Bab 23 - Eldrich

4.4K 314 0
                                        

PS : Terdapat banyak kesalahan dalam penulisan dan kata-kata yang tidak sesuai dengan EYD.

***

Addler sampai di rumah Esetelle dan memberitahu semua kejadian yang terjadi di Amber. Estelle merasakan Amarah yang luar biasa saat mengetahui bahwa Asilla adalah orang yang terhubung dengan dark magic dan hendak menghancurkan Amber.

Keputusan Edward yang menghukum Asilla membuat perasaannya lega. Meski ini semua adalah ulah Asilla, Namun mengingat kejadian yang menimpanya sangat menyakiti hatinya dan sulit untuk dilupakan.

“ibu,apa yang ingin ibu lakukan? Mengingat semua kejadian yang menimpa ibu adalah ulah Asilla bukan Edward?”tanya Addler.

“Sepertinya tujuan kita telah berubah, Addler. Kali ini kita harus fokus untuk mengalahkan Dark magic.” Ujar Estelle.

Ya, lagipula ini semua ulah Asilla dan dark magic, jadi Edward tidak ada hubungannya dengan pembalasan dendam nya. Meski begitu, akan sulit untuk Estelle memaafkan dan melupakan wajah Saat Edward membunuh dan membantai keluarga nya, walupun saat itu dia dibawah kendali Dark magic.

“Kalau begitu, apakah ibu akan memaafkan Edward?”

Estelle terdiam sejenak. “sepertinya untuk melupakan apa yang telah dilakukan Edward tidaklah mudah Addler, walaupun saat itu dia dikendalikan oleh dark magic,tapi tetap saja,wajahnya yang tersenyum saat melihat ku terbunuh dan berlumuran darah, membuat ku sulit untuk melupakan kejadian kelam itu.”ujar Estelle.

Addler hanya diam,tidak berniat untuk menjawab atau menyangkal perkataan yang di keluarkan oleh Estelle,bagi Addler itu hak ibunya untuk melupakan kejadian kelam itu atau tidak.

“Dan juga ibu,entah apa rencana Edward kedepannya,apakah ia tetap berambisi untuk menaklukkan Kerajaan Eryk atau tidak? Kita hanya menunggu dan bersiap-siap untuk kedepannya.”ujar Addler.

“kamu benar Addler,saat ini kita harus tetap fokus pada tujuan kita untuk menciptakan pasukan terkuat.”

Setelah lama berbincang-bincang,Addler pun kembali terbang meninggalkan Estelle sendiri di kamar nya.

Tiba-tiba saja ia merasakan perutnya sakit, Estelle pun berteriak menahan sakit di perutnya.

Fiona yang mendengar Teriakan Estelle bergegas menuju kamar Estelle,lalu menyuruh yang lainnya untuk memanggil Dokter.

“Semuanya panggil dokter atau bidan ke sini, sepertinya nona ingin melahirkan!”pekik Fiona sembari menolong Estelle tidur di ranjang nya.

Semua orang panik,dan bergegas mempersiapkan barang -barang yang diperlukan untuk melahirkan.

Disisi lain,Gabriel yang hendak mengunjungi Estelle pun terkejut saat melihat para pelayan Estelle sibuk dan panik.

“Ada apa ini? Apa yang terjadi?”tanya Gabriel kepada pengawal yang berjaga di rumah Estelle.

“Yangmulia, Sepertinya nona Elle akan segera melahirkan.”

Gabriel yang mendengar itu langsung bergegas berlari menuju kamar Estelle. Di depan pintu kamar Estelle, para pelayan sedang menunggu dengan wajah yang khawatir.

Pintu kamar Estelle yang tertutup itu membuat Gabriel tidak bisa masuk untuk melihat keadaan Estelle, lagipula meski dirinya dan Estelle dekat, ia tidak ada hak untuk melakukan itu.

Pada akhirnya Gabriel menunggu di depan Kamar Estelle dengan perasaan gelisah,di dalam hatinya ia berdoa terus menerus agar keadaan Estelle dan bayinya bisa selamat.

Perasaan takut,sedih dan khawatir,semuanya bercampur aduk, perasaan inilah yang kini dirasakan oleh Gabriel. Ia juga bingung dengan yang terjadi kepada dirinya,kenapa ia menjadi sekhawathir ini?

ESTELLE : A Broken Heart [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang