Eight - 8

37 12 0
                                    

HAI INI KEYSHA!

cuma mau bilang aja hehe..., kalau SUPER BOARD BENERAN KEREN WOI AJAJAJAJ!!

oh Iya! satu lagi! part ini agak panjang, biar chapter nya ga kebanyakan kedepannya.

soooooo???

lanjut baca ga nihhhh?



















.

(8)










Jika semua murid pulang untuk mengerjakan tugas maupun untuk bersenang-senang, tidak dengan Yumi tentunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika semua murid pulang untuk mengerjakan tugas maupun untuk bersenang-senang, tidak dengan Yumi tentunya. Meskipun ia tak pernah sekalipun luput tentang pelajaran dan tugas, bagi Yumi, cafe adalah nomor satu. Apapun juga.

Berhubung sekolah dengan cafe memiliki jarak yang tak begitu jauh, Yumi bisa menghemat biaya untuk bus. Ia bisa berjalan kaki dari sana. Tentu Yumi tidak bisa mengganti pakaiannya menjadi seorang pelayan di sekolah. Bisa-bisa ia jadi buah bibir sekolah dalam waktu singkat.

Yumi masih sibuk menggunakan celemek. Sementara pelayan yang lain sudah lebih dulu melayani pelanggan yang datang sedikit demi sedikit.

"Kamu menggantikan Dahyun?" tanya Sunmi, pelayan yang lain.

"Bukan menggantikan, Kak. Tapi bertukar shift. Kami udah konfirmasi ke manajer. Jadi nggak perlu khawatir." Sunmi hanya ber-oh ria ketika Yumi menjelaskan tanpa menengok ke arahnya.

Bel berbunyi, tanda ada pelanggan lagi yang memasuki cafe ini. Yumi menengok, bahkan saat dirinya masih mengelap gelas-gelas yang basah sehabis dicuci.

"SOODAM!" Yumi menyapanya dengan setengah berteriak. Dirinya sangat antusias ketika gadis cantik itu mendatangi cafe ini kembali. Yumi pikir Soodam tak akan pernah kembali, karena sekelompok anak nakal hampir melakukan pelecehan padanya.

Merasa namanya terpanggil, Soodam mencari-cari pemilik suara. Rupanya Yumi ada di sudut ruangan, sedang sibuk mengelap gelas. Dengan terburu, ia menghampiri Yumi.

"Heyyy! Aku nggak tau kamu bakalan kesini lagi. Tenang saja. Cafe nya sepi hari ini. Aku jamin itu," ujar Yumi dengan gembira. "Kamu mau pesan apa?"

Soodam terlihat sedang mencari sesuatu dari tas ransel yang ia gendong kemari. "Tunggu, aku cari dompet dulu," Soodam menjelaskan, sedangkan Yumi masih menunggu pesanan Soodam.

"Ice Cream Green Matcha, satu ya. Topping nya jangan terlalu banyak."

Yumi mengambil nomor urut dari dalam laci. "Kalau begitu, ambil ini. Nanti akan ku antar. Harganya lima belas won."

Chemistery || Lee Know Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang