***
Juan Kim berjalan cepat keluar dari apartemen di mana ia tinggal selama di Spanyol ini. Ia tidak tinggal satu kamar dengan Melanie. Sejak awal pun ia tidak pernah tinggal satu rumah apalagi sekamar dengan gadis itu. Selama di Zurich pun mereka tinggal di rumah yang berbeda.
Hari ini Melanie ada jadwal pemotretan sampai malam. Juan akan menjemputnya sekitar jam delapan malam ini, tapi beberapa waktu lalu Elizabeth menghubunginya dan meminta bertemu. Gadis mantan kekasihnya itu berkata jika ia membawa sebuah berita penting. Maka saat ini Juan langsung saja menuju ke mana gadis itu meminta bertemu.
Juan baru saja turun dari taksi yang membawanya menuju cafe di mana gadis itu menunggu. Elizabeth sudah menunggu di sana bersama Jessabel, gadis berambut pendek pirang itu hanya menatap datar saat Juan duduk di depan mereka.
"Langsung saja, ada apa?" Juan bertanya sembari melirik jam di pergelangan tangannya.
"Kau pernah menghubungi keluargamu di London?" Elizabeth bertanya dengan nada santai.
"Belum beberapa waktu ini." Juan menghela napas di ujung kalimatnya.
"Ckk! terlalu sibuk dengan ular licik itu?" Elizabeth berdecak malas.
"Lizzie, please! kau hanya ingin membullyku lagi, maka aku harus pergi!" Juan berkata dengan nada kesal.
"Nah kan? kau memang seperti kerbau dicocok hidungnya, sikapmu yang seperti inilah yang menghancurkan hubungan kita dulu!" Lizzie berkata tak kalah kesalnya.
"Bukannya kau berselingkuh dengannya?" Juan mengerling santai pada Jessabel.
"Heyy, Bung! berhenti melibatkanku dalam retaknya hubungan kalian, aku bersama Lizzie setelah kalian putus!" Jessabel tak terima dituduh sebagai perusak hubungan orang.
"Oh ya?" Juan menaikkan sebelah alisnya.
"Anak ini!" Jessabel ikut menaikkan alisnya, tatapannya terlihat dominan meski ia seorang wanita, "kau membuatnya kesal dan marah, kau meninggalkannya ketika ularmu itu memanggilmu, kau ingat pernah meninggalkannya sendirian di taman hanya karena gadis itu meneleponmu sambil menangis, nyatanya ia hanya takut gelap, apa kau pikir kau layak dipertahankan?" Untuk ukuran seorang pendiam seperti Jessabel, itu adalah kalimat terpanjang yang pernah ia ucapkan.
Juan terdiam. Tentu ia sadar pada akhirnya kenapa Elizabeth dulu memutuskan berakhir darinya setelah ia sangat dekat dengan Jessabel. Di keretakan hubungan masa muda mereka, Juan memergoki kedua gadis itu berciuman di halaman belakang sekolah. Juan hanya menolak sadar jika Lizzie merasa dinomorduakan olehnya karena Melanie. Juan hanya menolak menyalahkan dirinya sendiri.
"Menemukan kesalahanmu sendiri, Tuan Kim?" Jessabel bertanya, kedua tangannya dilipat di depan dada.
Juan berdecak malas, "jadi apa yang sesungguhnya ingin kalian sampaikan?" Ia ingat tujuan utamanya bertemu Elizabeth.
"Kau tahu seharusnya agendaku adalah Barcelona, bukan Bilbao, tapi demi dirimu yang sudah kuanggap saudaraku sendiri, aku rela mampir ke sini." Lizzie meneguk minumannya sementara Juan hanya menatap dengan tatapan gusar, entah kenapa ia merasa jika yang akan gadis ini sampaikan bukanlah sebuah masalah sepele.
"Jadi ada dua kabar yang kubawa, kabar baik dan kabar buruk. Pertama, kabar baiknya aku akan memberitahumu kabar jika saudara iparmu sedang mengandung."
Juan terkejut, ia menatap Lizzie dengan tatapan penuh tanya, "a-apa maksudmu?" tanyanya tak mengerti.
"Myth sedang mengandung, usia kandungannya sudah di atas empat minggu." Lizzie menjawab dengan wajah riang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Feels Like Home
FanficKonon dari 7,954 miliar penduduk bumi, hanya 1 dari 135 orang yang memiliki doppelganger atau kembaran yang tak terikat hubungan darah. Bagaimana jika Myth yang tak bisa melupakan mendiang kekasihnya yang telah meninggal 5 tahun silam bertemu dengan...