Part 23 - Finally I Know This Feeling

197K 6.9K 845
                                        

Let's enjoy this part xoxo

-----------------------------------------

Maybe I was wrong for tryi' to pick a fight

I know that I've got issues

But you're pretty messed up too

Either way, I found out I'm nothing without you

Cause we belong together now

Forever united here somehow

You got a piece of me and honestly

My life would suck without you

Kelly Clarckson - My Life Would Suck Without You

-----------------------------------------

Aku terbangun dengan rasa lelah yang hebat. Tubuhku serasa telah menghadapi sebuah badai yang hebat. Aku duduk diatas ranjang tidurku dengan tatapan kosong masih lengkap dengan gaun yang aku gunakan semalam. Ya karena pertengkaran aku dengan Leo semalam membuatku bahkan tidak mampu untuk mengganti pakaian dengan piyama tidurku.

Aku semalamam meruntuki segala sikap dan teriakanku padanya. 'YA AKU TAHU KAU PASTI AKAN MEMERINTAHKAN PETER UNTUK MELAKUKANNYA DENGAN SEGALA KEKUASAAN YANG MELIPUTIMU' aku menutup mataku mengingat teriakanku padanya. Sebuah berlian kembali menetes dari pelupuk mataku.

Aku memeluk diriku dengan kaki yang terlipat hingga kepalaku bersembunyi diantara lutut dan lenganku. Tubuhku bergetar seiring dengan tangisku yang semakin menjadi. Maaf. kata itu terus terulang diantara isak tangis yang menghiasi kamarku.

Aku tidak bisa seperti ini. aku harus segera meminta maaf padanya, jika tidak semuanya akan terus seperti ini. Yakinku pada diri sendiri. Aku menghapus air mata yang menghiasi wajahku dan segera menuruni ranjang.

Mataku tanpa sengaja melirik kearah nakas yang saat ini tengah dihiasi oleh sebuah kotak yang berwarna Turquoise. Dengan hati-hati aku membuka kotak tersebut. Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kertas hitam yang terlipat dan kunci mobil yang dihiasi boneka Monokuma yang kali ini berwarna white and Turquoise dengan sebuah mahkotaratu yang menghiasi kepalanya.

Aku meletakan kotak tersebut lalu meraih kunci mobil tersebut. 'Leo'. Nama pria itu mengiang di kepalaku saat melihat boneka tersebut. Ya setahuku hanya Leo yang mengetahui bahwa Monokuma adalah boneka kesayanganku.

Aku meletakan kunci mobil tersebut kembali ke dalam kotak lalu tanganku terulur meraih kertas hitam yang terlipat tersebut. 'Aku tidak ingin mendengarmu naik bus lagi. Gunakan mobil yang telah kupersiapkan untukmu. Kau bisa mengemudikannya sendiri atau kau bisa memerintahkan Peter untuk menyediakan supir pribadimu. Pokoknya tidak ada lagi kata bus lagi Kia' aku tersenyum melihat segala perintah yang menghiasi kertas tersebut. Senyumku semakin merekah saat mengetahui bahwa dia memang Leo yang kukenal. To The Point dan Pemaksa seperti biasa.

'123093 gunakan angka tersebut untuk membuka pintu penthouseku' jantungku bergemuruh saat melihat angka tersebut. Ya aku tahu dengan pasti angka tersebut, karena angka tersebut adalah hari dimana aku dilahirkan kebumi. 30 Desember 1993. 'Aku tidak ingin mendapati dirimu menunggu di pintu penthouse layaknya seorang tamu yang menunggu tuan rumah membukakan pintunya. Dan tidak ada penolakan Kia' aku menganggukan kepala membaca perintah terakhir yang tertulis di atas kertas tersebut. Jemari kananku terangkat menyentuh huruf L yang berada di akhir kertas.

Aku yakin Leo meletakan kotak tersebut sebelum pertengkaran kami terjadi. sekali lagi perasaan menyesal memenuhi diriku, mengingat teriakan dan kotak itu bersamaan. 'Aku harus minta maaf padanya secepatnya'. Yakinku sebelum aku meletakan kertas tersebut lalu segera melangkahkan kakiku keluar dari kamarku.

BILLIONAIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang