O6 ; date ur fada

3.2K 345 5
                                    

"Iya mas aku mau." Itu adalah ucapan Hyunsuk tempo hari saat Jihoon melamarnya. Si manis menjawab dengan pipi yang bersemu merah.

Dan disinilah ia sekarang, duduk di dalam restoran mewah bersama Jihoon. Pria itu menyewa sebuah ruangan khusus disana. Yang paling membuatnya kaget adalah ketika pria disampingnya itu berkata bahwa mereka sedang menunggu Jaehyuk datang. Hyunsuk kira ini adalah makan malam biasa untuk merayakan atas setujunya lamaran pria itu, namun ia salah, ini bukan makan malam biasa seperti yang dia bayangkan.

Sungguh, dia gugup setengah mati. Keringat dingin mulai menghampirinya. Jihoon yang melihat Hyunsuk meremat tangannya pun langsung menggenggam tangan mungil itu dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Sebenarnya Hyunsuk sangat khawatir kalau Jaehyuk tidak menyetujui pernikahan mereka. Karena terakhir kali mereka bertemu setelah kejadian itu keduanya saling bertengkar dan memaki. Bahkan ia ingat pertengkaran mereka tempo hari. Jadi, Hyunsuk tidak mau berharap banyak bahwa Jaehyuk akan menyetujui pernikahan mereka.

"Maaf nunggu lama, pa." Ucap Jaehyuk tepat saat ia datang dan langsung duduk tepat di depan meja Jihoon. Pemuda itu terlihat ngos-ngosan seperti habis berlari. Ekspresinya tidak kaget lagi ketika ada Hyunsuk disana duduk di samping sang ayah. Namun sedikit canggung ketika mengingat pertengkaran mereka kemarin.

Pria didepannya mengangguk dan berkata tidak apa-apa. Lalu Jihoon menarik nafasnya sebelum memulai pembicaraan mereka. "Kak, sebelumnya papa mau tanya sesuatu sama kamu."

Jaehyuk diam namun langsung mengangguk dan memusatkan atensinya pada sang ayah. "Ngomong aja, pa. Jae dengerin." Jawabnya.

Jaehyuk jelas melihat tangan sang ayah yang menggenggam tangan mungil milik mantan pacarnya itu. Sedikit rasa iri melanda.

Sedikit berdeham untuk menetralkan suasana. "Kak, kalau papa menikah lagi, apa kakak setuju?"

Pemuda itu tahu jika pembicaraan ini serius ketika papanya memanggilnya dengan sebutan "Kakak". Kemudian saat pertanyaan itu terlontar raut wajah Jaehyuk berubah dan melirik ke arah Hyunsuk yang terlihat sangat gugup dimatanya.

"Sama—dia?" Jaehyuk berucap pelan, matanya menoleh pada Hyunsuk yang duduk di samping sang ayah.

"Ya, papa akan menikahi Hyunsuk kurang dari sebulan lagi." Ucap Jihoon, pria itu berucap mantap.

"Tapi sebelum itu papa mau kamu minta maaf sama Hyunsuk atas kejadian waktu itu." Jihoon melanjutkan ucapannya dengan tegas.

Hyunsuk menoleh pada Jihoon, ia betul-betul kaget mendengarnya. "Mas," lirihnya sambil menggelengkan kepalanya.

Rasanya Jaehyuk benar-benar malu saat ini. Namun, tentu saja ia harus meminta maaf. Jaehyuk berdeham sebelum berkata. "Kak, aku beneran minta karena udah nyelingkuhin kakak. Waktu itu aku beneran kehilangan arah saat kakak beneran sibuk sama kegiatan kakak. Dan Asahi datang buat suasana hati aku jadi berwarna lagi." Jaehyuk menjelaskan apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Dalam hati pemuda itu sedikit tidak rela saat papanya itu akan menikah dengan Hyunsuk.

Di seberang, Hyunsuk merasa tak enak hati. Ia sebenarnya sudah melupakan kejadian itu walau dalam hati ia menaruh dendam saat dia tahu kalau dirinya diselingkuhi. Tapi percayalah bahwa Hyunsuk sudah melupakannya.

"Jae, aku udah lupain semuanya. Aku juga udah maafin kamu walaupun waktu itu aku beneran sakit hati atas tindakan kamu." Hyunsuk menghela nafasnya. "Jadi gakpapa jae, tapi kamu jangan ulangin hal yang sama sama Asahi." Lanjutnya, Hyunsuk tersenyum lapang dada.

"Soal Asahi, aku juga minta maaf atas nama dia kak." Ucap Jaehyuk.

"It's okay, kemarin juga kakak udah ketemu sama Asahi, kita ngomongin banyak hal juga sama Mashiho." Hyunsuk tersenyum.

date ur fada ; hoonsuk ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang