Shim Jaeyoon x Lee Heeseung
Fanfiction by JungieDa
###
Matanya memperhatikan pejalan kaki sebelum dia merendah pandangan pada jalanan seperti apa yang biasa dilakukannya, tapi bibir yang mengulas senyum di balik masker bukanlah apa yang biasa pada musim lain. Kesan familiar dan bukan terasing membawa perasaan mudah sehingga dia dapat mengukirkan senyum pada wajahnya, menemukan dia bukanlah satu-satunya orang dengan kain masker di jalanan ini.
Kesukaan Heeseung terhadap musim gugur tidak dapat diungkap menggunakan kata, tapi siapapun yang mengenal dirinya akan menyadari kesenangannya pada musim ini. Serbuk bunga atau partikel kecil dari tanaman yang gugur membuat orang-orang merapatkan masker pada wajah untuk menghindari reaksi alergi atau sakit lain, sehingga Heeseung dan masker di wajahnya tidak mengundang perhatian juga tatap aneh.
Telinga Heeseung menemukan suara bel yang terlalu keras sehingga keningnya mengerut, pun langkahnya terhenti pada pintu toko selama beberapa hitungan.
"Ada yang dapat kubantu?" Suara ini tidak familiar, tidak menghasilkan wajah dari ingatannya
"Tidak" Heeseung menjawab tanpa berusaha menemukan wajah dari sang lawan bicara
"Iya?" Kelihatan seperti sang lawan bicara tak menangkap jawab yang diberikan Heeseung
"Tidak ada" Mata Heeseung meninggi untuk menemukan sosok familiar, tidak berusaha melihat sosok di dekatnya
"Kau merupakan teman Jongseong?" Tanya sosok yang tidak familiar, memberi jarak diantara dia dan Heeseung
"Jongseong tidak ada?" Kaki Heeseung mengambil langkah dengan ragu, diam di sisi pintu
"Tidak, dia sedang mengantarkan pesanan" Kelihatan sosok asing ini tengah sibuk mengerjakan hal
"Ah," Kepala diangguk selagi Heeseung berusaha menemukan apa yang harus dia lakukan
"Kau dapat duduk dan menunggu" Sosok ini membawakan bangku dari bagian belakang meja kasir
"Bagaimana denganmu?" Tak memburu diri untuk menempati bangku sekalipun lelah dengan berjalan
"Aku tidak memerlukan bangku" Kata ini memudahkan Heeseung dalam menempati bangku
"Sungguh?" Mata Heeseung masih menemukan sosok asing yang tidak jauh dari dirinya
"Lagipula, ada banyak hal yang menghalangi aku dari duduk" Lainnya membalas, memberi toleh pada tanaman
"Maaf karena aku mengganggu waktumu" Heeseung menyadari kehadirannya mengganggu sang pekerja
"Tidak, tidak. Kau tidak perlu meminta maaf karena hadirmu di tempat ini" Balas dilempar, bersama senyum
"Uh," Heeseung tidak meyakini apa yang dapat dikatakannya sebagai balasan
"Kau memerlukan sesuatu?" Tatap mata berusaha paham, sedikitnya membuat tak nyaman
"Tidak" Bukan orang yang dapat menyuarakan keluh, Heeseung memilih untuk memalingkan tatap
"Baik. Tapi, kau dapat memanggilku saat ada yang diperlukan" Sosok asing berkata
"Aku dapat memanggilmu?" Mata Heeseung masih menghindari tatap mata dari lainnya
"Iya. Shim Jaeyun" Senyum diberikan dengan kesan bersahabat saat Heeseung melirik
Ah, saat ini Heeseung harus memberikan namanya sebagai balasan, "Namaku Heeseung."
"Kau dapat memanggilku saat ada yang diperlukan" Jaeyun mengulang kata sebelum dia mengambil langkah.
