganggukan kepalanya tanda setuju , lalu tak lama beberapa orang pun pergi untuk membeli makanan yang ingin mereka makan .

Sambil menunggu teman temannya itu revin pun mengambil satu batang rokok lalu membakar dan menghisapnya .

Begitupun dengan teman temannya yang lain , ia pun tiba tiba kepikiran apabila besok fina bertanya tentang luka lebam nya ini , karna memang besok fina akan bermain kerumahnya untuk menemui varo

Apa ia harus menjawab jujur , lalu kalau ia menjawab jujur apa fina tidak marah?, Ia jadi sedikit pusing memikirkan nya , bagaimana besok saja lah

Tiba tiba bunyi ponsel berdering tertera nama sang gadis yang baru saja ia pikirkan tadi

pina pacar ❤️ is calling ..

akhirnya ia pun mengangkat telfon itu dengan sedikit deg deg an , namun berusaha tenang agar Fina tidak curiga

" halo sayang " ucap revin menjawab telfon itu

"Halo , revin kamu lagi dimana?" Ucap fina dari sebrang sana

" emm.. aku lagi nyari angin sayang , lagi nyari makanan diluar " ucap revin berbohong , untuk saat ini ia tidak mungkin berbicara jujur , mungkin besok baru ia akan menjelaskan

"yang bener? " Tanya fina lagi

" Iya sayang bener , kenapa emangnya?" tanya revin

" Tadi bunda nelfon aku nanyain kamu , emang kamu ngga bilang dulu sama bunda?" Ucap fina

" ngga tadi aku buru-buru , bunda nya lagi dikamar " ucap revin menjawab

" yaudah kamu buru pulangnya kasian bunda udah nyariin " ucap fina

" iyaa pinaa , siap pina pacar " ucap revin menjawab .

" yaudah aku matiin dulu , dahh" ucap fina

" dadah " ucap revin

Lalu telfon pun mati , revin pun merasa lega untung saja ia tidak dicurigai , huh sungguh berat cobaannya memikirkan apa yang harus ia jawab saat nanti pulang bundanya bertanya tentang lukanya .

Tak lama saat sedang berpikir teman revin pun menepuk pundak revin seraya memanggil namanya , revin yang baru sadar akhirnya bertanya , lalu temannya itu pun memberitahukan bahwa makanan yang tadi dibeli sudah datang .

Mereka pun akhirnya mulai makan , setelah mereka semua makan pun akhirnya mereka mengeluarkan minum minuman , saat mereka sedang minum minum , revin pun tidak ikutan minum , karna memang ia tidak ingin minum minuman tidak sehat seperti itu

Tak lama akhirnya revin pamit pulang lebih dulu , takut bundanya sudah mencari , jadi akhirnya ia memutuskan untuk pulang .

" gua cabut " ucap revin kepada teman temannya

Teman temannya pun mengangguk mengiyakan , lalu revin pun mulai jalan ke parkiran dan menaiki motornya lalu melajukan motornya dengan kecepatan rata rata .

Hingga akhirnya ia sampai dirumahnya lalu turun dan me makirkan motornya , memasuki rumah disambut dengan bundanya yang sudah menunggu nya di depan pintu , di ruang tamu , menyalami bundanya , lalu bundanya pun mulai bertanya tanya kepada nya

" revin ya ampun kamu darimana sih? " tanya bunda panik

" revin habis balapan bund" ucap revin menjawab

" astaghfirullah revin, kamu tuh ngapain sih balap balapan kaya gitu hah? " Ucap bunda marah

" maaf bund , revin tau revin salah " ucap revin menyesali perbuatannya

" itu luka kenapa? ,  berantem?" Tanya bunda lagi

Revin pun hanya mengangguk an kepalanya sambil menunduk , ia sedikit takut mendengar bundanya yang marah marah itu.

" ya Allah revin yaudah sana obatin dulu , cape bunda ngasih tau nya" ucap bunda revin

" bunda revin minta maaf , bunda jangan marah lagi sama revin " ucap revin membujuk bundanya agar tidak marah

" huh iya udah sana bunda ngga marah , kamu bersih bersih abis itu obatin lukanya , langsung tidur , varo udah nyariin kamu daritadi sampe ketiduran " ucap bunda revin

" Iya yaudah bund revin keatas dulu ya" ucap revin

" lain kali jangan gitu lagi " ucap bunda

Revin pun mengangguk an kepalanya tanda menyetujui , lalu beranjak ke kamarnya membersihkan badannya mengganti bajunya , lalu mulai merebahkan badannya disamping anaknya yang kini sudah tertidur

" maafin daddy ya varo nunggu nya lama" ucap revin berbisik sambil mencium kening anaknya itu

Lalu membaca doa memejamkan matanya menuju alam mimpi , merasa letih karna kegiatan hari ini.

Next part ntar ya gaes , Jan lupa vote and komen

baby boyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang