Bab 16 - Teman masa kecil?

4K 373 4
                                        

PS : Terdapat banyak kesalahan dalam penulisan dan kata-kata yang tidak sesuai dengan EYD.

***

Estelle sudah merasa tenang dan saat ini mereka tengah melihat bulan purnama yang bersinar terang menyinari Acara Festival malam ini. Mata Estelle yang sembab membuat Gabriel yang melihatnya merasa ingin terus merengkuh Estelle kedalam dekapannya dan terus memeluknya hingga ia bisa menghapus semua bebannya.

“Aku tau, pasti kamu banyak pertanyaan yang mengganjal di otak mu mengenai diriku yang seperti ini.”

Gabriel hanya diam sembari menatap Estelle lekat. Tidak berniat untuk menjawab atau menanyakan sesuatu kepada Estelle.

“Sebenarnya aku menikah dengan suami ku karena pernikahan Politik,demi memperkuat kerja sama yang di bangun oleh keluarga ku dengan keluarganya, pernikahan ini pun terjadi, aku yang sudah mencintai dirinya sejak pertama kali melihatnya membuat diriku seperti orang bodoh karena berharap bahwa dia akan mencintai ku seiring berjalannya waktu. Namun, harapan-harapan kecil itu membuat ku menjadi semakin bodoh dengan menghiraukan ucapan orang-orang yang mulai membicarakan tentang suami ku yang mencintai wanita lain.”

“Sampai suatu ketika saat aku mengetahui bahwa aku hamil dan dia pun merencanakan pembunuhan terhadap ku,aku tidak akan marah jika dia membunuh ku,akan tetapi dia membunuh semua anggota keluarga ku termasuk saudara kembar ku dan hal ini membuat aku sangat marah dan membenci dirinya. Aku marah akan diriku yang mencintai pria bodoh seperti nya, aku marah kepada diriku yang masih mengharapkan sedikit harapan kecil untuk dia kembali kepada ku dan berkata ‘maaf’,dan aku marah kepada diriku karena aku sangat lemah dengan hati ku sendiri.”

Perkataan yang di ucapkan oleh Estelle entah mengapa membuat hati gabriel merasakan sakit, mendengar bahwa Estelle mencintai suaminya dengan sangat dalam itu membuat dirinya merasa tidak rela, Gabriel bingung dengan yang terjadi kepada dirinya,kenapa dia seperti ini?
“Dan melihat pertunjukan tadi membuat ku kembali teringat akan sosoknya,sosok yang ingin ku lupakan tanpa harus ku ingat lagi wajah bahkan namanya”

“namun setiap aku hendak melupakan nya selalu saja ada hal yang membuat ku kembali teringat tentang nya, memikirkan itu hanya membuat ku marah.”ujar Estelle.
Gabriel memandang wajah Estelle lalu menyelipkan rambut Estelle di telinganya.

“Aku tau bahwa kamu wanita yang kuat Elle,namun jika kamu terus terbelenggu akan amarah,maka keinginan kamu yang berusaha untuk melupakan nya akan sia-sia. Dengan kamu yang memutuskan untuk marah,maka kamu akan menerima konsekuensinya dengan terus teringat akan dirinya.”

“Sulit memang untuk memaafkan seseorang,terlebih dia adalah orang yang pernah singgah di hati lalu berkhianat yang menyebabkan luka yang dalam,akan tetapi hidup dalam rengkuhan amarah itu tidak baik, akan banyak pertumpahan darah yang terjadi kedepannya,orang yang tidak bersalah pun akan terkena imbasnya.”

“Kamu mengatakan hal itu karena kamu belum pernah merasakan bagaimana rasanya di tinggal Gabriel.” Ujar Estelle kesal
Estelle pun menunduk lalu beberapa saat kemudian kembali melihat bulan purnama itu.

“aku juga sebenarnya tidak ingin membalaskan dendam ku kepada nya,tapi aku tidak bisa melihat orang yang memberikan penderitaan untuk ku,hidup nyaman di sana.”

Meski Estelle mengetahui bahwa ada yang salah dengan Edward tapi ia tidak bisa percaya begitu saja dengan informasi yang di berikan Addler,ia harus mencari tau lebih lanjut tentang peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

“Terimakasih atas perhatian mu Gabriel.”ujar Estelle

Gabriel hanya diam tanpa sedikitpun menyahut,ia tau bahwa apa yang dikatakan oleh Estelle tidaklah salah.

Beberapa saat kemudian Suara kembang api pun terdengar, kembang api yang menyelimuti malam ini dengan sangat indah membuat Mata Estelle takjub saat melihatnya.

Ia pun mengusap air mata yang masih tersisa di matanya,kali ini perasaan tidak nyaman yang tadi menyelimuti hatinya tiba-tiba menghilang saat ia melihat kembang api yang menaburi langit dengan sangat indah itu.

Ia pun melirik Gabriel yang masih melihatnya dengan tatapan sendu.

“Kenapa Gabriel? Kenapa kamu melihatku seperti itu terus?”tanya Estelle

“Tidak,aku hanya penasaran siapa kamu sebenarnya? Karena aku merasa aku seperti sudah mengenal dirimu lama.”ujar Gabriel

Deg.

Perkataan Gabriel membuat Estelle terdiam sejenak. Apakah Gabriel sudah mengetahui identitas nya?

“ke...kenapa begitu? Aku saja baru kenal kamu beberapa bulan yang lalu,kenapa kamu merasa sudah lama mengenal ku?”tanya Estelle sembari melihat kembali kembang api yang masih menyala.

“Tidak,mungkin saja kamu hanya mirip dengan nya.”

“Mirip? Dengan siapa?”

Gabriel pun terdiam sejenak lalu menceritakan cerita nya saat ia berusia 8 tahun.

“Dulu,saat aku berusia 8 tahun,aku bertemu dengan seorang gadis kecil yang seperti nya seumuran dengan ku,saat itu aku tengah bereksperimen dengan latihan sihir,tapi tanpa sengaja yang aku pelajari ialah sihir teleportasi,alhasil aku terkirim ke kerajaan Amber,sepertinya saat itu aku jatuh di pasar,dan saat itu aku bertemu dengan seorang anak perempuan yang sangat imut, dia sedang pergi berbelanja bersama ibunya,lalu saat itu ibunya melihat ku yang lemah akibat penggunaan Manna yang berlebihan pun menyelamatkan ku dengan membawa ku ketempat tinggalnya”

“saat itu rumah yang miliki anak itu sangatlah megah,dan di dalamnya terdapat keharmonisan dan kebahagiaan yang sangat nyaman,mereka merawat ku yang pingsan selama 2 hari,lalu aku sempat hilang ingatan,dan saat masa pemulihan aku ditemani oleh anak perempuan itu dan kami bermain bersama,tanpa kusadari aku menyukai anak itu, mata biru dan rambut emasnya tidak akan pernah ku lupakan,suara serta gaya bicaranya sama seperti dirimu,itu sebabnya setiap aku melihat mu,aku teringat akan sosok itu.”ujar Gabriel.

Perkataan Gabriel membuat Estelle terkejut,ternyata Gabriel adalah anak yang telah di selamatkan oleh ibunya dulu. Tak disangka anak kecil yang polos itu kini bertemu dengannya kembali, teman pertama bagi Estelle dan memanggilnya anak anjing,karena selalu mengikuti Estelle pergi kemana-mana.

Mengingat kenangan itu, membuat Estelle merasakan perasaan yang menggelitik di hatinya, kenangan itu merupakan kenangan indah yang pernah terjadi di dalam hidupnya.

Mendapat teman baru,dan merawatnya sampai sembuh hingga membuat ibu menggunakan sihir teleportasi nya untuk mengembalikan Anak kecil yang polos itu ke tempatnya.

Dan juga, Estelle baru ingat nama anak polos itu ternyata sama dengan nama Gabriel. Pantas saja, Estelle merasa sifat Gabriel terasa familier.

Estelle tertawa kecil, Gabriel yang melihatnya tertawa itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“kenapa kamu tertawa?”

“Tidak,aku hanya ingat tentang kejadian lucu saja.”

Gabriel pun hanya bisa tersenyum lalu memegang tangan Estelle.

“Dan saat itulah aku mulai menyetujui untuk ikut memata-matai kerajaan Amber,karena saat itulah aku bisa melihatnya kembali. Namun, Saat itu dia telah menjadi milik orang lain,dan sepertinya dia sangat mencintai orang itu.”ujar Gabriel

Estelle pun terdiam,lalu memegang pipi Gabriel, menatapnya lekat kedalam mata yang berwarna merah Ruby itu.

“Dan,wanita itu kini tidak lagi mencintai pria itu, Gabriel.”

Ucapan yang terdengar sangat halus hingga menenangkan hatinya yang Sedang tidak baik-baik saja, perkataan aneh yang keluar dari mulut Elle membuat Gabriel merasa bahwa Elle adalah wanita itu,wanita yang selama ini ia cintai dalam diam,memantaunya dari kejauhan,dan terus mencintai nya meski ia tau bahwa wanita itu tidak mencintai nya.

Bahkan sampai hari kematian wanita yang di cintai nya itu,ia masih tidak bisa berbuat apa-apa,dan hanya meratapi kematiannya.

Namun saat ia melihat Elle,ia merasa bahwa Elle adalah wanita itu,akan tetapi semakin ia meyakini bahwa Elle adalah wanita itu,semakin ia di timpa oleh kebenaran bahwa wanita itu telah mati di tangan orang yang sangat di cintai nya.

Memikirkan hal ini,membuat hati serta pikiran nya bertolak belakang,dan mungkin saja perhatian serta perilakunya kepada Elle, karena Elle mengingatkan nya akan sosok wanita itu. Wanita yang selamanya bersemayam di hatinya.

‘Elle,jika kamu adalah dia, maka aku akan sangat bahagia dan rasanya aku akan mengurung mu disini,agar kamu tidak kembali lagi dengan pria itu, Namun aku sadar bahwa Elle bukanlah Estelle,dan aku tidak berhak untuk menyamakannya dengan wanita itu,wanita yang sangat istimewa bagi ku, Estelle Sol Artie.’

***
TBC.
See you again❤️

ESTELLE : A Broken Heart [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang