《10》

6 1 0
                                    

Sesuai janji Mark, weekend ini akan mengajak Rani jalan jalan. Bisa dilihat saat ini Rani dalam kondisi mood yang baik, karena sejak tadi ia tersenyum dan bernyanyi mengikuti lagu yang sedang diputar diradio. Bahkan saat Mark sedang mengobrol dengan orangtua Rani tadi saat menjemput anak itu dengan tidak sabar menunggu obrolan Mark dan orangtuanya selesai

"Ayah jangan lama lama ajak ngobrol Mark nya. Rani udah mau mainnn" kata Rani sebal saat mendengar tak ada kata obrolan yang menandakan akan berakhirnya obrolan singkat itu

"Dih Ayah ini lagi ngobrol sama Mark loh, buat pendekatan. Katanya kamu mau ngelamar Mark" dan ya jangan lupa konteks wajib yang perlu disertakan jika mengobrol dengan Mark atau Rani

"Iihh ya ga sekarang. Kan Rani sama Mark udah ada rencana. Bukan Mark yang emang mau main kerumah. Kalau mau pendekatan besok-besok aja kalau emang Mark niatan mau main ke rumah doang" kata Rani yang sudah menggandeng tangan Mark menjauh

"Ehh ehh, Yang ini belum pamit. Kok main tarik-tarik aja sih" kata Mark saat Rani berhasil menariknya menjauh

"Nanti kamu diculik Ayah lagi. Kan kita mau jalannn" kata Rani sedikit merengek

"Iya tapi pamit dulu. Masa iya langsung pergi ga sopan" kata Mark menjelaskan dengan lembut

"Tuh dengerin Mark, masa kamu...."

"Udah ih Ayah jail mulu sama anaknya" kata Bunda yang berhasil memutuskan kata-kata mutiara yang akan keluar dari mulut Ayah, alias omelan dan juga ejekan kembali

"Bunda the best hihi" kata Rani senang

"Hehe ya udah ya Om, Tante, kita berangkat dulu. Nanti Mark pulangin Rani nya ga bakal telat dari jam malem kok Om, Tante" kata Mark pamit dengan sopan

"Iya, hati hati ya nanti bawa mobilnya. Jangan lupa makan siang sama makan malamnya ya nanti"

"Iya Tante siap, Mark sama Rani berangkat ya" pamit Mark dengan senyum dan Rani yang melambaikan tangan kepada orangtuanya

Kembali pada suasana dalam mobil. Mark tampak tersenyum senang melihat Rani yang tak melunturkan senyum sejak tadi. Sudah cukup lama Mark tidak melihat pemandangan ini karena sibuk dengan kegiatan di sekolah. Ya ini lah resiko sebagai ketua osis dan salah satu murid berprestasi di sekolah, akan menyita waktu lebih banyak untuk kegiatan sekolah. Walau dalam diri Mark sendiri sangat menyukai kegiatan yang dilakukan, tapi ada kalanya Mark merasa jenuh dengan rutinitas yang dilakukan beberapa minggu ini. Kegiatan belajar di kelas pun sedikit terganggu, terkadang Mark akan izin untuk rapat osis, olimpiade, atau lomba basket. Tak jarang juga Mark akan pulang larut jika terdapat masalah yang tak terduga seperti kemarin. Tapi apa boleh buat, keputusan telah Mark buat dan Mark akan bertanggungjawab hingga akhir. Dan ya terdapat beberapa hal yang harus dia korbankan, salah satunya adalah waktu untuk kekasihnya

"Habis dari timezone kita mau kemana?"

"Heum kamu hari ini kosong sepanjang hari emang?"

"Kalau ga ada perubahan mendadak sih kosong kok, masa aku ngurus acara mulu"

"Ya kan memastikan, nanti kita agak lamaan ya mainnya. Aku mau mainin semua deh coba satu satu. Aku udah minta Ayah uang tambahan buat main hehehehe"

Jawaban antusias yang diberikan oleh Rani membuat Mark tertawa senang. Pacar Mark ini lucu sekali bukan?

"Emang ga kena omel kamu sama Ayah minta uang tambahan buat main?" Tanya Mark penasaran, karena Mark yakin akan ada cerita dibalik itu

"Eum kayaknya sih Ayah mau ngomel, tapi aku ngeluarin keluh kesahku duluan. Jadi Ayah diem ga jadi ngomel" jawab Rani sambil mengingat akan kejadian tempo hari

Bot Line - Mark LeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang