Bab 7 - Akademi Eryk

6.3K 492 8
                                        

PS: Terdapat banyak kesalahan dalam penulisan dan kata-kata yang tidak sesuai dengan EYD.

🥀🥀🥀

Keesokan harinya

Mereka pun menaiki kereta kuda menuju Akademi Eryk,Akademi yang dimana menghasilkan anak-anak berprestasi. Sudah banyak para murid lulusan Akademi Eryk yang menjadi kesatria serta ilmuwan,tak heran jika Akademi ini merupakan Akademi yang paling bergensi di Kerajaan Eryk.

Sesampainya disana, Estelle dan Gabriel pun langsung menuju ke tempat Ruangan Direktur berada.

Gedung yang sangat indah dan megah itu membuat mata Estelle tidak berhenti takjub saat melihatnya,Kombinasi antara warna emas dan putih membuat bangunan Akademi itu terlihat sangat bersinar.

Estelle melihat para murid tengah berlatih pedang dan juga dasar-dasar sihir,ada juga murid yang mengerjakan Ilmu-ilmu sains sehingga menciptakan mesin atau benda baru yang akan menjadi berguna di masa depan kelak.
Sungguh tempat yang baru dan juga indah bagi Estelle.

Mereka pun sampai di depan pintu ruangan Direktur berada,Saat Gabriel membuka pintu tersebut, menampilkan seseorang yang tengah berkutik dengan kertas dan pena. Seseorang pria berambut hitam yang panjang serta mata tajam berwarna hijau kini tengah duduk di kursi Direktur.

Dia adalah Lame Horbs,pria yang saat ini menjabat sebagai direktur Akademi Eryk, berkat kontribusi nya yang menciptakan senjata perang,Raja pun mengangkat Lame sebagai direktur baru.

Kacamata bertengger di hidungnya,serta Tangannya yang sibuk mengurus dokumen itu tidak menyadari kedatangan Gabriel dan Estelle.

“Selamat pagi,Lame.”

Lame yang tengah menulis itu terkejut saat melihat Gabriel datang membawa seorang wanita.

“selamat pagi,El.”ujar Lame.

“Ada apa kamu pagi-pagi kesini? Mengganggu saja.”ujar Lame ketus.

Gabriel pun menjitak kepala Lame sehingga membuat Lame meringis kesakitan.“Aku kesini untuk membantu mu tau."

“membantu apa?setiap hari kamu kesini selalu menggangguku saja,kemarin kamu membawa seorang kakek-kakek yang katanya seorang penyihir,namun saat aku memeriksa nya dia hanya penipu dan Sekarang kamu membawa wanita sembarangan kesini.”ujar Lame frustasi.

“Hei,aku tau mulutmu itu tidak pernah di jaga,aku tidak peduli jika kau mengolok-olok orang lain,tapi untuk dia kamu tidak boleh sembarangan berbicara kepadanya terlebih berkata kasar.”ujar Gabriel serius

Lame yang melihat wajah temannya yang serius itu, terdiam sejenak,ia tau jika Gabriel menunjukkan wajah seriusnya maka tidak ada kata bercanda lagi seperti biasa.

“maaf,kalau begitu aku ingin memeriksa nya apakah dia seorang penyihir atau bukan.”ujar Lame sembari membawa bola kristal pengukur Manna.

Estelle pun meletakkan tangannya di atas bola kristal itu,dan cahaya putih keemasan menyinari ruangan dan bola kristal itu pecah.

Lame yang melihat kekuatan sebesar itu terkejut saat melihat bola kristal nya pecah.

“Ups,maaf aku terlalu berlebihan menunjukkan kekuatan ku,apakah aku di terima?”ujar Estelle dengan senyum cantiknya.

Lame pun hanya terkejut  sembari melirik Gabriel dan Estelle yang tersenyum puas.

🥀🥀🥀


Setelah ia berbicara dengan Lame dan Gabriel tentang keikutsertaan nya menjadi guru di Akademi Eryk, Estelle pun memutuskan untuk kembali.

Hari sudah malam, Estelle kini berdiri di balkon rumah nya ,seekor burung elang besar mendarat di tangan Estelle, burung Elang itu merupakan burung yang di rawat Estelle saat ia menjadi Ratu di Amber.

Tidak ada yang mengetahui bahwa dia merawat hewan Magis seperti burung elang yang kini tengah bertengger di tangannya.

Burung Elang itu berwarna putih, berparuh lancip,bermata emas tajam dan beratnya sekitar 20 kilo.

ESTELLE : A Broken Heart [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang