Maaf ya telat lagi postnya. Aku ngak nyangka part ini bisa sepanjang ini.
Happy Reading xoxo
——————————————————
Why do you do this to me?
Why do you do this so easily?
You make it hard to smile because
You make it hard to breathe
Why do you do this to me?
Secondhand Serenade - Why
——————————————————
Aku terbangun dengan keadaan kamar yang begitu hening. Pria yang sejak semalam memelukku begitu erat kini telah menghilang dari sampingku. Aku tersenyum mengingat semalam aku telah menerima perasaan ini datang, walaupun sejujurnya aku takut akan apa yang Leo rasakan padaku.
Aku bangun hingga tubuhku kini berada dalam posisi duduk. Aku meraih remote lalu menekan salah satu tombol hingga gorden yang menutupi NYC dari pandanganku terbuka. Apakah dia juga mencintaiku? Tanyaku dalam hati dengan maat menatap lurus kearah NYC yang saat ini mulai dihiasi cahaya sang mentari.
Aku tidak tahu tapi yang jelas aku tidak dapat menolak lagi perasaan ini, apalagi setelah merasakan segala penyiksaan dan kerinduan yang begitu besar saat dirinya tidak berada disampingku. Mungkin ini terdengar konyol tapi jujur aku masih dapat merasakan perasaan rindu itu sampai sekarang, walaupun aku yakin bahwa dia berada disekitarku sekarang.
Aku menuruni ranjang dan segera melangkahkan kakiku keluar kamar untuk mencari Leo. Kakiku dengan sendirinya telah terseret kearah utara penthouse, mungkin lebih tepatnya keruang gym. Dan lihatlah dugaanku benar, Leo kini tengah berada di treadmill sambil menormalkan napasnya setelah berlari diatas alat tersebut.
Keringat yang menghiasi wajahnya seperti tidak menjadi halangannya untuk focus memperhatikan sebuah monitor tablet yang berada ditangannya. Sesekali telunjuknya terlihat menyapu layar monitor tablet yang membuatku harus menahan napas melihat dirinya yang begitu seksi saat ini.
Kakiku yang sempat terhenti kembali melangkah memasuki ruang gym. Peter yang berdiri tidak jauh dari Leo membungkuk saat menyadari diriku yang baru saja memasuki ruang gym. "Morning Pet" sapaku setelah dia mengangkat wajahnya kembali.
"Morning Ms. Birclay" aku memutar bola mataku malas mendengar dirinya yang kembali memanggilku Ms. Birclay. Dia yang sepertinya paham dengan reaksiku terlihat tersenyum kecil ke arahku.
"Shit" aku menoleh kearah Leo saat mendengar umpatan dengan suara rendah khasnya. "Turunkan matamu darinya Pet" ucapnya dengan suara memperingati tanpa memutuskan pandangannya dariku saat berjalan mendekatiku.
Aroma tubuhnya langsung memenuhi indra penciumanku saat dirinya dengan sangat cepat telah mendekapku kedalam pelukannya. Pelukannya terasa begitu erat namun anehnya aku malah menyukai pelukannya yang terasa begitu posesif dan terasa nyaman disaat bersamaan. 'Kau sepertinya telah benar-benar jatuh dalam pesona singa ini' cibir wanita yang menyerupaiku.
Aku membalas pelukan Leo dan menghirup aroma tubuhnya yang begitu kusukai. "Apa kau sedang menguji kesabaranku sekarang?" bisiknya ditelingaku. Aku yang membingung dengan pertanyaannya segera melepaskan pelukannya lalu memandangnya dengan kerutan disekitar keningku.
Dia memperhatikan tubuhku dari bawah hingga mata kami bertemu. Aku dapat merasakan wajahku yang tiba-tiba terasa panas. Mengerti dengan reaksiku dia mendorong pinggangku untuk lebih merapat ke tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BILLIONAIRE
Romanzi rosa / ChickLitJika dia berpikir akan menjadikanku salah satu permen karetnya -Habis manis sepa dibuang- berarti dia salah memilih wanita. Aku pastikan tidak akan menjadi permen karetmu Mr. Daxon -Kynthia Adora Birclay- Aku akan segera membawamu keranjangku sayang...
