[ON GOING]
Daripada orang tua asli, aku lebih baik memilihmu
Lee Know × OC
(( semi baku ))
#1 in soodam [23/10/2022]
#3 in 스트레이키즈 [15/11/2022]
#9 in skzitzy [23/10/2022]
First: 01-09-2022
End: -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak jam delapan pagi tadi, Yumi belum selesai menata rambutnya. Entah kenapa tubuhnya lemas sekali. Padahal, malam tadi ia sangat gembira. Ia menghabiskan makan malam yang dibawa Dahyun, belum lagi ia tidur di ranjang yang luas, dan tak ada yang tidur bersamanya.
"Terus kenapa pagi ini nggak bertenaga?" tanya Dahyun. "Kamu sakit?"
Tangan kirinya sedang merapikan pakaian, sedangkan punggung tangan kanannya menempel pada dahi Yumi. Tak disangka, suhunya lumayan panas.
"Badanmu hangat. Kalau gitu nggak usah sekolah dulu," saran Dahyun. Semakin lama, alis Dahyun mengerut karena mencemaskan keadaan Yumi.
"Kalau dilihat-lihat lagi, bibirmu kayanya pucat. Hari ini kamu nggak perlu ngisi shift. Biar itu jadi urusanku ya."
"Urusan seragam di sekolah baruku gimana? Aku cuma mau mampir bentar kesana, terus istirahat. Bila perlu, aku mau cari kontrakan di sekitar sekolah."
Bukannya menuruti perintah Dahyun, Yumi malah justru melontarkan beberapa niatnya kenapa ia tak beristirahat di sini. Yumi memang tampak mandiri, namun melihatnya sedang tidak fit hari ini, Dahyun menjadi empati. Meskipun dirinya sekarang juga memiliki banyak tugas, salah satunya harus menggantikan shift Yumi dari jam tiga sore sampai jam sembilan malam.
"Oh? Kamu sudah keterima di sana? Kok aku nggak tau?" Dahyun terheran.
"Tadi pagi jam 4. Aku juga nggak tau kenapa sepagi itu informasinya dikasihkan ke aku. Tapi nggak apa lah. Sekalian aku mau ngurus seragam dulu. Abis itu aku balik lagi," terangnya singkat.
"Aku anter ya? Jalan ke cafe sama ke sekolahmu itu, nggak jauh."
"Naik apa? Kakak kan nggak ada mobil?"
Jawaban itu lantas membuat Dahyun tersentak dan tersadar. Baru teringat, kalau Dahyun hanya bisa bermodal bus saja. Bahkan taxi pun tak mampu ia tumpangi.
Kondisi dengan ekspresi Yumi sangatlah kontradiksi. Dahyun sangat memahami keadaan Yumi yang selalu dianak tirikan. Justru karena itulah, Yumi terbiasa keras dan hidup susah. Hingga membuat dirinya lebih dewasa ketimbang anak lain.
Ketika berbalik, Dahyun langsung berlari, mencari sesuatu di semua sudut ruang apartemen. Termasuk laci, meja, hingga daerah televisi.