Helcia West, dia hanyalah seorang rakyat biasa yang mempunyai kekasih seorang anak Kaisar.
Benar, kekasihnya adalah Claude De Alger Obelia.
Janji yang pernah diucapkan oleh Claude dilanggar oleh dirinya, menyisakan satu hati kecil yang hancur kare...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
──────────────── ────────────
"Putri! Ayo bangun!" teriak Eliana sambil menarik Agatha untuk turun dan menjauh dari ranjang.
"Anaa, aku masih mau tiduuurrr~" rengek Agatha sambil berlari kembali kearah kasurnya.
Eliana ikut berlari dan menarik tubuh Agatha lagi. "Tidak boleh tuan putri! Ini hari yang spesial bagi tuan putri, kan?"
Agatha menekuk wajahnya lesu. Walau begitu, dengan paksaan Eliana dia mengangguk pasrah.
Berbeda seperti di kamar Athanasia yang terdengar sangat ramai dan gaduh itu.
Dalam kamar Agatha suasana lebih tenang dan damai, karena Agatha sudah berpesan pada kepala pelayan hanya Eliana dan kedua pelayan pribadinya yang akan mengurus semua yang dibutuhkan untuk Debutante nanti.
Agatha sengaja memilih kedua pelayan yang tidak ribut dan tenang untuk dijadikan pelayan pribadi.
Berbeda dengan Eliana, dirinya sendiri lah yang mengajukan diri untuk menjadi pelayan pribadi Agatha. Bahkan sekarang Eliana sudah Agatha anggap seperti ibu asuh ke dua setelah Lilian.
"Tuan putri, rambut anda indah dan halus." puji Verlyn yang menyisir rambut Agatha dengan telaten.
Agatha tersenyum, mengucapkan terimakasih atas pujian yang diberikan membuat Verlyn ikut menyunggingkan senyum tulusnya.
"Hmm, bagusnya rambut Tuan putri di gerai apa di ikat ya?" tanya Callia.
"Bagaimana kalau gerai saja? Tuan putri akan tetap cantik pakai gaya rambut apapun." usul Eliana
Callia dan Verlyn mengangguk, lalu mulai merapikan rambut Agatha serta Eliana yang menaruh beberapa perhiasan di kepala Agatha.
Namun Agatha menolak, dan menyuruh kepada ketiga pelayannya agar mendandani nya tanpa perhiasan yang mencolok.
Tentu hal itu membuat para pelayan menjadi bingung. "Ini kan hari yang spesial, apalagi bintang utamanya adalah Tuan Putri."
"Tidak." Agatha menggeleng dan tersenyum. "Aku ingin menjadikan kakak sebagai bintang utama."
Beberapa menit berlalu...
Ketiga pelayan tersebut bertepuk tangan dan tersenyum haru atas kerja keras yang mereka lakukan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.