04.TERNYATA

10 7 2
                                    

"Bagaimana bapak bisa kenal dengan Fani?"

Pito mengubah posisi duduk nya menghadap Leara.
"Maaf sebelumnya,kemarin saya mendengar percakapan kamu sama teman-teman kamu"ucapnya.

"Iya sudah saya maafin pak,tapi bapak memang kenal sama Fani?"

"Fani itu teman semasa saya kuliah."

"Serius?dia teman bapak?"mata Leara membulat seketika.

"Iya,dia teman saya"jawab Pito dengan serius.

"Bapak teman dekat dengan Fani?"tanya Leara dengan raut wajah yang sangat penasaran.

"Tidak terlalu dekat,tapi saya tahu semua cerita tentang dia dari anak-anak kampus"ujar pito.

"Tapi bagaimana bapak bisa tahu, kalau Fani yang saya maksud itu teman bapak?"tanya Leara.

"Saya awalnya hanya menebak.dan ternyata benar,Fani yang kamu maksud itu adalah dia"jawab Pito.

"Bapak tahu semua tentang Fani?"

"Tidak semuanya,tapi saya hanya tahu sedikit saja"jawabnya.

Leara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.
"Salah satu nya?"tanya nya.

"Fani itu dulu uang kuliah nya tidak pernah bayar di kampus"ujar Pito.

"Dia mendapat beasiswa?"tanya Leara .

"Seluruh mahasiswa berpikir kalau itu adalah beasiswa,tapi ternyata bukan"kata Pito.

"T-terus apa pak?"Leara semakin penasaran,kali ini ia memang benar-benar menjadi manusia super Penasaran.

"Dia ternyata wanita bayaran pemilik kampus,justru itu uang kuliah nya gratis"ujar Pito.

DEG

Leara tersontak kaget mendengar pernyataan pito tentang Fani.
"Seriusan pak?"

"Ngapain juga saya berbohong ke kamu?"

"Terus bapak tahu cerita nya dari siapa?"tanya Leara.

"Kan saya sudah bilang,dari orang-orang di kampus.sebagian sudah ada yang tau"jawab Pito.

"Murahan sekali"titah Leara kemudian tersenyum remeh.

"Tapi saya juga heran,bagaimana bisa dia bekerja di perusahaan itu"ujar pito seraya memasang wajah heran nya.

Leara juga mengernyitkan dahinya,seraya berpikir keras dan sesuatu terlintas di pikiran nya.

"Apa jangan-jangan dia jadi simp--"ucapan Leara terpotong.

"Bisa jadi"jawab Pito dengan cepat.ternyata mereka mempunyai pikiran yang sama akan Fani.

Diana dan Kinan sudah selesai mendapatkan apa yang mereka inginkan dan kembali menghampiri Leara dan Pito yang tengah berbincang.

"Kalian lagi bahas apa?"tanya Kinan.

Leara dan Pito diam seketika melihat kehadiran Kinan dan Diana.

"Ohh itu tante,tadi kita lagi bahas soal ujian buat UAS nanti"ucap leara berbohong.

"Kamu yang rajin ya belajar nya"ujar Kinan,tangannya mengusap kepala Leara pelan.

"Pasti-nya dong tante"kata Leara.

"Baiklah,tante pulang duluan ya,tante mau pigi lagi ke rumah sakit"ucap Kinan.

"Tante sakit apa?"tanya Leara dengan wajah khawatir.

"Bukan tante sayang,tapi ponakan tante habis lahiran"jawab Kinan.

"Ohh gitu tan,yaudah hati-hati tan"kata Leara.

Story About LearaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang