Seorang wanita biasa sedikit tomboy dan punya penyakit gangguan mental bisa mendapat ketua geng motor sekaligus ketua osis juga? Gimana dia bisa mendapatkannya? Apa pake pelet? Yakali engga lah pasti ada tumbuh cinta dia antara mereka
Pagi ini tepatnya bagas pulang, bagas yang tidak sabar untuk pulang karna ia bosen di rumah sakit .
Azka yang sedang duduk di sofa,melihat bagas yang duduk di kursi roda,azka merasa kasihan dengannya karna yang ia pikirkan bagas tidak bisa mengigat dia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
''agas andai elo tau,gue sebenernya kangen sama hubungan kita yang dulu,gas gue pengen elo inget semuanya tentang kita"ucap hati kecil azka
Lalu lena menelfon azka dan menyuruh azka membawa bagas keluar dari rumah sakit karna ia sudah menunggu di mobil
Azka memegang kursi rodanya,lalu bagas menegaskan azka bahwa dia bisa sendiri
"apaansih lo,gua bisa sendiri dan lo jangan megang-megang kursi roda gua,inget ya lo tuh disini bukan siapa-siapa gua"ucap bagas dengan tatapan matanya
"GUE PACAR ELOO,FINE KALO ELO GA INGET SAMA HUBUNGAN KITAA FINE TAPI GA SEHARUSNYA ELO BERSIKAP KAYA GINI SAMA GUE,GUE PUNYA PERASAAN"ucap azka dengan bicara tegas dan meninggalkan bagas sendirian
"Dia pikir gue cewe lemah yang bisa dia bentak ga kali, gue suruh ribut sama anjing aja dah takut dia"gumam azka
Bagas keluar dari rs sendirian dengan tatapan yang tajam dengan azka yang berada disamping bundanya.
Diperjalanan pulang bagas masih sebal dengan azka,dan ia juga sebal karna satu mobil dengan azka
Bagas menatap azka tidak berhenti
"Ngapain elo natap-natap gue hah? Gue punya utang sama elo?ucap azka dengan alis dia angkat
Lena pun melihat mereka geleng-geleng kepala
"Geer lo gua liatin kaca mobil bukan lo, habisnya lo juga di sepanjang perjalanan makan terus"ucap bagas sambil memutarkan bola matanya
"Gue tanya nih mulut² siapa?"
Lo
"Perut perut siapa?"
Lo
"Mantull dah tau mulut&perut gue kenapa lo yang sibuk" ucap azka
Bagas yang mendengarkan omongan azka pusing karna cewe kaya dia udah cerewet susah dibilangin lagi
Sesampainya di rumah bagas
Lena ingin bicara dengan bagas & azka
"azka,bagas sini duduk''ucap lena sambil menepuk sofanya
"Ngapain sih bun ngajak ngobrol cewe prik kaya dia mana gayanya kaya preman"ucap bagas sambil melihat penampilan azka dari atas ke bawah
"Napa sih elo sama gue?punya dendam pribadi elo?"ucap azka utk menetupi kesedihannya
Bagas geleng geleng kepala dengan kelakuan azka yang menyebalkan menurut ia
"Kalian bisa stop ga si kalian udah gede bukan anak kecil lagi,bunda pusing sama kalian di mobil ribut,dirumah juga ribut"ucap lena
"Maaf ya tante,anak tante ngeselin"ucap azka
"Bukan aku yang duluan bun, azka bun yang duluan" ucap bagas
"Haha lucu elo,elo yang duluan"ucap azka
"Elo"ucap bagas
"E-lo"ucap azka
"Stopp bisa stopp ga sihh diem kalian berdua, lulus SMA nanti kalian ibu nikahin berdua"ucap lena langsung intinya
Azka yang mendengarkan itu hatinya langsung senang karna ia bisa hidup bersam bagas
"Bunda jangan bercanda dong,masa anak bunda yang ganteng,keren nikah sama dia?kan ga mungkin bun"ucao bagas
"NAJISSSS NAJISSS"ucap azka padahal sebenernya ia senang
"najis,najis tpi lo mau nikah sama gua kan?"ucap bagas sambil main"kan bibirnya
"Ini serius gaada ya penolakan,kalau ada di antara kalian ga setuju,bunda geret kalian di penjara karna kalian pernah tawuran"ucap lena dengan senyuman tipis
"I-iya bun"ucap bagas
"Azka"ucap bagas yang memanggil azka
"Paan hahh"ucap azka sambil mata yang melotot sama bagas
"Biasa aje mata lo"ucap bagas
"Ya apa buruan bentar lagi gue harus ke pemakaman ikan gue"ucap azka
"Cewe gila,gini ya gua mau ngajak lo jalan²"ucap bagas dengan terpaksa
"Aduh ada geledek apa nih"sambil memegang jidat bagas
"Paan si lo mau ga? kalo ga mau gua tinggal"ucap bagas
"Ya mau kalo gue nolak,nti yang ngurus elo siapa? Kan kaki elo patah terus tangan elo..?"
"Diem berisik lo"ucap bagas yang menetup mulut azka